
Tapi tunggu, kenapa syifa tidak merasakan pipinya sakit. Karena kepo akhirnya syifa membuka matanya dannnn
Degg
'Lintang?' batin syifa kaget saat melihat lintang sedang mencengkram tangan angel yang siap akan menamparnya. Apalagi sorot matanya menunjukkan bahwa lintang sedang marah.
Lintang mencengkeram tangan angel begitu kuat membuat angel meringis.
"awsss.. lepasin dong beb, masa kamu jahat sih sama aku" ucap angel sedikit manja
Lintang melepaskan tangan angel dengan kasar dan menatap tajam angel membuat angel meneguk saliva.
"Lo itu bukan siapa siapa gue, jadi gue mohon jangan.mengaku.jadi.pacar.gue" ucap lintang dingin
Suara dingin dan tatapan tajam dari lintang, semakin membuat angel ketakutan tapi ia tutup dengan gaya centilnya.
"Ihhh sayang, kok gitu sih. aku kan emang pacar kamu masa kamu nggak akuin sih" ucap angel mengerucut kan bibirnya bukan terkesan imut tapi malah terkesan menjijikkan bagi lintang.
"GUE UDAH BILANG LO BUKAN PACAR GUE! UDAH BERAPA KALI GUE BILANG SIH JANGAN MENGADA NGADA BAHWA KITA PACARAN! GUE GA SUDI PACARAN SAMA ****** KAYA LO!! MENDING GUE PACARAN SAMA ORANG YANG GA PUNYA SEKALIPUN NERD ITU LEBIH BAIK DARIPADA PACARAN SAMA LO YANG SUKA BOLAK BALIK KE CLUB!!!" ucap lintang menusuk hati angel.
Semua murid pun mulai berbisik bisik mengenai angel
wahh ternyata dia ****** guys
ihhh ga nyangka gue sumpah
iuhhhh jijik gue
anak kepsek kok gitu
mending dikeluarin nih, udah menjelekkan nama baik sekolah
iya tuh harus dikeluarin
dll
Angel yang mendengar ucapan lintang dan semua murid hanya diam. dia diam karena ia tidak bisa membalas ucapan lintang. karena itu semua memang benar.
"Jadi gue mohon sama lo, jangan pernah mengaku bahwa lo pacar gue karena gue ga sudi pacaran sama yang udah bekas laki laki lain tapi sekalipun lo bukan ****** gue tetep ga sudi jadi pacar lo" ucap lintang lagi lagi membuat angel diam.
Sebelum pergi, ia mengucapkan sesuatu
"Dan ya satu lagi, lo jangan pernah nyentuh syifa apalagi sampai nyakitin dia. walaupun segores, hidup lo ga akan tenang. jadi camkan baik baik ucapan gue" ucap lintang dan membawa syifa pergi.
Angel yang mendengar ucapan lintang tentang ia tidak boleh menyakiti syifa, membuat ia marah dan mengepalkan tangannya.
'Awas lo syifa, gara gara lo gue di permalukan di depan semua orang sama orang yang gue cinta. gue akan balas dendam, sekalipun gue harus melibatkan lintan. tunggu pembalasan gue' batin angel
Lalu angel bangkit dan pergi meninggalkan kantin tanpa memperdulikan orang orang yang masih mencibir nya.
Skipp
Disini di taman belakang sekolah, ada seorang remaja lebih tepatnya dua seorang remaja yaitu satu perempuan dan satu laki laki.
Mereka berdua duduk dengan keadaan hening tanpa ada yang mau membuka percakapan.
Si laki laki tiba tiba menghela nafas, dan menghadap ke si perempuan
"Lo nggak kenapa napa kan? nggak ada yang luka? pipi lo masih sakit? atau lo pusing? kita ke uks aja ya atau ke rumah sakit?" cerocos si laki laki
Si perempuan memutar bola malas
'Ck. udah ke mode cerewet lagi nih, tadi aja dingin dan tatapannya tajam lah sekarang... ckckck' batin si perempuan
Pasti kalian mengira bahwa mereka adalah syifa dan lintang. yap, memang mereka berdua adalah syifa dan lintang.
Ia ingin perempuan itu tidak terlalu memikirkan kejadian tadi dan ia juga ingin menetralkan amarahnya.
