Asyifa

Asyifa
Part 43



Hari ini sekolah menyuruh para siswa nya untuk memakai pakaian bebas tapi sopan. Dan itu membuat siswa bersorak ria. Walau kepala sekolah sudah memperingatkan agar memakai pakaian sopan tapi ada saja yang tidak mematuhi.


Sekarang syifa sedang berada di cermin memastikan penampilannya tidak buruk. Ia sekarang menggunakan baju kemeja kotak-kotak dipadukan dengan celana baggy pants dan sepatu putih. Ia juga tidak terlalu ribet untuk memakai make up karena ia hanya menggunakan liptint dan juga sedikit tipis mengoleskan bedak di wajahnya.


Merasa sudah semuanya ia mengambil tas nya dan langsung turun untuk ikut sarapan. Walaupun ia harus siap mental maupun fisik.


Ia melihat keluarganya sudah berkumpul di meja makan kecuali mita. Tumben sekali bocah itu belum kelihatan. Tanpa ambil pusing ia berjalan menuju meja makan dan menyapa mereka.


"Pagi ma pa"


"Pagi bang"


"Pagi juga princess" balas yugo


"Pagi" singkat mereka


Walau respon mereka masih sama tapi tidak apa-apa. Ia duduk di samping yugo.


"Kamu mau makan apa princess? Biar abang yang ambilin kamu" ucap yugo menawarkan


"Ehm aku ambil sendiri aja bang. Abang lanjutin aja makannya" balas syifa. Ia ingin sekali menjawab apa yang ia inginkan karena sudah lama ia tidak diperlakukan seperti itu. Tapi ia merasa orang tuanya menatap tajam ke arahnya dan itu membuat syifa enggan.


"Loh kok gitu si. Nggak papa biar abang yang ambilin sini. Abang kan bisa makan nanti" ucap yugo heran tapi melihat tatapan tajam dari orang tuanya membuat ia paham.


"Nggak usah bang beneran"


"Udah dong kalau dia nggak mau nggak usah dipaksa yugo. Biar dia ambil makanannya sendiri. Kamu lanjutin aja makannya" ucap mama


Mau tak mau yugo menuruti perkataan mama nya karena tak ingin pagi-pagi sudah ada masalah hanya masalah kecil.


Syifa yang sudah tak berselera makan pun hanya menatap makanannya.


"Pagi ma, pa"


"Pagi abang semua"


"Pagi syifa" sapa mita yang dibalas hangat oleh mereka tidak seperti dirinya tadi.


"Pagi juga sayang"


"Pagi juga mit"


"Hm" yugo hanya membalas dengan deheman karena malas melihat bocah tengil itu.


Mita langsung duduk di sebelah mama padahal dulu hanya dia yang boleh duduk di dekat mama nya. Tapi sekarang sudah digantikan.


"Wah lihat ini cantik sekali mita ya pa" puji mama


"Iya ma benar dia memang sangat cantik sekali" balas papa


Mita yang mendengar tersenyum bangga dan menatap remeh pada syifa. Syifa yang melihat tatapan itu langsung membuang muka.


"makasih ma pa. Padahal mah mita biasa aja kok hehe" ucap mita malu atau pura-pura malu.


Helga dan yugo mendengar mita dipuji malah membuat mereka ingin mual. Mending muji syifa walaupun sederhana tapi dia tetap cantik daripada bocah tengil itu. Bagaimana ingin mual pakai baju aja pas malah membuat memperlihatkan setiap lekukan tubuhnya, terus memakai make up seperti tante girang. Dan modelan seperti itu dibilang cantik? Wah mungkin mata mereka yang melihatnya itu rabun.


"Nggak seperti yang itu, pakai baju aja sederhana banget nggak kaya kamu. Terus harusnya mukanya tuh dipoles biar nggak malu-maluin" sindir mama pada syifa.


Syifa hanya diam ia tidak ingin membalas ucapan mama nya. Biarlah mama nya berkata apa. Sudah kebal syifa. Tapi tidak seperti helga dan yugo, mereka menahan amarahnya pada mama nya. Mereka akui memang penampilan syifa cukup dibilang simple. Dan untuk wajah pasti syifa hanya menggunakan sedikit bedak dan liptint tapi itu tidak menutup kecantikan syifa.


