Asyifa

Asyifa
Part 11



Degg


'ya ampun jantung gue, bener-bener ini ada yang ngga beres. gue harus periksa ke rumah sakit untuk menanyakan apa gue punya penyakit atau nggak' batin syifa


"Udah siap belum?" tanya david


"U-udah k-kok" jawab syifa gugup


David yang mendengar suara gugup syifa hanya tersenyum tipis.


"Oke, lo pegangan yang erat ya gue mau ngebut nih karena bentar lagi hujan" ucap david lalu melajukan motornya dengan kecepatan yang tinggi tanpa menunggu jawaban dari syifa


Syifa yang belum siap akhirnya ia refleks mengeratkan pelukan nya.


"WOYYYY JANGAN CEPAT CEPAT ELAH GUE BELUM SIAP MATIIII!!!!" teriak syifa karena tidak mungkin kan david mendengar suara kecilnya kalau ia tidak teriak


David menghiraukan teriakan dari syifa karena langit sudah mendung dan pasti hujan akan turun.


Di perjalanan david bingung kemana arah rumah perempuan itu. Akhirnya ia bertanya, "Rumah lo dimana?" tanya david dengan sedikit teriak


Syifa yang mendengar suara david walau agak samar samar tapi ia tau pasti david menanyakan dimana rumahnya.


"Belok kiri nanti ada gang, turunin gue disitu aja" balas syifa juga dengan teriak


"Oke" jawab david lalu menambah kecepatan motornya.


Skip


Akhirnya mereka sampai di gang yang tadi syifa sebut.


"Ini beneran sampai sini aja ga sampai rumah lo?" tanya david


"Iya nggak papa lagian juga udah deket, dan juga kayanya mau hujan deras jadi nggak usah repot repot lo anterin sampai rumah" ucap syifa sambil turun dari motor david lalu melepaskan helm nya dan memberikan kepada david


"Yaudah kalo gitu gue pulang dulu ya keburu hujan, nanti kalo gue kehujanan terus sakit lalu siapa yang mau antar jemput lo" ucap david sambil menampilkan senyumnya


degg


'ya ampun baru tau gue kalo dia punya senyum yang manis. Aaaaaaa... fix gue nanti ngga bisa tidur ini. Nggak gue nggak boleh baper siapa tau dia udah punya pacar' batin syifa sambil menggelengkan kepalanya lalu raut wajahnya berubah sedih


"Lo kenapa? kenapa lo geleng geleng kepala lo? apa kepala lo sakit? dan kenapa muka lo jadi sedih?" tanya david


Syifa yang tersadar pun mendongakan kepalanya dan


Degg


mata mereka berdua saling bertemu. david bisa melihat di dalam mata indah syifa terdapat kesedihan yang ia tidak tau apa yang ia sedih kan. Dan syifa melihat mata david yang begitu tajam dan indah membuat ia merasa nyaman. Ntahlah kenapa ia bisa seperti itu.


Syifa yang tersadar akhirnya memutuskan kontak mata lalu membuang ke arah lain.


David yang melihat itu pun hanya menghela nafas lalu mengulang pertanyaan yang syifa belum menjawab


"Sekali lagi gue tanya lo kenapa? kenapa lo geleng geleng kepala lo tadi? apa kepala lo sakit? dan kenapa muka lo berubah jadi sedih?" tanya david


"M-maaf g-gue nggak denger tadi pertama lo bilang apa, dan gue nggak kenapa napa kok, gue sehat, mana ada gue sedih perasaan lo kali" jawab syifa se tenang mungkin.


David yakin perempuan yang ada di depannya ini sedang berbohong tapi ia tidak bisa memaksakan agar ia bercerita kepadanya.


David menghela nafas sejenak sebelum ia menjawab, "Yaudah kalo lo ada apa apa cerita sama gue ya. jangan sungkan ya sama gue. gue bakalan dengerin semua cerita keluh lo" ucap david tulus


Syifa yang mendengar ucapan david pun matanya berkaca kaca menahan tangis yang ia pendam. Selama ini tidak ada yang pernah peduli dengannya kecuali intan, sahabatnya. selain itu, tidak ada yang peduli padanya.


David yang melihat syifa ingin menangis, menarik perempuan itu ke dalam pelukan nya sesekali ia mengusap rambut perempuan itu dan berkata,


"Kalo mau nangis, nangis aja nggak papa. nggak usah malu sama gue. kalo lo nggak kuat tinggal bilang sama gue, gue akan siap jadi pelampiasan semua rasa sakit lo. gue bakal jagain lo, emang gue nggak bisa janji karena gue nggak mau kalo gue janji dan lupa akan janji itu malah itu akan buat gue merasa jadi orang brengsek karena nggak bisa nepatin janji gue. jadi, gue mohon kalo lo ada apa apa cerita ya sama gue" ucap david sambil menenangkan syifa dan memberikan kekuatan pada perempuan itu.


Dia yang mendengar ucapan david pun akhirnya tangisan yang ia pendam pecah. Ia menangis di dalam pelukan david.


Disaat syifa menangis hujan pun turun begitu deras, menandakan hujan ikut dalam tangisannya.


David yang merasa bahwa syifa nangis, mengeratkan pelukannya sesekali ia mengusap kepala gadis itu agar merasa tenang. Ia tidak peduli baju nya basah yang terpenting gadis ini bisa menumpahkan segala penderitaan dibawah hujan yang begitu deras.


"Terimakasih hiks lo udah peduli sama gue, selama ini ngga ada hiks yang peduli sama gue kecuali intan hiks sahabat gue dari kecil. Keluarga gue nggak pernah peduli sama hiks gue karena mereka hanya peduli sama sepupu gue hiks. mereka nggak pernah ngelirik sekalipun ke gue hiks. Gue... " ucapan syifa terpotong oleh kalimat david


"Stttt.. udah udah ya gue ada disini, gue bakal peduli sama lo. gue bakalan jadi pelindung lo disaat semua orang nggak peduli sama lo. gue akan maju paling depan disaat semua orang menyakiti lo" ucap david sangat tulus


Syifa yang mendengar ucapan david yang begitu tulus semakin pecah tangisan nya dan mengencangkan pelukan nya.