
Hari minggu banyak orang yang melakukan banyak aktivitas. Seperti jogging, mengikuti senam, bersih-bersih atau bersantai dengan keluarga. Seperti sekarang ini syifa sedang bersantai di kamarnya bersama yugo.
Mereka menonton acara televisi dengan hikmat sesekali tertawa karena hal lucu yang mereka tonton. Syifa memandang sekilas yugo yang sedang tertawa. Ia bersyukur karena keluarganya sedang pergi dan kebetulan yugo tidak mau diajak akhirnya ia bisa menikmati waktu bersama abang kesayangannya ini.
Syifa tersenyum menikmati semua momen ini, ia tidak akan melupakan momen dengan abang nya ini sebelum sesuatu membuat dirinya lupa.
Ia terus berdoa agar semuanya baik-baik saja. Keluarganya harus tetap bahagia meski ada atau tanpa ada dirinya.
"Hahah itu lucu banget dek. Masa mereka botak kecuali abang nya yang cuma punya rambut satu, hahah" ucap yugo tertawa melihat tokoh kartun upin ipin itu.
"Kalau aku botak kaya mereka gimana bang? Apa abang masih sayang sama aku? " tanya syifa membuat yugo berhenti tertawa. Lalu menatap syifa bingung.
"Kok kamu ngomong kaya gitu sih dek? Kamu kenapa? Ada masalah?" tanya yugo khawatir sekaligus bingung dengan omongan syifa.
Syifa tersenyum sembari menggeleng kepalanya. "Nggak papa bang. Cepet di jawab" desak syifa
"Em.. kamu botak karena apa dulu nih?"
"Ya intinya misal aku botak lah"
"Kalau misal kamu botak karena kamu cukur rambut atau karena hal lain rasa sayang abang ke kamu nggak akan pernah hilang"
"Kamu kenapa sih kok nanya kaya gitu?" sambung yugo
"Eh nggak papa kok bang. Aku kan cuman nanya aja kok. Benar ya abang selalu sayang sama aku walau aku terjadi sesuatu?" tanya syifa serius
"Iya abang janji dan akan abang usahakan agar bisa tetap selalu sayang kamu meski dalam kondisi apapun" jawab yugo yakin membuat syifa sedikit tenang.
Yugo sebenarnya curiga kepada syifa pasti ada yang di sembunyikan darinya. Karena tidak biasanya syifa bertanya seperti itu.
"Kamu yakin nih beneran nggak papa?" syifa menganggukan kepalanya. Yugo menghela nafas panjang. Kapan adiknya ini terbuka dengan dirinya.
"Bang, temani gue yuk ke supermarket. Gue mau stok jajan nih" ajak syifa
"Ya udah ayo" sebelum pergi syifa mengganti baju nya dengan hoodie, celana panjang, sepatu kets dan tas selempang. Sama halnya dengan yugo, dia memakai kaos warna hitam, celana pensil, dan sepatu.
Lalu mereka turun dan langsung keluar untuk pergi ke supermarket tak lupa yugo mengunci pintu. Yugo langsung menaiki motornya diikuti syifa. Dirasa sudah ia melajukan motornya.
***
Akhirnya motor mereka berhenti di salah satu supermarket. Mereka turun dari motor dan langsung memasuki supermarket. Lalu mereka langsung mengambil keranjang belanjaan. Mereka melihat-lihat ada banyak sekali macam jenis snack.
Syifa menatap binar deretan jajanan snack. Ia langsung memilih semua yang ia suka hingga membuat keranjang belanjaan mereka penuh dengan snack syifa. Yugo hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik kesayangannya itu. Sebenarnya ia ingin protes tapi karena melihat antusiasnya membuat mengurung kan niatnya.
"Udah dek?" tanya yugo melihat syifa sepertinya sudah selesai dengan acara memborong jajanan.
"Eh udah bang. Tapi tunggu bang" jeda syifa. Yugo menaikkan alisnya.
"Kita beli es krim ya hehe" ucap syifa menyengir. Yugo yang gemas mengacak rambut syifa membuat syifa mengerucut kan bibirnya. Lalu mereka memilih es krim dengan berbagai rasa.
