Asyifa

Asyifa
Part 35



Sekarang syifa sedang berada di kamarnya, selepas dari rumah intan iya langsung pulang karena takut orang tuanya khawatir.


Tunggu? Khawatir kepada syifa? Jangankan khawatir, diberi kasih sayang saja tidak. Yang ada hanyalah tamparan, pukulan, cacian bukan kasih sayang.


Mengingat perlakuan semua itu, syifa menghela nafas pelan. Tanpa sadar ia meneteskan air matanya.


"ma, pa, hiks kapan kalian berhenti hiks nyakitin ifa. Ifa kangen hiks sama kalian. Kangen sama mama hiks yang setiap malam selalu ceritain kisah hiks kalau ifa belum hiks tidur. Ifa juga hiks kangen sama papa hiks yang selalu ngelindungin ifa hiks dari orang orang yang hiks jahat sama ifa. Tapi kenapa hiks kalian berubah semenjak hiks mita tinggal disini hiks. Ifa bingung sama hiks diri ifa sendiri hiks. Apa pernah ifa hiks bikin salah sama kalian hiks sampai-sampai kalian nyakitin ifa hiks bukan fisik hiks tapi mental ifa juga hiks. Kenapa kalian jahat hiks KENAPA!!!" teriak syifa dengan air mata yang mengalir deras


"Kenapa kalian sakitin ifa hiks kenapa" lirih syifa


Helga yang akan ke kamar kebetulan kamarnya ada disamping syifa tiba tiba berhenti mendengar adik kecilnya itu berteriak dan suaranya seperti orang sedang menangis.


Helga sedikit membuka pintu dan melihat syifa sedang menangis. Seketika hati helga tercubit tatkala melihat adik kesayangannya itu menangis histeris. Ia tau mengapa adiknya itu menangis.


Helga menghela nafas pelan, lalu menatap syifa sendu.


"Maafin abang dek, abang bener bener nggak becus jadi abang. Kalau bang yugo tau kamu nangis karena abang dan mama sama papa nyakitin kamu pasti dia akan sangat marah besar" ucap helga


"Plis dek bertahan ya abang akan selesaikan semua ini dengan cepat, bersabarlah" lanjut helga


Karena tak kuat melihat syifa akhirnya ia pergi menuju ke kamarnya tak lupa ia menutup pelan pintu kamar adiknya.


Syifa yang kelelahan karena menangis tanpa sadar ia tertidur.


Skip


Pagi hari ini syifa bangun lebih awal. Ia tidak tahu mengapa merasa seperti semangat sekali. Tidak biasanya ia seperti ini.


Ia sedang memoleskan sedikit bedak ke wajahnya tak lupa ia menggunakan liptint untuk menutupi bibir pucat nya.


Dirasa semua sudah selesai, ia mengambil tasnya dan segera turun.


Ia turun dengan langkah sangat pelan saat melihat diruang makan ada mama, papa, mita dan abang nya.


Mita yang melihat syifa turun ia tersenyum miring.


"Wih tumben syif lo bangun awal biasanya masih molor jam segini" sindir mita


Semua yang ada di ruang makan mendengar ucapan mita seketika melihat kearah tangga lebih tepatnya syifa yang sedang turun.


"Tumben nih udah bangun biasanya belum bangun keliatan semangatnya lagi" ucap mama ikut menyindir


"Di jemput sama pacar nya kali ma, kan nggak mau pacar nya dateng eh orang yang di datengin masih molor" balas mita


"Anak kaya dia punya pacar? Mana ada yang mau, cantik juga nggak malah cantikan kamu mit" ucap mama


"Oh iya dong ma aku kan tiap hari perawatan" balas mita dengan menyombongkan diri


'Cih cantikan dari mana orang muka tebel sama make up, cantikan juga adik gue kemana mana' batin helga yang muak dengan mita


"Udah udah kalian cepetan sarapannya." ucap papa melerai


"Nanti yugo akan pulang dan untuk kamu" ucap papa sambil menunjuk syifa


"Bersikaplah seperti biasa agar yugo tidak curiga dan jangan pernah kamu mengadu kepada yugo yang selama ini kita perbuat ke kamu. Kalau sampai saya tau kamu mengadu ke yugo habis kamu" lanjut papa dengan tatapan tajam dan dingin


Syifa yang mendengar abang pertamanya akan pulang merasa bahagia. Mungkin ini yang membuat dirinya semangat hari ini. Tapi mendengar ucapan terakhir dari papa membuat syifa menjadi murung.


