
Akhirnya mereka berdua berpelukan. Dan dilanjutkan dengan obrolan ringan. Tanpa mereka sadari ada yang mendengar percakapan mereka berdua.
'ternyata dia punya masalah dengan keluarganya. Sampai-sampai temannya bilang kalau dia bisa lihat luka yang ada di tubuhnya. Gue jadi kepo deh' batin david.
Ya yang menguping pembicaraan mereka adalah david. Awalnya david hanya ingin memastikan apakah syifa sudah diobati apa belum, ia sungguh khawatir kepadanya.
Tunggu? david khawatir dengan syifa? Apakah david menyukai syifa? Ahh sudahlah tidak membahas itu yang terpenting ia ingin memastikan apakah syifa baik baik saja atau tidak. Ia ingin masuk tapi malah mendengar percakapan yang membuat ia kepo ada masalah apa syifa dengan keluarganya.
"Cieee yang khawatir sama ayang beb. Harusnya samperin dong jangan cuma berdiri di depan pintu aja. Samperin terus tanya 'masih sakit apa ga?' 'apa perlu bawa ke rumah sakit' 'sini kalau masih sakit aku tiup lukanya' " cerocos Dion dengan sedikit menggoda David.
"Iya seharusnya samperin jangan malah dilihat doang. Laki laki bukan? jangan jadi banci dong" ucap galih nimbrung
David yang mendengar ucapan kedua temannya hanya mendengus kesal, "Ck berisik deh kalian. Ga usah banyak bacot, Ga guna!" ujar david dingin lalu meninggalkan para sahabatnya.
"Ehhh.. vid, tungguin kita elah" teriak Dion dan disusul oleh Putra dan Galih.
***
Bel pulang sekolah sudah berbunyi dari 1 jam yang lalu. Tapi ada satu seorang perempuan yang masih berada disekolahan, lebih tepatnya di depan sekolahan. Dia menunggu ojek online yang ia pesan.
"Ini mana sih ojol nya lama banget, mana sekolahan udah sepi banget lagi, terus juga langit udah mendung jadi merinding *****" ucap perempuan itu kesal. Siapa lagi kalau bukan Syifa.
Tadi ia sudah ditawari oleh intan untuk ikut pulang dengannya tapi ia menolaknya karena tidak ingin merepotkan intan.
flashback on
Bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa siswi berhamburan keluar untuk pulang ke rumah mereka masing masing. Di kelas 10 ips 1, ada seorang dua perempuan yang sedang adu bacot.
"Lo pulang sama gue ya kan rumah kita searah" ajak perempuan berambut sebahu
"Nggak lah gue bisa pulang sendiri, lagian gue ngga mau ngerepotin lo" tolak halus perempuan berambut panjang
"Gue bilang ngga ya ngga, sana lo pulang. gue beneran ngga papa in, gue juga udah biasa pulang sendiri kok jadi tenang aja" ucap syifa tenang
"Ayolah syif, sekali kali kek pulang bareng sama gue. Ayo syifa ya ayolah" rengek intan dengan menggoyangkan lengan syifa
Syifa menghembuskan nafas nya pelan. Berdebat dengan intan hanya akan memperpanjang masalah. Mau tidak mau ia akan pulang bersamanya lain waktu.
"Hufttt.. baiklah, kita akan pulang bareng tapi ngga sekarang. gue janji" ucap syifa janji
Mata intan membinar mendengar ucapan syifa. Ya karena syifa tidak pernah melanggar janjinya makanya ia sangat senang mendengar syifa mau pulang bersamanya walau lain waktu.
"Oke, gue pegang janji lo. Tapi lo ngga papa kan pulang sendiri?" ucap intan semangat namun diakhir kalimat ia khawatir
"Ia gue janji. Ngga papa intan, tenang aja gue bakal jaga diri baik baik kok" ucap syifa mencoba menenangkan sahabatnya ini
"Huftt.. okelah, kalau gitu gue balik dulu ya. kalau ada apa apa telfon gue" kata intan
"Iyaa intannnnnn" gemas syifa karena sahabatnya ini cerewet sekali
"Dadahh syifaa"
"Iyaaaa"
flashback off*
Lama memandang langit yang sudah mulai gelap, ia tidak sadar jika ada yang meng klakson kepada nya.
TIN