Syifa merasakan aura kemarahan dari kedua abang nya. Ia tahu abang nya itu pasti sedang menahan marah. Sungguh, ia ingin pergi saja daripada berada disini tapi hanya membuat masalah. Ia beranjak dari kursi nya.


"Ma, pa, bang, mit aku pergi ke sekolah ya. Assalamualaikum" pamit syifa.


"Waalaikumsalam, hati-hati ya sayang" jawab yugo lembut


Syifa hanya mengangguk dan tatapan nya berhenti pada orang tuanya. Ia memandang kedua orang tuanya sendu. Kapan mereka akan berbaikan.


'Maafkan abang dek. Abang belum bisa mengembalikan semuanya. Tapi tunggu sebentar lagi pasti semuanya akan kembali seperti dulu'


***


Syifa sedang menunggu angkutan umum tapi tidak ada yang lewat. Diliriknya jam tangannya. Sudah pukul 06:55 yang berarti 10 menit lagi masuk. Ia panik karena tak ada satu pun yang lewat.


Ia melihat ada motor yang dimana pengendara nya memakai baju almamater sekolahan nya. Melihat itu ia tersenyum bahagia.


"Bang berhenti" ucap syifa mencegat pengendara itu.


"Gue ikut lo ya, plis. Lo satu sekolah kan sama gue? Kalau dilihat-lihat lo satu sekolah sama gue karena lo pakai almamater sekolah gue. Plis ya gue nebeng" ucap syifa memohon.


Sang pengendara motor pun diam tak bergeming. Membuat syifa jengkel.


"Isss jawab kek malah diam mulu deh" kesal syifa. Tanpa syifa sadari pengendara itu tersenyum tipis melihat tingkah syifa yang kesal.


Lalu ia membuka kaca helm nya dan membuat syifa mematung.


'Di-Dia kan' batin syifa


"What!! Lo david?!!!" teriak syifa


"Jangan teriak" singkat david


Syifa hanya menyengir. "Oh iya vid, gue ikut lo ya. Gue dari tadi nunggu angkutan umum nggak ada yang lewat" yang hanya dibalas deham oleh david.


"Hah boleh? Wah makasih david" girang syifa tanpa menunggu lama ia langsung menaiki motor david dan hampir saja motor yang ia naiki oleng untung david bisa mengimbangi.


"Hehe sorry deh vid" syifa menyengir sambil mengangkat dua jarinya membentuk peace.


David hanya geleng kepala, lalu ia langsung melajukan motornya.


***


Sekarang syifa sedang meratapi nasibnya. Bagaimana tidak sekarang ia sedang berjemur di lapangan sambil hormat ke tiang bendera. Karena menjalankan hukumannya dikarenakan ia terlambat. Yap, memang tadi mereka berdua sampai di sekolahan tepat saat gerbang ditutup. Jadi mau nggak mau harus dihukum.


"Duh, panas banget. Kapan sih ini jam ke 3 tiganya lama betul" keluh syifa sesekali mengelap keringat.


David hanya diam tanpa membalas keluhan syifa. Sebenarnya ia juga kepanasan tapi mau gimana lagi. Kalau tidak dijalankan pasti akan ditambah lagi hukumannya.


Wajah syifa sudah dipenuhi oleh keringat dan juga ia pusing mungkin karena efek belum sarapan. Karena sudah tidak tahan akhirnya ia pingsan.


Bruk


Untung saja david siap menangkap tubuh syifa agar tidak jatuh. David menepuk pelan pipi syifa tapi tak ada tanda-tanda sadar. Akhirnya ia langsung menggendong syifa ala bridal style menuju ke uks. Dan perlakuannya mendapat teriakan histeris dari para siswi.


"Kyaaa itu kak david gendong kak syifa'


'Ihh kak david so sweet banget sih'


'Halah palingan dia pura-pura pingsan biar di gendong'


'Caper nya mbak nya yaa'


'Aku mau juga dong di gendong kak david'


'Sini sama aa aja neng'


David tidak menghiraukan teriakan siswa. Sesampainya di uks, ia langsung merebahkan tubuh syifa dengan pelan. Lalu di selimutkannya tubuh syifa.


"Kalian jaga dia. Buatkan dia teh hangat. Kalau dia sudah sadar tolong kasih dia sarapan dan teh hangatnya. Saya pergi dulu" ucap david pada salah satu pmr yang dibalas anggukan. Lalu david pergi meninggalkan uks.


***