Asyifa

Asyifa
Part 19



Cklek


David yang melihat pintu uks terbuka langsung saja mendekati orang itu dan menanyakan berbagai pertanyaan bertubi tubi


"Gimana keadaan nya? apa ada hal serius? sakit nya nggak parah kan? ga ada yang luka kan? hoiii jawab dongg" tanya beruntun david


Orang yang berada di depan nya pusing mendapat serbuan pertanyaan dari king ice ini.


"Sabar dong, kalau mau tanya itu satu satu" ketus orang itu yang bernama anis


"Keadaannya baik baik saja, hanya mengalami pusing. mungkin dia belum sarapan jadinya ia pingsan. tidak ada luka yang serius dan ia belum sadar. nanti kalau dia sudah sadar berikan dia roti dan teh hangat yang sudah disediakan" jawab anis


David yang mendengar jawaban anis menghela nafas. Ia bersyukur kalau syifa tidak terjadi apa apa.


"Oke, sekarang minggir gue mau masuk" ucap david dingin


Anis memutar bola malas, "tadi cerewet sekarang ke mode dingin lagi, hadehh" gumam anis yang dapat di dengar oleh david


David yang mendengar itu hanya acuh dan langsung saja masuk tanpa menghiraukan anis yang masih di depan pintu.


Ia berjalan menuju ranjang yang di situ ada syifa yang sedang terbaring.


David duduk di sebelah ranjang yang memang sudah di siap kan. Lalu mengambil tangan syifa dan menggenggam nya.


"Kapan lo bangun. gue khawatir sama lo saat tadi lo pingsan. kenapa lo nggak bilang kalau lo belum sarapan tadi pagi, kan jadinya gue nggak akan maksa lo buat upacara. Oh iya kalau lo kenapa napa bilang ya sama gue jangan sungkan, anggap aja gue adalah keluarga lo" ucap david sesekali mengelus kepala syifa


Tanpa disadari, syifa mendengar semua ucapan david. Ia terenyuh karena ada yang peduli dengannya selain intan.


'Makasih karena lo udah peduli sama gue vid, mungkin gue akan coba untuk menerima lo di kehidupan gue. tapi gue takut kalo lo nantinya bakalan ninggalin gue' batin syifa


Karena terlalu lama menunggu syifa bangun, tiba tiba ia merasa kantuk menyerangnya dan tak lama ia tertidur dengan masih menggenggam tangan syifa.


Syifa yang memang sudah bangun pun membuka mata nya. Saat ia membuka mata nya, tatapan nya langsung jatuh ke tangannya yang sedang di genggam oleh david dan ternyata david tertidur.


Senyuman tipis muncul di bibir mungil syifa.


Tangannya yang satu mengelus rambut david, sesekali memainkan rambut david.


"Gue akan coba terbuka sama lo vid, tapi gue harap lo nggak ngecewain gue" gumam syifa


Syifa merasa bosan dan tak lama ia ikut tertidur dengan tangannya yang masih mengelus kepala david.


Bel pulang sudah berbunyi sejak 30 menit yang lalu, tapi tidak membuat dua orang di dalam uks terusik.


'Tokk


'Tokk


Suara ketukan dari pintu, membuat tidur david terusik.


Enghhh


David membuka matanya dan melihat jam tangan sudah jam 15:30 ternyata ia sudah berada di uks terlalu lama.


Tiba tiba pandangan nya terhenti saat ia merasakan ada sebuah tangan di atas kepalanya dan ternyata itu adalah tangan syifa


'Berarti tadi syifa bangun dong, kok gue nggak tahu ya' batin david


'Tokk


'Tokk


Suara ketukan terdengar lagi dari arah pintu membuat david penasaran.


Akhirnya ia bangkit dari kursi nya dan menghampiri pintu itu.


'Ceklek


"Ishhh lama banget sih buka pintunya nggak tahu apa gue nungguin lama, nggak tahu ya rasanya menunggu itu gimana" gerutu orang itu


Dahi david mengkerut melihat siapa yang di depan nya


'Ternyata teman nya syifa toh. mau maunya syifa temenan sama orgil kek dia' Batin david


Tahu kan siapa yang di maksud david? Benar, dia adalah intan sahabat syifa.


David berdeham keras membuat gerutuan tidak jelas dari intan terhenti.


Intan mendongak melihat siapa yang berdeham tadi.


'KYAAA