Asyifa

Asyifa
Part 23



Membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke rumah syifa.


"Stopp.. berhenti disini aja" ucap syifa


"Loh ini kan gang, emang nggak jauh dari rumah lo? ntar malah jauh dari rumah lo gimana? masa iya gue tega ngebiarin cewek jalan kaki jauh jauh" cerocos Lintang


Syifa memutar bola malas, "Ck, lebay banget sih. Rumah gue deket kok, nggak jauh. jadi nggak usah khawatir sama gue. Udah lah gue mau pulang, males debat sama cowok lebay kaya lo" ucap syifa turun dari motor lintang.


Sebelum melangkah pergi, tiba tiba lintang menarik tangan syifa


Degg


'Astaga ni jantung kenapa si, wah bahaya nih lama' batin syifa


'Lah kenapa sih ini dengan jantung gue, nggak biasanya kaya gini. jangan jangan.. wah harus ke dokter ini' batin lintang


Syifa yang sudah sadar, langsung menarik tangannya.


"Apaan sih, kalo mau ngomong tinggal ngomong nggak usah pake acara narik tangan gue segala" ucap syifa


"Sabar napa sih, galak amat deh" jawab Lintang


"Cepetannnn begoooo" kesal syifa karena sedari tadi lintang tidak bicara bicara malah bertele tele


"Gue mau ngomong itu helm nya dilepas dong, lo mau bawa pulang helm gue? kalo lo mau si nggak papa, itung itung kalo mau bonceng gue nggak perlu butuh helm lagi" ucap lintang


Syifa yang mendengar itu lalu langsung melepas helm nya dan menyerahkan ke lintang kasar


Dan syifa langsung meninggalkan lintang sendirian.


'Anjirr gue malu kenapa gue bisa lupa sih. Oh iya gue lupa belum bilang makasih ke dia tapi udah lah ngapain bilang makasih ke cowok ngeselin kaya dia' batin syifa


"Oyyyyyy... lo belum bilang makasih sama gueee" teriak lintang


"Bodo gue nggak denger" balas teriak syifa dan mempercepat langkahnya


Lintang yang melihat tingkah syifa hanya geleng geleng kepala.


'Lucu' batin lintang


Lintang langsung menaiki motornya dan melajukan motornya.


'Skipp


"ck, apaan sih pake acara lupa lepas helm. kan gue jadi malu. anjirrt gue malu banget" gerutu syifa


Syifa tidak sadar bahwa ia sudah sampai di depan rumah nya.


Dan di depan sudah ada papa dan mama nya.


"tumben mama sama papa udah di rumah biasanya belum. ahh, sudahlah nggak usah mikirin itu yang terpenting sekarang gue harus terima resiko yang gue dapat" gumam syifa


Syifa dengan ragu berjalan ke arah orang tuanya, ia ingin menyalami orang tuanya tapiiii


Plakkk


Pipi syifa terasa sangat panas akibat tamparan yang ia dapat. Iya pasti sudah menduga bahwa ia akan mendapat perlakuan seperti ini.


Syifa hanya bisa bersabar dan menguatkan hatinya agar bisa bertahan dan kuat menjalani semua ini.


"ANAK TIDAK TAHU DIRI!!! KAMU HABIS DARIMANA SAJA HAHH!!! JAM SEGINI BARU PULANG!! MAU JADI APA KAMU KALO PULANG SEKOLAH BUKANNYA PULANG MALAH KELUYURAN!!" bentak papa


"Halah dia kan emang nggak tahu diri mas" tambah mama nya


Syifa hanya diam, tidak ingin membalas ucapan mereka.


Tapi percuma saja jika ia menjawab atau tidak pasti ia juga akan mendapat perlakuan tidak baik.


"Sudahlah, saya lelah mengurus kamu yang bandelnya minta ampun. tidak seperti sepupu kamu itu, yang kalau dibilangin pasti nurut nggak kaya kamu" ucap papa syifa


'Gitu aja terus syifa di banding bandingkan sampai syifa sudah tidak ada di dunia ini' batin syifa


"Sudah ayok mah, kita pergi saja. aku sudah malas mengurus anak ini" ucap papa syifa


"Ayok mas, aku juga udah muak lihat muka dia" sinis mama syifa


Akhirnya mereka berdua meninggalkan syifa yang masih berdiri di depan pintu.


Syifa menghela nafas pelan, ia lelah jika ia terus terusan di perlakukan tidak adil seperti ini apalagi sudah main fisik.


Syifa lelah, bukan fisik nya saja tapi batin nya juga lelah.


"Kapan semua ini berakhir tuhan" gumam lirih syifa


Tidak ingin terlihat lemah, ia memasuki rumahnya dan langsung menuju ke kamarnya.