
Di sepanjang koridor, syifa tidak berhenti mengumpat karena kejadian tadi. Ia masih kesal dengan kejadian tadi. Ia berani bersumpah jika ia bertemu dengan orang itu maka ia tidak akan beri ampun. Mungkin akan buat orang itu masuk rumah sakit. Syifa sampai tidak sadar ia dilihat oleh banyak murid lain.
'ihh liat itu masa bicara sendiri'
'ihh iya ya kaya orang gila hahaha'
'lah itu kan yang tadi nabrak kak david'
'iuhhh dia deket deket pangeran gue'
'dasar ga tau malu'
'*kalau angel dkk tahu habis tu bocah'
'iya bener nggak tahu aja dia angel dkk kalau udah bully beh bikin orang mau bunuh diri*'
dll
Syifa pun tersadar dan melihat sekeliling nya. Damn. Banyak yang melihat nya dan juga banyak yang membicarakan dirinya. Apalagi membawa nama orang yang sudah membuatnya kesal.
"HEHH APA LO!! SINI MAJU NGOMONG DI DEPAN GUE JANGAN DI BELAKANG!!! SAMA AJA KALIAN PENGECUT!!!" teriak syifa yang mampu membuat seluruh siswa yang tadi membicarakan dirinya terdiam.
"AWASSS AJA KALO GUE DENGER KALIAN NGOMONGIN GUE LAGI JANGAN HARAP KALIAN MASIH BISA HIDUP!!!" ancam syifa
'ihh gue ga mau deh ngomongin dia lagi'
'serem anjirr'
'halah sok ngancam'
'iya sok ngancam banget deh'
'*halah di bully angel dkk aja pasti tuh bocah langsung kicep nggak berani ngomong apalagi ngancem'
dll
'oh, pada ngeremehin. Ok, kita lihat saja nanti' ucap syifa dalam hati dan tersenyum miring
Dia pergi dari situ karena malas meladeni orang-orang yang sangat tidak berfaedah itu. Percuma ia meladeni karena mulut-mulut mereka seperti pisau yang sangat tajam. Apalagi tidak pernah di filter terlebih dahulu. Mungkin yang mempunyai mental lemah pasti akan menangis dulu dan bisa saja membuat terkena gangguan mental.
***
Syifa berjalan santai, banyak yang melirik ke arah syifa. Mungkin karena kejadian tadi. Tapi yang namanya syifa tidak akan peduli dengan orang-orang yang membicarakannya. Kini ia sekarang sudah berada di depan pintu kelas nya.
Ia yakin sudah ada guru di kelasnya dan ia pastikan akan ada perang dunia. Dengan santai, ia membuka pintu kelasnya. Benar saja, ketika ia masuk sudah ada guru didepan nya dengan wajah merah mungkin sedang menahan amarahnya.
"Syifa, kamu darimana saja hahhh! Ini sudah masuk jam pelajaran dan kamu malah masih berkeliaran! Kamu tidak lihat sekarang jam berapa hahh!!!" ucap bu dewi
Ya dia adalah bu dewi. Terkenal dengan kekejaman nya yang bisa membuat siswa tidak berani menatapnya. Ya dia dikenal dengan kekejaman nya karena jika ada yang terlambat dan juga tidak mengerjakan tugas siap siap saja kalian harus menanggung akibatnya karena hukumannya harus membersihkan lapangan yang lebarnya naudzubillah.
"Ehh.. ada ibu, hehehe. Anu bu tadi saya habis anu. Iya saya habis anu bu" ambigu syifa
"Anu.. anuu.. apa hah!!! kamu tahu kan jika ada yang terlambat maka konsekuensi nya apa?!!!" tanya bu dewi
"Tau lah bu" jawab syifa dengan tenang
"Lalu kalau sudah tau kenapa masih disini! Cepat laksanakan!!!" ucap bu dewi
"Iyaaaaa buuuuuuuu" ucap syifa
"Yaudah, bye bye... jangan kangen ya bu. karena itu berat jadi biar aku saja" lanjut syifa dengan keluar dari kelasnya sebelum macan mengamuk.
"SYIFAAAAAAA!!!!!!"