
"Masa si-..." ucapan lintang terpotong oleh suara teriakan.
"OH TERNYATA KAMU DI BELAKANG AKU SELINGKUH YAAA"
Seketika semua orang memandang orang yang berteriak.
Sedangkan lintang sudah menatap tajam kepada si pelaku.
Orang yang ditatap hanya cengengesan tak jelas sambil mengangkat tangannya membentuk peace.
Lintang menghela nafas kasar, lalu memandang semua orang yang kini tengah menatap meja mereka.
"Apa hah liat liat?!! Beneran mau gue colok tu mata!!! " teriak lintang marah
Karena takut kena amukan akhirnya mereka kembali dengan aktivitasnya.
Syifa masih memandang orang yang berteriak tadi, sedangkan orang yang menjadi tersangka hanya senyum tidak jelas.
"Eheh maaf lah lin.. Lagian lo bukannya nungguin kita malah pergi duluan eh tau taunya nyamperin bidadari yang cantik ini" ucap orang itu yang tak lain adalah teman lintang si Arka.
Lintang yang mendengar ucapan sahabatnya itu memutar bola malas dan seketika menatap tajam karena mendengar bagas menggoda miliknya.
Arka yang melihat itu hanya cengengesan tak jelas lalu tanpa ada yang menyuruh ia langsung duduk diikuti teman temannya yang lain.
"Iya nih bener kata Arka lo malah ninggalin kita kita" ucap Vino
"Dasar teman lucknut" sambung Vano
Lintang hanya diam.
"Eh kenalin dong lin tu cewek siapa" ucap bagas menunjuk syifa
"Ngomong syif" ucap lintang kepada syifa
Syifa yang ingin menjawab tiba tiba intan sudah ada di depannya. Membuat ia mengurung kan niatnya.
"Loh syif mereka siapa?" tanya intan yang bingung dengan mereka kecuali lintang. Karena syifa pernah cerita dan mereka pernah bertemu.
"Mer-.." ucapan syifa terpotong oleh suara arka. Syifa kesal karena dari tadi ia ingin berbicara di potong terus oleh mereka.
"Kenalin nama gue Arka Zayidan biasa dipanggil arka tapi kalau lo mau manggil gue sayang juga boleh" ucap arka sambil menaikkan kedua alisnya ke intan
Semua yang melihatnya memutar bola malas terutama intan. Intan sudah biasa dengan orang orang yang seperti itu. Jadi ia tidak kaget.
"Oh" singkat intan lalu duduk di sebelah intan.
Mendengar jawaban singkat dari intan semuanya tertawa.
"Haha ***** baru kali ini gue liat si arka di cuekin sama cewek" ucap vino
"Iya bener.. Hahaha mungkin dia udah jelek kali makanya udah nggak ada yang mau" sambung vano
"Emang dia jelek" ucap lintang singkat, padat dan jelas membuat semua orang yang mendengar ucapan lintang tertawa terbahak.
Sedangkan yang menjadi korbannya hanya memasang raut cemberut nya.
"Ihh mana ada yang nggak tertarik sama wajah tampan gue ini. Gue tau kalau kalian iri kan sama gue" ucap arka sambil memegang rambutnya.
Mendengar penuturan arka, mereka berdecak. Tidak mau meladeni ketidakwarasan arka mereka memilih acuh.
"Ehem.. Oke kenalin nama gue alvino aleric dan ini kembaran gue alvano aleric" ucap vino sambil menunjuk vano.
Intan dan syifa mengangguk paham.
"Kenalin nama gue intan" ucap intan
"Syifa" singkat syifa
Intan mendengar sahabtnya yang cuek itu hanya mendengus.
"Maaf ya.. Maklumin aja dia orangnya gitu" ucap intan meminta maaf
Semua mengiyakan. Lalu mereka melanjutkan dengan mengobrol ringan. Sampai bunyi bel masuk berbunyi.
