
Keesokan paginya kaisar terbangun,kedua matanya menyergap menyesuikan dengan cahaya yang masuk dari setiap cela yang ada dikamar hotel itu.
Tangan nya meraba kesisi ranjang,kosong!.tak ada tanda tanda kehidupan disisi ranjang nya.lalu matanya menatap sekeliling kamar lalu beralih pada pintu kamar mandi yang tertutup rapat.
Oke,kali ini dia berpikir positiv mungkin wanita itu sedang membersihkan diri.akan tetapi ia merasakan sesuatu yang ganjal karna ia tak mendengar suara gemercik air didalam sana.
Dengan langkah gontai ia berjalan membuka pintu kamar mandi namun hasilnya nihil!.gadis itu tak ada disana,lalu dimana wanita itu berada?.
"Netih!".Teriakan kaisar menggema diseluruh ruangan,terdengar raut marah dan khawatir didalam suara nya.
Dia mencari kesetiap sudut ruangan yang ada dikamarnya.namun hasilnya tetap sama!.selintas pikiran nya menuju balkon kamar yang kemarin mereka datangi.dia berfikir mungkin saja wanita nya disana,karna kemarin dia bilang sangat menyukai suasana yang ada disana.
Tapi langkah nya terhenti saat melihat selipat kertas yang menarik perhatian nya,dengan enggan dia membuka dan membaca pesan yang tertulis didalam sana.
Kai maap aku harus pulang terlebih dulu.ada sesuatau yang harus aku urus dan ini benar benar urgent.jangan mengkhawatirkan ku karna aku baik baik saja.jaga dirimu baik baik.aku mencintaimuđź–¤
Kaisar meremas kertas ditangan nya dengan raut wajah yang tak bisa ditebak.dengan rasa khawatir yang menjadi puncak utama nya.
Dia bingung dengan apa yang terjadi pada wanitanya,karna kemarin dia sendiri yang ingin berlama lama ditempat ini tapi hari ini dia juga yang pergi begitu saja tanpa sepatah katapun.
Kaisar yakin pasti terjadi sesuatu,tapi dia berharap semoga itu semua bukan hal yang buruk.
Kaisar melanjutkan langkah nya menuju salah satu kamar yang tak jauh dari nya,dia menyelong masuk tanpa diminta untung nya sipemilik sedang tak melakukan hal jemawa.
"Apkau tidak bisa mengetuk pintu saat masuk ruangan?".Kata seorang pria tampan yang terlihat kesal ketika melihat siapa yang datang keruangannya tanpa sopan.
Kaisar tampak menghela nafas panjang dan seperti enggan untuk berbicara.
"Cepat kemasi barang mu kita akan pulang sekarang".Itulah kata yang dia ucapkan sebelum ia berlalu darisana.
Alvaro mengeryit kan alisnya bingung.pulang?bukankah kemarin dia sendiri yang bilang akan memperpanjang waktu sebagai liburan?lalu apa yang dimaksud dengan pulang.
"kenapa kita harus pulang sekarang?".Tanya alvaro setengah berteriak.meskipun kaisar sudah berlalu darisana ia berharap agar dia masih mendengarnya.
"ada apa?".Suara lembut itu menarik perhatiannya dan membuatnya menatap kesipemilik suara.
"Kita harus pulang".Jawab nya singkat.
"Pulang?".
"Ya".
"Kenapa?".
Alvaro mengendikan bahu"entahlah".
bella mengangguk tak banyak bicara ia langsung berjalan kearah lemari dan mengemasi semua barang nya.tak perlu waktu lama karna bella memang tak banyak membawa barang nya.
Setelah dirasa semua nya selesai dan tak ada yang tertinggal mereka berjalan memasuki ruangan yang menjadi kamar kaisar.
Alvaro melakukan hal yang sama dia masuk tanpa mengetuk atau mengucapkan salam.seolah membalas apa yang kaisar lakukan tadi padahal yang sebenarnya adalah karna ia malas saja.
Alvaro menatap sekeliling ruangan,melihat kaisar yang tengah mengemasi pakaiannya.lalu timbul seribu tanya dibenaknya begitu pun dengan bella.
"kau sendirian?dimana wanitamu?".tanya alvaro yang matanya masih menatap luas sekeliling ruangan.
"Dia sudah pulang".jawab kaisar tanpa menghentikan aktivitasnya.
"Apa!".teriak bella dan alvaro serempak membuat kaisar menghela nafas nya.
"Kenapa?apakau membuatnya marah?kalian bertengkar lagi?".Pertanyaan beruntun keluar dari mulut bella.