"Udah nih nggak ada tambahan lagi?" tanya yugo yang takutnya adiknya ini masih ingin membeli yang lain.
"Udah kok bang. Udah semuanya"
"Ya udah ayo kita bayar" lalu mereka menuju ke kasir. Untung antrean nya tidak banyak. Jadi tidak perlu menunggu lama.
"Totalnya 500.000 ribu mas" lalu yugo mengeluarkan lembaran uang berwarna merah lima.
"Ini mba"
"Terima kasih mas" yugo mengambil belanjaan nya lalu menghampiri syifa.
"Udah nih. Sekarang kamu mau kemana lagi nih? Mumpung kita lagi di luar"
Syifa berfikir sejenak, tadi ia melihat sekilas di dekat supermarket ini ada taman.
"Em ke taman aja deh bang. Nggak jauh kok dari sini"
"Ya udah yuk" lalu mereka berdua pergi menuju ke taman.
Sesampainya di taman, mereka melihat sangat ramai pengunjung. Yugo melihat ada kursi kosong lalu mengajak syifa untuk duduk di bangku sana.
"Ramai sekali ya bang. Nggak biasanya gitu" ucap syifa memulai obrolan.
"Iya benar kamu dek. Ini malah ramai banget" jawab yugo
Syifa sangat menikmati lalu menyandarkan kepalanya di bahu yugo. Yugo dengan senang hati menerimanya malah ia membawa tubuh syifa ke dalam pelukan nya. Sesekali ia mencium lembut kepala syifa.
Syifa sangat nyaman di dalam pelukan abang nya. Ia semakin membenamkan kepalanya. Mereka sangat menikmati momen ini.
'Aku berharap semoga kita tetap kaya gini ya bang. Aku nggak mau kalau suatu saat nanti kita nggak bisa kaya gini lagi. Entah abang yang semakin sibuk atau aku yang akan pergi bahkan mungkin tak akan kembali' batin syifa
'Abang terus berharap agar kita bisa kaya dulu lagi dek. Bercanda bareng, jahil bareng nggak kaya sekarang. Tapi abang akan terus berdoa agar kita tetap di beri umur' batin yugo
Mereka berdua sama-sama berdoa semoga tetap terus bersama walau masalah akan berdatangan. Yugo juga berjanji akan menjaga adik perempuan satu-satunya ini. Tidak akan ia biarkan seseorang membuatnya menangis.
Yugo melirik jam tangannya, ternyata sudah sore. Lalu ia melepaskan pelukan nya.
"Yuk dek kita pulang. Takutnya mereka udah pada pulang" syifa hanya mengangguk. Lalu mereka berdua pulang dengan hati senang.
Sebenarnya yugo ingin sekali menghabiskan waktu bersama syifa tapi ia takut jika orang tuanya sudah pulang malah melihat dirinya dengan syifa pergi kan malah menjadi masalah.
Ia tidak takut tapi yang ia sangat takutkan adalah orang tuanya malah tambah membenci syifa. Dan itu tidak akan ia biarkan terjadi.
***
Mereka sudah sampai di rumah sejak 10 menit yang lalu dan bertepatan dengan orang tua mereka pulang. Dengan buru-buru yugo menyuruh syifa untuk masuk duluan dengan membawa belanjaan mereka.
Kini semuanya sedang berada di ruang keluarga kecuali syifa dan mita. Syifa sekarang tengah berada di kamarnya, sedangkan mita entahlah kemana itu bocah pergi.
"Ada apa pa tumben nyuruh kita kumpul di sini. Juga kok syifa nggak ikut sih dan kemana mita? Biasanya ikuti kalian" heran yugo sekaligus menyindir orang tuanya.
"Iya pa yang dibilang bang yugo benar. Tumben sekali" ucap helga bingung
Papa melirik mama sebentar dan mama menganggukkan kepalanya. Papa menghela nafas sebentar sebelum...
"APA?!!!" teriak mereka berdua
***