Asyifa

Asyifa
Prolog



Disini menceritakan tentang seorang anak gadis yang hidupnya selalu jauh dari kata 'bahagia'. Ia selalu merasa hidupnya tidak berguna, karena ia tidak bisa menjadi seperti sepupu nya. Ya, dia iri kepada sepupu perempuannya yang selalu mendapat kebahagiaan, selalu menjadi kebanggaan keluarga. Ia ingin marah, menangis, berteriak tapi hanya ia pendam sendiri. Sampai ia pernah berfikir untuk bunuh diri. Tapi ia masih memikirkan masa depannya. Jadi ia hanya menerima semua cemohan, sindiran dari orang orang terdekatnya. Bahkan, ibunya juga ikut menyindirnya, mencemohnya. Padahal selama ini ia begitu menginginkan seorang kasih sayang ibu. Tapi, karena sepupunya itu ia menjadi seperti ini. Ia tidak sepenuhnya menyalahkan sepupunya, karena ia sadar ia juga tidak bisa seperti sepupunya yang hebat itu.


'Mengapa hidupku tidak pernah bahagia'


'Apa aku tidak pantas untuk merasakan apa itu Kebahagiaan'


'Aku iri kepadanya, yang selalu mereka banggakan, disayangi bahkan mereka selalu memujinya. Sedangkan aku? apa aku pernah dipuji? disayang? dibanggakan? tidak pernah'


'Aku menginginkan seorang yang bisa menghibur ku, tapi mengapa yang aku dapat hanyalah kebohongan dan kepalsuan'


'Apa aku tidak pantas untuk hidup? mengapa aku dilahirkan jika aku tidak diinginkan. mengapa ini terjadi ke padaku.'


'Mengapa tidak adil untukku Tuhan'


- Putri Laila Asyifa


- M


Tenang, aku selalu ada untukmu, walau kamu tidak pernah sekalipun memperhatikan ku. Tapi, aku akan selalu melindungi mu dari apapun meskipun nyawaku jadi taruhannya'


- A


'Aku baru tahu kau menyimpan banyak luka yang kau pendam sendiri tanpa orang lain tahu. Kau sangat pandai menyembunyikan masalah mu kepada orang lain. Aku tau kau bisa melewati semuanya. Kau gadis yang sangat kuat'


- D


'Kau sahabatku yang paling kuat. Kau begitu tegar menghadapi semua ini. Aku salut kepadamu. Aku janji akan sellu disisimu'


- I