
"MAMA PAPA" teriak seorang pria yang baru saja keluar dari pesawat.
Karena teriakan pria itu semua yang berada di bandara mengalihkan pandangannya ke arah pria tersebut termasuk keluarga syifa.
Sinta - mama syifa mendengar suara teriakan langsung melihat asal suara. Mama terkejut melihat siapa yang berteriak sontak membuat mama berlari mengampiri pria itu dan langsung menghamburkan pelukannya.
"Sayang, mama kangen" ucap mama nangis
"Iya ma aku juga kangen sama mama" balas pria itu
"Udah ma jangan nangis dong masa yugo pulang lihat mama nangis sih" sambung pria itu yang tak lain adalah yugo.
"Mama nangis karena mama seneng akhirnya kamu pulang" kata mama
"Iya iya ma.. Yaudah ayo kita ke mereka" ucap yugo mengajak mama nya untuk menghampiri yang lain.
"Papa" ucap yugo
"Hei boy" balas papa yang langsung menarik yugo ke dalam pelukannya.
Lalu yugo melepaskan pelukan papa, dan menatap adik adik nya.
"Helo brother" sapa helga lalu melakukan ala laki laki ( aku ga tau namanya apa:v )
"Helo juga" balas yugo
"Halo bang" ucap mita
"Eh halo juga mit, wah lo ternyata disini ya" ucap yugo terkejut atau mungkin pura pura terkejut.
"Hehe iya bang bosen gue di rumah mulu. Karna gue inget kalian ya akhirnya gue kesini deh kan udah lama juga gue nggak kesini" ucap mita sedikit berbohong
Yugo tau jika mita berbohong tapi ia hanya mengangguk paham saja. Lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah samping helga lebih tepatnya adik kecilnya.
"Halo princess nggak kangen nih sama pangeran ganteng mu ini" goda yugo kepada syifa
Syifa yang mendengar godaan yugo untuknya ia menjadi malu dan langsung saja ia memeluk kakaknya dan di balas juga pelukannya.
"Ifa kangen bang, ifa mohon jangan tinggalin ifa lagi. Ifa takut, ifa sendirian" lirih syifa
Yugo yang mendengar suara lirih syifa membuat hatinya sakit. Ia tau pasti adik kecilnya ini selalu sakit entah itu batin ataupun mental.
"Iya abang juga kangen sama adik kecil abang ini. Abang akan terus di sisi kamu, jadi kamu nggak merasa sendirian lagi" balas yugo yang mempererat pelukan nya.
Helga melihat itu membuat hatinya menghangat dan sakit. Hangat karena adiknya tidak sedih lagi dan sakit karena ia tidak bisa menjaganya.
Tapi tidak dengan mita, ia menahan amarahnya melihat perlakuan yugo kepada syifa.
'awas kau syifa akan ku buat semua orang menjauhi mu' batin mita tersenyum miring
Tanpa disadari ada yang mendengar dan melihat mita tersenyum seperti itu.
'tidak akan kubiarkan kau menyakiti orang yang gue sayang'
'kau menyakiti orang yang gue sayang nyawa lo jadi taruhan nya'
Skip
Sekarang syifa sedang berada di kamar abang nya, yugo. Selepas dari bandara mereka langsung pulang dan yugo mengajak syifa untuk ke kamarnya.
Sudah 30 menit ia menunggu abang nya tapi dari tadi tidak terlihat batang hidungnya. Ia mulai kesal untuk mengalihkan kekesalan nya itu ia bermain game online.
Suara pintu kamar terbuka menampilkan orang yang sudah syifa tunggu tungu. Ia berjalan santai ke arah syifa.
Syifa yang menyadari ada seseorang pun menghentikan game nya dan ia mendongak melihat siapa orang itu.
Melihat orang yang ada di hadapannya membuat ia memutar bola malas. Ia langsung melanjutkan game nya tanpa menghiraukan orang yang ada di hadapannya.
Melihat syifa cuek membuat ia jengkel dan mengambil ponsel syifa.
Syifa yang melihat ponsel nya di rebut membuat ia menatap tajam ke pelaku.
"Oh sekarang udah berani nyuekin abang" ucap yugo
Syifa masih diam dan menatap tajam yugo.
Yugo menghela nafas pelan, "maaf abang tadi ada urusan sebentar jadi abang lama. Maafin abang ya Princess" ucap yugo memelas
Syifa yang tak tega pun memeluk abang nya.
"Jangan diulangi lagi ya bang" ucap syifa
Yugo yang mendengar syifa memaafkan nya pun membalas pelukan erat.