Lintang yang tidak mendapat jawaban dari syifa, malah panik
"Syif, lo nggak papa kan? lo nggak kesambet jin nya angel kan? jawab dong. wah jangan jangan bener lo kesambet jin nya angel ga bisa dibiarin ini" cerocos lintang membuat telinga syifa panas
"Brisik woy!! gue ga kesambet jin nya angel, paling lo yang kesambet jin nya angel" jawab syifa ketus
Lintang yang mendengar itu hanya cengar cengir tak jelas
"Hehehe... gimana ya soalnya lo ditanya diem aja gue pikir lo kenapa napa" ucap lintang
"Lebay lo.. gue kenapa napa juga ga ada yang peduli sekalipun gue mati" ucap syifa getir saat mengingat tak ada yang khawatir kepadanya terutama keluarganya.
Lintang yang tak terima syifa berbicara seperti itu pun, refleks membentak syifa
"BISA GA SIH GA USAH NGOMONG KAYA GITU?!! LO GA MIKIR PERASAAN INTAN SAHABAT LO ITU GIMANA SAAT LO BILANG KAYA GITU?!! MIKIR DONG!!! BANYAK YANG SAYANG SAMA LO TAPI LO CUMA MELIHAT ORANG YANG BIKIN LO SAKIT TANPA MELIHAT SELAMA INI ADA YANG SAYANG SAMA LO!!" bentak lintang
Ucapan lintang membuat hati syifa teriris.
"GUE GA MIKIRIN ORANG LAIN APALAGI INTAN YANG JADI SAHABAT GUE?! LO SALAH BESAR!! GUE SELALU MIKIRIN PERASAAN ORANG LAIN! SEMUA ITU KARENA APA?!! KARENA GUE GA MAU ORANG LAIN NGERASAIN APA YANG GUE RASAIN SELAMA INI!!! DAN LO SEENAK JIDAT NGOMONG KAYA GITU?! HELLO!!! EMANG LO SIAPA HAH NGATUR NGATUR HIDUP GUE!!" bentak syifa yang tak sadar air matanya menetes
Lintang yang mendengar ucapan syifa, membuat ia merasa bersalah apalagi syifa menangis karena dirinya.
"Maafin gue.. gue nggak maksud bilang kaya gitu.. gue kaya gitu karena gue peduli sama lo, gue takut lo kenapa napa.. hati gue sakit saat liat ada yang nampar lo, ada yang bentak lo, juga ada yang jambak rambut lo.. gue selama ini menahan diri untuk nggak campur urusan lo tapi sekarang gue ga bisa.. jadi gue mohon, izinkan gue untuk masuk kehidupan lo. gue janji gue akan selalu ada sisi lo, selalu disamping lo. tapi pliss izinin gue" ucap lintang lirih
degg
'jadi selama ini lintang ngawasin gue? kok gue ga tau?' batin syifa
Lintang yang tidak mendapat respon dari syifa menjadi tambah merasa bersalah apalagi syifa masih saja menangis.
Akhirnya ia memberanikan diri untuk memeluk tubuh mungil itu.
"Pliss maafin gue kalau ucapan gue tadi membuat hati lo sakit, tapi gue ga ada maksud untuk nyakitin lo.. oke kalo lo ga izinin gue untuk masuk ke kehidupan lo nggak papa, yang penting gue masih bisa lindungin lo" ucap lintang tersenyum
'Degg
Jantung syifa berdetak kencang saat lintang memeluk dirinya dan berucap seperti itu.
Syifa bingung ingin menjawab apa, dirinya sangat nyaman sekali berada di sisi lintang tapi di sisi lain ia merasa ragu jika suatu saat laki laki ini bisa saja meninggalkannya.
Syifa menghela nafas pelan, akhirnya ia membalas pelukan lintang dan berkata
"I-iya g-gue izinin lo masuk ke kehidupan gue" final syifa
Lintang mendengar jawaban dari syifa dan membalas Pelukannya sontak ia memeluk syifa tak kalah kencang seakan ia tidak ingin jika gadis nya ini pergi.
tunggu, gadisnya? ntahlah mungkin sekarang ia sudah mengklaim syifa menjadi gadisnya.
"Makasih makasih lo udah izinin gue.. gue janji bakal lindungi lo, selalu di sisi lo. gue akan berusaha semampu gue" ucap lintang sambil melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan mungil syifa
"Janji?" tanya syifa
"Gue janji" jawab lintang
Syifa mendengar jawaban lintang hanya tersenyum dan lintang yang melihat syifa tersenyum pun sontak ia memeluk kembali gadisnya itu.
Mereka menghabiskan waktu mereka di taman belakang sekolah sesekali diisi dengan candaan.
Tapi tanpa disadari mereka, ada seseorang yang melihat kejadian itu dengan sakit yang amat dalam.
'Shit. gue ke duluan sama cowok bodoh itu. jangan sampai mereka semakin deket, kalau sampai itu terjadi.... nggak gue ngga bisa biarin itu terjadi. tunggu pembalasan gue lintang"