"Eh udah ada bel masuk tuh, kita duluan ya" pamit intan kepada lintang cs
"Iya belajar yang bener ya beb, biar cepet pinter supaya bisa ngajarin anak anak kita besok" ucap arka ngawur
Intan yang malas meladeni arka langsung saja menarik tangan syifa lalu pergi meninggalkan lintang cs.
"Yang sabar ya" ucap lintang dan pergi untuk menuju ke kelas.
"Ka, yang sabar ya kuatin hati lo" kekeh vano lalu menyusul lintang diikuti vino.
Arka masih diam bergeming di tempat.
"Ngenes banget sih gue. Gini ya rasanya di cuekin" gumam arka.
Skip
Saat ini syifa sedang berada di bandara untuk menjemput kakaknya yang ia sangat rindukan. Sebenarnya ia malas karena pasti ia di bandara akan di acukan tapi karena ancaman papa nya terpaksa ia ikut.
Flashback on
"*Makasih ya lin, udah mau anterin gue sebenarnya sih ga usah. Gue nggak mau ngerepotin lo" ucap syifa tak enak karena ia sudah merepotkan lintang.
"Nggak papa. Buat lo gue nggak merasa di repotkan kok" jawab lintang senyum.
Syifa yang melihat lintang tersenyum seketika ia terpesona.
'datar aja ganteng apalagi senyum kaya gini bikin gue diabetes dah' batin syifa
"Iya gue tau kalau gue ganteng, ga usah segitu juga kali liatinnya" goda lintang
Syifa mendengar hal itu membuat pipinya memanas.
"Cie blushing ni yee" ucap lintang sambil menoel pipi syifa.
Perlakuan lintang membuat ia tidak bisa menyembunyikan salah tingkah nya.
"Apaan sih udah sana pulang lo"ketus syifa
"Iya deh neng galak amat si" goda lintang semakin jadi.
"Ishhh sana pulang lintang!!" geram syifa
Lintang malah terkekeh, ia ingin menggoda syifa lagi tapi karena ia ada acara jadi ia tunda.
"Iya iya ini gue mau pulang" ucap lintang
"Oh iya jangan lupa makan, istirahat yang cukup jangan begadang oke" tambah lintang
Syifa hanya berdehem. "Yaudah sana pulang gih" usir syifa
"Ngusir nih" ucap lintang
Syifa menatap tajam lintang, dan lintang hanya terkekeh. Lalu ia menyalakan motornya, sebelum ia melajukan motornya ia menatap syifa.
"I love you" ucap lintang dan langsung melajukan motornya meninggalkan syifa yang mematung mendengar apa yang di dengarnya.
Syifa memegang dadanya yang berdetak kencang. 'i love you too' batin syifa
Karena tak ingin ada yang melihat ia langsung saja masuk ke dalam rumahnya.
Ia membuka pintu rumahnya dan langsung saja ia berjalan santai untuk pergi ke kamarnya.
Sebelum ia menaiki tangga, tiba tiba ada suara
"Nanti kamu ikut jemput yugo. Nggak ada bantahan" tegas papa
Syifa hanya menganggukkan kepalanya.
"Oh iya saya peringatkan kembali jangan pernah kamu mengadu kepadanya dan bersikap seperti biasa agar ia tidak curiga, paham" ucap papa lalu pergi meninggalkan syifa yang diam.
Syifa menghela nafas pelan, lalu ia melanjutkan langkahnya untuk menuju ke kamarnya.
Flashback off*
"Ih ini si yugo mana sih pa. Kok lama banget keburu mama kangen ini"cemberut mama pada papa
"Sebentar sayang mungkin sedikit ada kendala. Udah udah jangan cemberut gitu masa mau jemput anaknya mukanya gitu. Senyum dong" ucap papa senyum. Mama yang melihat itu langsung saja tersenyum dan memeluk papa.
Syifa, helga, dan mita hanya menyaksikan keromantisan mereka. Lalu mereka bertiga hanyut dalam pikiran masing masing sebelum suara membuyarkan mereka.
"PAPA MAMA"