Syifa hanya mengangguk. Yugo melepaskan pelukannya dan menatap wajah syifa mulai dari alis, hidung, mata. Ia melihat di mata syifa terdapat kesedihan, kekecewaan membuat hatinya merasa di remas.
Ia terlalu lama meninggalkan adik kecilnya ini. Ia menghela nafas pelan.
"Kamu baik baik aja kan selama abang pergi" ucap yugo
Syifa hanya diam ia kelu untuk menjawab pertanyaan dari abang nya.
Melihat syifa diam, membuat ia menyimpulkan bahwa adik nya tidak baik baik saja.
"Kamu baik baik aja kan sama mereka?" tanya yugo
Syifa tau yang dimaksud mereka adalah keluarganya. Ia ingin menjawab jujur tapi mengingat ancaman dari orang tua nya membuat ia takut.
"Mereka baik kok sama ifa. Baik banget malah bang apalagi rumah ini kedatangan mita jadi ramai deh" balas syifa dengan senyum walau ia terpaksa tapi semoga abang nya percaya.
Yugo mendengar jawaban syifa, ia tau bahwa syifa berbohong. Tapi karena tak ingin memperkeruh suasana ia hanya menganggukan kepalanya.
Melihat yugo menganggukan kepalanya membuat syifa menghela nafas lega. Dan suasana menjadi hening
"Oh iya bang emang udah selesai dengan kuliah nya?" tanya syifa memecahkan keheningan.
"Udah tinggal nunggu sidang aja" jawab yugo
Syifa hanya ber oh ria kan.
"Yaudah yuk kita ke bawah pasti kamu laper kan?" tanya yugo
Syifa menyengir mendengar ucapan yugo. Yugo hanya tersenyum dan mengacak rambut syifa. Syifa yang diperlakukan seperti itu tersenyum senang karena sudah lama ia tidak diperlakukan dengan sayang.
"Yaudah ayo kita makan bareng" ajak yugo
"AYOO" teriak syifa dan langsung menarik tangan yugo untuk menuju ke ruang makan.
Yugo hanya geleng kepala melihat tingkah syifa. Ternyata adiknya masih sama kaya dulu.
Saat mereka turun, mereka melihat semuanya sedang berada di ruang keluarga. Keluarganya sedang menonton tv sesekali bercanda dengan mita yang menbuat lelucon.
Syifa yang melihat itu membuat hatinya sakit. Ia sudah biasa melihat keluarganya seperti itu tanpa kehadirannya.
Yugo tau apa yang dirasakan syifa, ia menggenggam erat tangan syifa mengatakan bahwa ia harus kuat.
Mita yang melihat yugo dan syifa turun mengajak mereka untuk menonton tv bersama.
"Eh kalian sini nonton tv bareng" ajak mita.
"Iya sini sayang nonton bareng udah lama loh kita nggak qtime bareng" ucap mama
"Nanti ya ma aku sama syifa mau makan dulu kasihan dia belum makan" ucap yugo
Mama yang mendengar jawaban penolakan yugo langsung menatap tajam syifa.
Syifa yang ditatap seperti itu tau maksud arti tatapan mama nya.
"Ngga usah bang, kita nonton aja lagian bener kata mama kita udah lama nggak quality time bareng" ucap syifa membuat mama senang.
"Ta-tapi kam-..." ucapan yugo berhenti tatkala melihat tatapan syifa.
Yugo menghela nafas, lalu menyetujui ajakan mama nya. Dan mereka berdua menghampiri keluarganya.
"Eh sini kamu duduk sama mama. Mama masih kangen" ucap mama
Yugo melirik syifa, syifa yang dilirik hanya pura pura tidak tahu lalu syifa langsung duduk di sebelah helga. Yugo tau syifa mengalah karena tak ingin membuat masalah.
"Ih ayo sini dong sayang duduk sama mama masa nggak mau si" ucap mama dengan raut sedih
"Iya ma yugo mau kok" balas yugo dan menghampiri mama nya untuk duduk di sampingnya.
Mereka menonton tv dengan tenang tapi mita membuat lelucon yang menurut syifa, yugo dan helga tidak lucu tapi melihat orang tuanya tertawa membuat mereka bertiga ikut tertawa seolah olah ucapan mita lucu.
Mita melihat syifa tertawa tersenyum miring, 'tersenyumlah sebelum kebahagiaan mu kurenggut semua' batin mita
Mita tidak menyadari bahwa ada orang yang menatap tajam ke arahnya.
'sebelum kau renggut kebahagiaan nya, kau dulu yang ku renggut'
~~
Maaf kalau bahasanya berbelit belit atau nggak pas karena aku nggak biasa ngomong pake bahasa indonesia apalagi gaul jadi mohon dimaklumi ya