Lagi dan lagi kaisar hanya membalas dengan helaan nafasnya,seolah menjelaskan bahwa ia benar benar malas.
"Kai!".kesal bella yang tak mendapat jawaban dari kaisar.
Kaisar menggendikan bahu nya dan berkata.
"Pasti terjadi sesuatu".Ujar bella yang memhuat dua orang yang ada disana menatapnya tanpa sepatah katapun.
Mereka bertiga berlalu dari sana menaiki sebuah taksi menuju bandara.
*****
kaisar meregangkan otot butuh nya yang terasa kaku setelah melakukan perjalanan hampir 16 jam.
Rasa kantuk dan lelah tak dia rasa.karna yang terpenting baginya sekarang adalah bertemu wanita nya yang akan bisa menjadii obat lelahnya.
Supercar merah metalic itu melaju membelah kemaraian kota dengan kecepatan diatas rata rata.seperti biasa dia akan melupakan dirinya jika itu menyangkut wanitanya.
Setelah beberapa saat mewah itu memasuki basemet apartement elite.pria itu tampak tergesah gesah untuk memastikan wanitanya baik baik saja.
Dengan terburu buru pria itu menekan passcode kamar apartementnya.namun,hasilnya nihil!.wanitnya tak ada disana.
Tak ada tanda tanda bahwa wanitanya pulang ketempat ini.dengan lampu dan ranjang yang menjadi saksi penglihatannya.
Kaisar berjalan menuju kamar apartement yang berada disebelah kamar wanitanya.yang tak lain adalah milik radith,ia berfikir siapa tau wanitanya sedang bersama nya.
Pria tampan itu menekan bel beberapa kali,setelah beberapa saat pintu terbuka muncul seorang pria dengan wajah datarnya.
"Ada apa?".tanya pria itu dengan wajah datar nya.menjelaskan bahwa kedatangan nya benar benar tak ia harapkan.
"apa netih ada disini?".mata kaisar celingukan kedalam ruangan untuk memastikan sesuatu yang sedang ia cari,namun hasilnya nihil karna tak ada tanda tanda yang menunjukan wanitanya ada.
"Setauku dia pergi ke melbourne dan belum kembali".
"Belum kembali?".Tanya kaisar memastikan bahwa apa yang ia dengar tidak salah.
"Ya".
"Tapi dia sudah kembali kemarin malam,bahkan meninggalkan ku.bukankah seharusnya dia sudah kembali?".
"Mana ku tau".balas radith sekenanya seolah tak peduli dengan pembahasan saat ini.
"Jadi kau benar benar tidak tau?".Kaisar bertanya lagi seolah tidak percaya dengan apa yang radith katakan.
Bahkan ia juga seolah tak peduli dengan wajah kesal yang ditunjukan radith padanya.
"Ck,kau ini harus berapa kali aku katakan aku tidak tau.jangan khawatirkan dia,dia pasti baik baik saja aku yakin itu."Ujar radith meyakinkan kaisar,sebenarnya ia tau netih kemana tapi karna seseorang melarangnya memberitahukannya dengan alasan yang tidak bisa dijelaskan.
Kaisar menghela nafas lagi dan lagi kekecewaan lah yang ia dapat,kini ia dirundung bingung dengan perginya wanitanya.
Kemana ia harus mencari?
ah,sarah dan nana.tapi kaisar tampak mempertimbangkannya,masih ingat bukan bagaimana mereka dengan kejamnya membohongi kaisar bahkan tak segan mengumpatinya?.
Mengingatnya saja sudah membuat kaisar muak.
"Huh!."Kaisar meghela nafas pasrah sebelum akhirnya berlalu dari sana menyisakan radith yang masih dengan wajah datarnya.
Kaisar melajukan mobil nya menuju sebuah perumahan elit.supercar itu memasuki gerbang menjulang tinggi dengan lambang davino ditengahnya.
Pria tampan itu berjalan menaiki tangga memasuki kamarnya,melemparkan tubuh lelah nya diatas kasur king sixe miliknya.
Ia merogoh ponsel dicelananya menghubungi seseorang yang selama ini menjadi kepercayaannya.
"cepat lacak keberaan wanitaku,kau harus bisa menemukannya sebelum pagi tiba.aku mengandalkan mu".
Panggilan diputuskan sepihak tanpa menunggu jawaban orang disebrang sana.
Kaisar memejamkan matanya mengistirahatkan tubuh lelahnya.dan berharap saat mata nya terbuka wanita itu sudah ada disamping nya.
Pria itu terlelap dengan rasa cemas yang membuncah hatinya.