"Kamu dengar tidak" sentak papa


"I-iya pa" ucap syifa lirih


"Bagus, karena hari ini yugo akan pulang kamu boleh sarapan bareng kita" ucap papa


"Loh nggak bisa dong pa. Papa gim-.. " ucap mama terpotong dengan ucapan papa


"Nggak ada bantahan" ucap papa tegaa


Mama yang mendengar itu hanya mendengus kasar. Mita yang memang licik berpura pura akting


"Udah ma, sekali kali nggak papa kan cuman hari ini aja" ucap mita sambil mengelus lengan mama


"Iya kamu bener" balas mama senyum


"Yaudah kamu duduk lalu makan. Saya nggak mau nanti anak pertama saya menanyakan keadaan kamu yang melihat tidak terurus" ketus mama


'Kenyataannya emang nggak keurus' batin syifa


"Iya ma" jawab syifa dengan senyum getir


Mita yang memang tak pernah ingin melihat syifa bahagia langsung melancarkan aksinya.


"Ma, aku mau ayam itu dong" rengek mita ke mama


"Iya sayang" balas mama lembut lalu mengambilkan ayam untuk mita.


"Makasih mama" ucap mita lalu mengecup pipi mama. Dan mama hanya tersenyum


Syifa melihat itu semua, karena ia tidak kuat ia hanya memakan roti. Lalu ia bangkit dari duduk nya.


"Ma, pa, bang, mit aku berangkat dulu. Assalamualaikum" ucap syifa lalu pergi meninggalkan ruang makan.


Helga yang memang sedari tadi melihat adegan dari mama nya menyindir syifa sampai mengambilkan ayam untuk mita hanya bisa memandang adiknya.


Ia tahu adiknya itu hanya sarapan dengan roti karena ia tidak ingin melihat adegan yang seharusnya itu untuk syifa.


Helga menghela nafas pelan, lalu ia bangkit.


"Ma, pa aku berangkat dulu" ucap helga sambil menyalami orang tua nya.


"Iya hati hati, jangan ngebut ya" ucap mama


"Iya ma, assalamualaikum" ucap helga


"Waalaikumsalam" balas mama dan papa


Mita yang melihat helga pergi buru buru ia menyalami orang tua helga.


"Yaudah ma, pa mita juga pamit ya aku udah ditinggal bang helga nih" ucap mita terburu buru sambil menyalami


"Iya hati hati sayang" balas mama


"Oke ma" teriak mita yang hanya dibalas geleng geleng oleh mereka.


Tiba tiba raut wajah mama berubah sendu. Papa yang mengerti lalu mengelus punggung istri tercintanya.


"Semua akan baik baik saja" ucap papa menenangkan mama


"Semoga" balas mama penuh harap


Helga menuju garasi untuk mengambil motornya dan langsung menyalakannya. Ia juga tidak lupa memakai helm. Saat ia akan melajukan motornya tiba tiba ada orang yang memanggilnya.


"Bangggg, tungguin gue ikut" teriak seorang perempuan yang tak lain adalah mita


Helga yang mengenali suara itu hanya mendengus kasar. Lalu ia membuka kaca helm nya dan memandang datar orang yang di hadapannya.


"Gue ikut ya bang" ucap mita


"Nggak" singkat helga


"Plis bang gue ikut yaa" ucap mita memelas


"Nggak" jawab helga singkat


"Ihhh plis lah ba-.." ucapan mita terpotong oleh kalimat helga


"GUE BILANG NGGAK YA NGGAK LO DENGER NGGAK SIH!" Bentak helga


Mita yang mendengar bentakan helga langsung diam.


Helga yang melihat mita diam tidak peduli lalu ia menutup kaca helmnya dan langsung menyalakan motornya meninggalkan mita yang masih diam.


Mita melihat helga pergi mengepalkan tangannya menahan amarahnya.


'Awas saja kau syifa' batin mita penuh dendam