
Tapi tanpa disadari oleh mereka ternyata ada orang yang mendengar percakapan mereka berdua
'Maafin gue syif, gue nggak bermaksud bilang seperti itu' batin seseorang yang tak lain adalah david
Ya david memang sedari tadi mendengar percakapan mereka.
Sebenarnya ia kembali ke uks untuk mengecek apakah syifa sudah bangun apa belum.
Tapi yang ia dapat pembicaraan mereka berdua yang sedang membahas tentang dirinya yang mengucapkan kata tidak pantas.
Ia pikir syifa tidak mendengar karena perempuan itu sedang tidur. tapi ia salah ternyata perempuan itu mendengar percakapn antara dirinya dengan intan.
Ia menyesal karena telah berkata seperti itu.
Ia memang membenci orang yang memiliki teman atau sahabat tapi tidak pernah memikirkan temannya itu.
Makanya ia emosi ketika tahu bahwa intan tidak menemani atau menjenguk syifa di uks.
Jadi ia refleks mengucapkan kata seperti itu.
Tak ingin ketahuan, akhirnya david pergi meninggalkan mereka berdua.
Skipp
Selepas acara berpelukan dan nangis nangis an tadi, kini mereka berdua sedang menunggu jemputan. ralat, syifa yang sedang menunggu jemputan intan.
Sambil menunggu jemputan intan, mereka berdua mengobrol dari hal yang lucu sampai hal yang receh.
Tapi mereka berdua tertawa bersama.
Tak lama ada mobil yang berhenti di depan mereka.
**Tinn
Tinn**
Lalu orang itu membuka kaca mobil
"Non intan, ayo pulang sudah di cariin nyonya dan tuan" ucap orang itu yang tak lain supir intan
"Eh iya pak" jawab intan
"Syif, lo pulang bareng gue aja ya? rumah lo kan jauh. apalagi lo nggak ada uang saku" sambung intan khawatir. ya syifa sudah menceritakan semua yang terjadi tadi pagi, maka itu intan mengajak pulang bersama karena ia tidak rela sahabatnya harus berjalan kaki jauh jauh.
"Nggak usah tan, gue jalan kaki aja. gue udah biasa kok, jadi ga usah khawatirin gue ya. lo tinggal pulang aja, nanti kalo gue udah sampai rumah juga gue kabarin lo" ucap syifa menenangkan
Syifa menolak karena ia tidak ingin merepotkan intan. ia tidak enak kepada keluarga intan karena terlalu sering membantu syifa. walaupun ia sudah dianggap seperti anak oleh keluarga intan. tapi ia juga tidak ingin merepotkan mereka.
Ia sebenarnya khawatir dengan sahabatnya itu, tapi ia tidak bisa membantah ucapan syifa.
"Hufttt... baiklah, kalo lo udah sampai rumah kabarin gue ya. awas aja kalo sampai lo lupa gue lempar ke rawa rawa" ancam intan
Syifa hanya tertawa kecil karena ia melihat ekspresi lucu sahabatnya itu.
"Ehhh kenapa lo ketawa?! apa ada yang lucu? gue nggak lagi ngelawak yaa syifaaaa" kesal intan. bisa bisanya ia sedang memberi ancaman kepada syifa malah perempuan itu menertawakannya.
"Ekspresi lo lucu tau, gemes gue tahu" ucap syifa
"Iya gue tau, gue emang lucu kok dari lahir malah. kemana aja lo baru tahu kalo gue gemesin" ucap intan PD
Syifa yang mendengar ucapan syifa ingin muntah, karena sahabatnya itu terlalu PD.
"Udah udah lah, sana lo pulang udah ditungguin ayah sama bunda. ntar kalo lo ilang kan gue yang repot" ucap syifa.
Ya Syifa memanggil orang tua intan dengan sebutan ayah dan bunda itu pun juga permintaan intan dan juga orang tua intan.
Intan memutar bola malas, "Ck, iya iya ini gue pulang. ehh tapi beneran ya lo kalo mau udah sampai chat gue" ucap intan
"Iya iya bawel deh" malas syifa
"Oke deh, byee syifa ku yang imuttt" teriak intan sambil berjalan ke arah mobilnya.
Syifa yang mendengar itu hanya geleng geleng kepala.
Intan akhirnya memasuki mobilnya dan mobilnya pun meninggalkan Syifa sendirian.
Melihat mobil intan pergi, syifa menghela nafas pelan.
'kapan gue dijemput kaya anak anak lain' batin syifa
Tak ingin terlarut dalam kesedihan, akhirnya ia pulang dengan berjalan kaki.
Di perjalanan, syifa bersenandung kecil untuk menghilangkan kegabutan dia.
Karena terlalu asyik ia tidak sadar bahwa di belakangnya ada yang mengikutinya sedari tadi.
Tak lama motor itu pun mendekat ke arah nya, dannnn
***Tinn
Tinn***