Asyifa

Asyifa
Part 22



Tak lama motor itu pun mendekat ke arah nya, dannnn


Tinn


Tinn


Syifa yang tidak tahu, terlonjak kaget


"Ehh sapi makan daging.. sapi makan daging" latah syifa


Mendengar itu, sang pelaku tertawa keras.


Syifa yang mendengar suara tawa, menengok siapa yang berani menertawakan nya.


Degg


'Ya allah kenapa si engkau membuat manusia di depan ini dengan sempurna, ketawa aja bikin adem' batin syifa melongo


Orang itu berdehem pelan untuk menetralkan tawa nya.


"Tutup dong itu mulutnya, ntar ada lalat masuk gimana. mending mulut gue aja yang masuk" mesum orang itu


Syifa yang tersadar langsung melotot ke arah lawan bicara nya


"Apaan sih!!! mesum banget si lo!! kenal aja nggak sok sksd banget sih!!!" sinis syifa


Yang di ajak bicara pun hanya tertawa kecil, sebelum menjawab


"Nggak papa dong gue mesum, kan wajar ya nggak apalagi mesum nya sama lo" goda orang itu


Syifa sedari tadi menahan emosi untuk tidak merobek robek orang yang berada di depannya ini.


"Dan gue sksd sama lo? berarti lo belum kenal sama gue dong? padahal gue kenal lo. nama lo syifa kan? Anak ips?" tanya orang itu


Syifa membulatkan matanya, dari mana orang itu tau nama nya dan kelas nya padahal ia tidak terkenal di sekolahan nya.


'Njirr, dari mana orang ini tahu kalo nama gue syifa dan kelas gue. jangan jangan dia penguntit' batin syifa


Melihat respon syifa, orang itu tersenyum kecil.


"Lo nggak kenal gue kan?" tanya orang itu dan syifa hanya membalas dengan gelengan kepala.


"Oke, kenalin nama gue Lintang arifin biasa di panggil lintang, atau sayang boleh dan gue cowok paling di sekolahan" PD lintang


Mendengar perkataan lintang. ia berpura pura seperti mual.


Lintang melihat syifa seperti mual, ia panik


"Lo kenapa? apa lo sakit? atau lo emang lagi sakit? ayo gue anterin ke rs daripada nanti lo tambah sakit" cerocos lintang


Syifa yang mendengar itu, memutar bola malas, 'ck.. kenapa sih ni orang terlalu lebay. tapi.. kenapa dia begitu panik saat gue kaya orang mual. ishh apa apaan sih kenapa jadi mikirin tu orang' batin syifa sambil geleng geleng kepala


Lintang yang melihat itu tambah panik


"Lo kenapa geleng geleng. apa lo pusing? atau apa? bilang dong. apa kita ke rs sekarang?" tanya lintang panik


Melihat itu syifa jadi tidak tega.


"Enggak.. gue nggak papa.. nggak ada yang sakit kok, jadi nggak usah khawatir" ucap syifa menenangkan lintang


Lintang yang mendengar itu pun menghela nafas lega.


Ia takut jika wanita nya itu sakit. Tunggu, wanitanya? ahh mungkin lintang sudah gila.


"Syukurlah kalau gitu. Oh iya lo mau kemana si? kok jalan kaki? kayanya kalo gue lihat lihat lo mau pulang ya?" tanya lintang


"Iya gue mau pulang, kenapa gue jalan kaki ya karena gue mau aja" jawab syifa santai. ia tidak mungkin memberitahukan mengapa ia jalan kaki.


Lintang tidak percaya atas jawaban yang syifa berikan, tapi ia pura pura percaya.


"Oh.. kalo gitu gue anterin lo pulang daripada lo jalan kaki kasihan kaki lo nanti" ajak lintang


Syifa ingin menolak karena ia tidak ingin merepotkan orang lain apalagi lintang orang baru.


Tapi melihat sudah sore dan juga rumahnya jauh, mau tidak mau ia mengiyakan ajakan lintang.


"Iya elah kaya sama siapa aja sih. daripada lo jalan kaki mending gue anterin aja" balas lintang


"Oke deh" kata syifa


Lintang yang mendengar ucapan syifa, tersenyum senang karena akhirnya perempuan itu mau.


"Yaudah ayok, ini helm nya" ucap lintang sambil menyerahkan helm kepada syifa.


Syifa menerima helm dari lintang dan langsung memakainya.


"Ayok naik" ucap lintang


Syifa bingung bagaimana caranya ia menaik motor lintang, sedangkan ia memakai rok.


Lintang yang tidak merasakan syifa menaiki motornya pun menengok


"Kenapa belum naik?" tanya lintang


Syifa berdecak kesal, ni cowok nggak peka apa gimana sih. gue kan pakai rok, dasar cowok nggak peka. dumel syifa dalam hati


Lintang yang baru ngeh, akhirnya pun menyodorkan jaketnya kepada syifa


"Nih dipake buat nutupin paha lo, maaf kalo gue tadi kurang peka" ucap lintang


Syifa yang mendengar itu membuat pipinya memerah


'Anjirr ni cowok kok tahu, jadi malu nih gue' batin syifa


Melihat pipi syifa memerah malah membuat Lintang bingung


'ni cewek kenapa sih? kok pipinya merah. apa jangan jangan dia sakit? tapi tadi katanya dia nggak sakit' batin lintang


"Lo kenapa? kok pipi lo merah? apa lo sakit? tapi tadi katanya lo nggak sakit? yang bener dong, lo sakit nggak" ucap Lintang cemas


"Nggak, gue nggak sakit kok. pipi gue nggak kenapa napa kok, mungkin lo salah liat. udahlah ayok berangkat" ucap syifa berusaha mengalihkan pembicaraan


Lintang yang mendapat jawaban seperti itu mengangkat bahu acuh. Lalu menyalakan motornya


"Ayok" ajak lintang


"Sini gue bantuin" ucap lintang melihat syifa kesusahan menaiki motornya


Syifa menerima uluran tangan dari lintang dan langsung menaiki motor.


"Oke udah kan, sekarang lo pegangan yang erat ya gue mau ngebut soalnya" ucap lintang


Syifa mendengar ucapan lintang, membuat ia membeku.


Ia seperti de javu saat lintang mengucapkan perkataan itu.


Ia mengingat siapa yang mengucapkan seperti itu dannnn


'Degg


'David' batin syifa saat mengingat ucapan yang sama seperti ucapan david saat tadi pagi.


Lintang bingung mengapa ia tidak mendengar jawaban dari syifa, masih hidup kan dia. pikir lintang


Tanpa pikir panjang, lintang menarik tangan syifa dan melingkarkan ke perutnya dan langsung saja ia melajukan motornya


Syifa yang masih larut dalam pikirannya pun kaget karena lintang dengan lancang menarik tangannya dan melingkarkan ke perut lintang.


'Degg


'Anjirrr jantung gue' teriak batin syifa.


Akhirnya motor lintang melaju dengan kecepatan cepat membelah jalanan.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Maaf kalo ceritanya gaje atau nggak nyambung yaa soalnya aku bingung mau bikin kaya gimana.


Sekali lagi aku minta maaf ya🙏