Asyifa

Asyifa
Part 34



Sekarang syifa sedang berada dirumah intan. Mengapa ia bisa dirumah intan? Karena ia sedang belajar kelompok


Flashback on


Bel pulang berbunyi semua murid berhamburan keluar kelas untuk pulang tapi masih ada yang di sekolah karena mereka mengikuti eskul.


Syifa sedang membereskan buku nya dan memasukkan ke dalam tas nya. Di sela sela ia membereskan buku, intan membuka pembicaraan


"Eh syif, tadi ada tugas pelajaran bahasa indonesia di suruh kelompokan dan dikumpulkan besok. Dan lo sekelompok sama gue. Jadi, lo bisa kan hari ini ke rumah gue?" tanya intan


"Oh bisa tan tapi nanti pulang nya lo antar ya lo kan tau kalau gue..." jeda syifa


Intan yang mengerti pun mengangguk iya


"Iya.. Tenang aja nanti gue anter kok, kaya sama siapa aja haha" tawa intan


Syifa hanya tersenyum


"Yaudah ayo.. Kita keluar udah di tungguin sopir gue nih" ucap intan


"Yaudah ayo" jawab syifa


Lalu mereka berdua keluar dari kelas dan sesekali mereka berdua tertawa membahas yang ntah apa membuat mereka tertawa.


Sesampainya di gerbang, intan dan syifa langsung menemui supir pribadi intan


"Maaf pak, nungguin kita lama yaa" ucap intan


"Ehh nggak non, bapak juga baru sampai" ucap Pak Asep


"Yaudah atuh non, silahkan masuk" lanjut pak asep sambil membukakan pintu


"Ya ampun ga usah kali pak kita bisa kok buka sendiri" ucap syifa


"Nggak papa non, udah tugas saya" jawab pak asep


Lalu mereka berdua pun masuk ke dalam mobil, tak lupa pak asep langsung menutup pintu nya. Ia segera menaiki mobil dan langsung menyalakan mobil.


Flashback off


"Oh iya syif, gue mau tanya boleh ngga? Tapi gue ga enak" ucap intan


Syifa yang sedang menulis pun memberhentikan tangan nya.


"Emang lo mau tanya apa?" tanya syifa. Ia bingung kenapa tiba tiba intan ingin bertanya kepada nya tapi nada nya ragu


"Yakin nih nggak papa?" tanya intan ragu


"Iya nggak papa, ayo cepet lo pengen ngomong apa gue dengerin kok" jawab syifa meyakinkan intan


Syifa yang mendengar itu, langsung berubah menjadi murung.


Intan yang melihat ekspresi syifa berubah menjadi tidak enak.


"Emm... Kalau nggak mau jawab nggak papa kok syif.. Dan sorry gue nanya kaya gitu" ucap intan


"Eh enggak kok... Gue akan jawab kok" ucap syifa cepat.


Sebelum ia menjawab, ia menghela nafas pelan.


"Mereka masih memperlakukan gue kaya biasa malah kadang hampir setiap hari. Dan lo tahu kan kenapa gue nggak pernah bawa uang saku?" tanya syifa kepada intan yang dijawab anggukan


"Itu karena gue dapat hukuman dari mama gue. Karena tadi pagi gue bangun telat,dan biasa gue di ceramahi dengan kata kata pedas jangan lupakan juga mama gue membawa nama sepupu gue" ucap syifa sedih


Intan yang mendengar itu hanya memandang syifa sendu. Jika ia seperti syifa, pasti ia tidak akan kuat dan lebih memilih pergi atau bunuh diri.


Tapi sekali lagi, ia bukan syifa. Yang tegar, kuat, sabar menghadapi masalah yang bertubi tubi.


"Udah ya lo tenang, lo masih punya gue, bunda, ayah, bang edwin. Lo nggak merasa sendiri. Lo masih ada kita. Kalo lo ada masalah, bisa minta bantuan ke gue, bunda, ayah ataupun bang aldi dan bang edwin. Juga kalo lo mau nginep di rumah gue juga nggak papa, kan lo udah dianggap keluarga. Jadi lo jangan merasa sendiri ya" ucap intan tulus


Syifa yang mendengar ucapan sahabatnya langsung saja ia memeluk intan dan saat itu juga tangisan yang ia tahan akhirnya keluar juga.


"Makasih hiks makasih karena lo hiks udah mau jadi sahabat gue hiks mau dengerin keluh kesah gue hiks juga makasih udah anggap hiks gue sebagai keluarga lo apalagi hiks orang tua dan abang lo hiks gue ga tau harus gimana lagi hiks cara bales budi ke keluarga lo hiks" ucap syifa


Intan membalas pelukan sahabatnya tak kalah erat.


"Iyaa lo ga perlu makasih sama gue. Karna kita juga berteman udah lama dari kecil malah. Jadi gue mohon lo ga usah sungkan ya sama gue apalagi keluarga gue. Kalo lo butuh sesuatu bisa kok kesini. Pintu rumah ini terbuka lebar untuk lo" ucap intan sambil mengelus punggung syifa


"Iya hiks sekali lagi makasih ya hiks" ucap syifa yang masih menangis di dalam pelukan intan.


Intan melepas pelukan nya, dan menghapus air mata syifa yang berada di pipi chubby nya.


"Udah udah ga usah nangis atau sedih lagi ya. Lo harus kuat. Ingat, lo ga sendiri" ucap intan


Syifa menganggukan kepala nya


"Udah ih masa lo nangis terus tuh ingus lo keluar mulu" ucap intan jijik


Syifa langsung saja berlari ke arah kamar mandi dannnnnnn


"INTANNNNNN"


Di luar kamar mandi, intan tertawa terbahak mendengar teriakan dari syifa.


Tanpa disadari, ada yang melihat semua itu.


'Intan bener, kamu ga sendiri masih ada bunda, ayah, bang aldi dan bang edwin. Jadi jangan merasa sendiri lagi. Abang janji akan menjaga kamu seperti abang menjaga intan'