
Bel istirahat berbunyi para siswa berhamburan menuju ke kantin untuk mengisi perut kosong mereka. Seperti intan yang kini memaksa syifa untuk ke kantin.
"Ayo ih syif ke kantin lo nggak laper apa? Gue aja udah laper banget" ucap intan
"Ya kalo lo laper tinggal makan lah ribet amat" ketus syifa
Intan mengerucutkan bibirnya, " ihh fafa mah gitu sama tata nggak mau nemenin tata ke kantin"
Syifa hanya menghela nafas kasar, jika intan sudah mengatakan nama panggilan kecil mereka maka syifa harus menurutinya.
"Iya iya gue temenin tapi jangan kelamaan" putus syifa membuat intan kegirangan.
Lalu mereka keluar kelas untuk menuju ke kantin. Sesampainya di kantin mereka berhenti.
"Ini mau duduk penuh semua" ucap syifa
Intan mengedarkan pandangannya memang benar meja sudah penuh semua. Tapi ia berhenti di satu titik. Intan membulatkan matanya.
"Ayo kita gabung sama mereka aja" ucap intan
Syifa ingin berbicara tapi tidak jadi karena intan sudah menarik tangannya. Syifa hanya pasrah. Tunggu, intan membawanya ie meja lintang dkk?
"Ehem.. Permisi boleh kami duduk di sini soalnya mejanya udah penuh" ucap intan sopan
"Eh ada neng intan, boleh kok boleh banget malah apalagi kalau buat neng intan" goda raka membuat intan memutar bola malas.
"Boleh kok lagian meja yang lain udah penuh" ucap vino
Lalu akhirnya mereka berdua duduk.
"Ini nggak ada yang mau pesan makanan?" tanya arka
"Yaudah biar gue aja yang pesan. Lo mau pesan?" tanya vano
"Gue nasi goreng sama jus jambu" ucap vino
"Samain aja deh gue" ujar lintang
"kalo gu-.." ucapan arka terpotong oleh vano.
"Nggak lo harus ikut gue" arka mendengus kasar.
"Oh iya kalian berdua mau pesan apa? Biar sekalian" ucap arka pada intan dan syifa.
"Emm.. Gue bakso sama es teh aja deh" balas intan
"Samain" singkat syifa
Intan yang mendengar memutar bola malas, "maksudnya dia samain sama punya gue" jelas intan
"Oke tunggu ya" lalu vano dan arka pergi menuju stand makanan dan minuman.
Tak lama vano dan arka kembali ke meja dengan membawa makanan.
"Eh kok sepi amat sih" suara vano membuat mereka menghentikan aktivitasnya.
"Nih pesanan kalian" ucap arka sambil menyerahkan makanan teman-temannya.
Lalu mereka makan dengan tenang, tapi tiba-tiba.
Brakk
Suara gebrakan membuat seluruh penghuni kantin mengalihkan pandangannya termasuk lintang dkk dan syifa dkk
"Heh lo nerd! Beliin gue makanan sana cepet!!" ucap seorang perempuan yang sedang menyuruh anak nerd.
"T-tapi a-aku n-nggak p-punya u-uang" balas nerd terbata-bata.
"Halah emang lo dasarnya miskin ya miskin. Kok bisa ya anak miskin kaya lo bisa sekolah disini" ucap perempuan itu.
"Paling juga beasiswa atau nggak ya kalian tahu lah" ucap teman perempuan itu lalu mereka tertawa.
Semuanya diam tidak ada yang membantu karena takut dengan mereka. Apalagi ayah mereka ada yang menjadi kepala sekolah. Jadi tidak ada yang berani melawannya.
Gadis yang di suruh oleh mereka pun diam ketakutan.
"Kok diem sih hem?" sambil mengangkat dagu gadis itu dengan tangan yang kukunya tajam.
"Lo bisu? Atau gimana?" gadis itu masih diam. Bahkan ia tidak berani menatap lawan bicaranya.
"JAWAB!!!" bentak perempuan itu membuat gadis di hadapannya kaget.
"N-nggak k-kak" jawabnya.
Lalu perempuan itu mengkode temannya. Temannya pun paham. Tanpa ba bi bu mereka menyiram minuman miliknya ke bajunya. Tidak hanya itu mereka juga menambahkan dengan jus milik anak lain. Mereka tertawa puas.
Di ujung sana ada seseorang yang sedang menahan amarahnya. Ia tidak bisa melihat pembullyan apalagi yang melakukan adalah orang terdekatnya. Ia juga tidak peduli jika nanti akan dimarahi oleh orang tuanya.
Dengan langkah yang cepat ia berjalan menuju dimana sedang ada pembullyan.
"Ehh lo mau kemana" ucap temannya.
"Woy jangan kesana lo mau kena imbas hah" teriak temannya lagi.
Ia tidak peduli dengan ucapan teman-temannya. Ia sudah menahan amarahnya sedari tadi. Ia berhenti sejenak sebelum
"BERHENTI MITA"
***
Maaf guys kalau ada unsur kasar atau bahasa yang gimana maaf ya bukan maksud gimana kok