
Lama memandang langit yang sudah mulai gelap, ia tidak sadar jika ada yang meng klakson kepada nya.
TIN
Suara klakson menyadarkan lamunan Syifa.
'Ck. siapa sih yang sembarangan klakson gue, bikin orang jantungan aja. Untung gue ga punya penyakit jantung' gerutu syifa dia tidak sadar jika sedari tadi ia diperhatikan oleh yang meng klakson nya.
'Lucu' batin orang itu
Syifa yang tersadar sedari tadi ia diperhatikan, ia pun mendongak
Degg
Jantung syifa mendadak berhenti saat ia melihat siapa yang ada di depan.
'Astagfirullah jantung gue kenapa gini si, perasaan gue ga punya riwayat penyakit deh' batin syifa sambil memegang dadanya
"Ehh.. lo kenapa? Ada yang sakit? Apa perlu gue anterin ke rumah salit?" tanya beruntun orang itu
'Ya ampun dia khawatirin gue? perasaan banyak yang bilang dia itu dingin, tidak tersentuh, dan juga tidak pernah peduli dengan orang. tapi, barusan dia khawatirin gue? mimpi apa gue semalam' batin syifa dengan tidak percaya dengan orang yang ada di depannya
Pasti kalian sudah tau kan siapa orang itu. Yap, dia adalah david. Orang yang dikenal dengan sifat dingin nya dan tidak pernah peduli tentang orang apalagi seorang perempuan. Tapi barusan ia sudah peduli kepada syifa. Keajaiban dunia sungguh.
"Heh, lo nggak papa kan? kalo lo sakit gue anterin ke rumah sakit atau nggak kerumah lo" ucap david khawatir. Seorang david khawatir kepada seorang perempuan? wah wah wah kalo begini harus mengadakan syukuran.
Syifa yang tersadar, akhirnya ia menjawab ucapan david, "I-iya gue nggak papa dan nggak ada yang sakit" gugup syifa.
'Sial. kenapa gue gugup si padahal dia cuman nanya gue kenapa gue gugup si" gerutu syifa dalam hati.
David menghela napas, "syukur kalo lo nggak papa. Oh iya ngomong-ngomong kenapa lo belum pulang? Udah sore ini apalagi mau hujan. Nanti kalo lo kehujanan kan lo jadi sakit. Juga nanti gue khawatir" cerocos david tanpa sadar ia berbicara lebih dari 1 atau 2 kata dan juga saat ia mengucapkan itu pipi syifa memanas karena mendengar ucapan david.
'Astaga, pipi gue pasti merah ini' batin syifa sambil memegang pipinya
David yang melihat pipi syifa merah, lantas ia pun jadi tambah khawatir, "Itu pipi lo kenapa kok merah? Wah apa jangan-jangan lo sakit? Bilang dong kalo lo sakit, jadi gue anterin lo. Ayo gue anterin" ucap david dengan memegang tangan syifa
"Ma-maaf gue refleks tadi" ucap david
'Ya allah gue kenapa si' merutuk dirinya kenapa ia bisa kelepasan
"I-iya nggak papa kok" jawab syifa
David yang sudah bisa meng kontrol dari gugup nya pun bertanya kepada syifa
"Kenapa lo belum pulang?" tanya david
"Eemmm.. gue lagi nunggu ojol nih tapi lama banget dari tadi nggak datang-datang" jawab syifa sambil melihat hp nya untuk mengecek sudah sampai mana ojol nya.
"Udah sore ini mau sampai kapan lo nunggu ojol nya, mending bareng sama gue aja" kata david tanpa memikirkan bagaimana kondisi jantung syifa
'Whattt?!!! dia ngajak gue pulang? wahh rezeki anak sholeh ini mah' batin syifa
"Nggak papa nih gue nggak ngerepotin lo?" tanya syifa
"Ck, sama siapa aja si lo. Yaudah ayo keburu hujan" ajak david sambil menaiki motornya lalu menyerahkan helm untuk syifa
"Ini helm nya, cepet dipake keburu hujan" ucap david
"Iyaa" jawab syifa
Lalu memakai helm yang diberikan oleh david dan menaiki motornya.
Syifa bingung ingin berpegangan dimana. Ingin di pundaknya nanti malah dikira ojol, kalo di perutnya nanti malah dikira modus.
David yang melihat syifa bingung ia pun menarik tangannya lalu melingkar kan di perutnya.
Syifa yang masih bingung bagaimana caranya ia pun kaget karena david menarik tangannya dan melingkar kan di perutnya.
Degg