Asyifa

Asyifa
Part 30



Di perjalanan menuju kantin, mereka berdua berjalan sambil bercerita sesekali tertawa. Karena tidak memperhatikan jalan, syifa menabrak seseorang.


Brukk


"awshhh.." ringis syifa


Intan yang kaget, langsung saja membantu syifa untuk berdiri


"Ishhh siapa sih yang jalan nggak bener, kalo jalan tuh pake mata nggak bisa lihat apa kalo ada orang di depan" protes syifa kepada orang yang menabraknya


"Perasaan kalo jalan pake kaki tuh" ketus orang yang menabrak syifa


'Degg


'Suara itu... suara yang kadang gue rindukan.. ishh apaan sih syif' batin syifa tanpa sadar memukul kepalanya sendiri


"Ehhh kenapa lo pukul kepala lo syif? lo pusing? atau karena apa?" tanya intan yang khawatir kepada syifa saat melihat syifa memukul kepalanya.


Syifa yang tersadar pun, langsung gugup, "ehh ngg-nggak papa kok, gue nggak pusing hehe" jawab syifa gugup


Intan menghela nafas pelan, syukurlah jika sahabatnya itu tidak kenapa napa.


"Ehemmm" deheman seseorang yang membuat syifa menoleh


'Degg


'David? ya tuhan kenapa ni anak baru muncul kan gue kangen.. ehh' batin syifa


"Ehhh.. david, ada apa ya" ucap syifa polos


Intan yang mendengar respon syifa menepuk keningnya, 'ni anak **** atau apa sih' batin intan


David menaikkan alisnya sebelah, 'ini anak perasaan tadi ngomel ngomel deh tapi kok jadi polos kini, gue jadi gemes' batin david


"Nggak" jawab david dingin


"Oh yaudah kalo gitu kita duluan ya vid" ucap syifa dan langsung melanjutkan perjalanannya yang tertunda tanpa menunggu jawaban dari david.


Intan yang melihat syifa meninggalkannya langsung mengejarnya


"Ehhh tungguin gue woyyy" teriak intan


Syifa yang mendengar teriakan intan, ia pun menghentikan langkahnya dan berbalik badan.


Ia hanya menyengir sambil mengangkat dua jarinya.


David yang melihat tingkah syifa hanya geleng geleng kepala.


Ia langsung pergi dari tempat itu dan melanjutkan langkahnya yang tertunda.


'Skipp


Sekarang syifa dan intan sedang berada dikantin, dan mereka belum memesan makanan satu pun.


"Ishhh ini kenapa belum pesan sih" gerutu intan kesal


"Lah kan yang mau makan lo, ya lo yang pesen makanan sendiri dong gue kan cuman nemenin doang" ucap syifa santai


Intan yang sudah terlanjur kesal, akhirnya pergi melenggang menuju stand makanan.


Syifa yang melihat itu, hanya menggelengkan kepalanya sambil terkekeh.


Karena terlalu lama menunggu intan, akhirnya ia membuka hp nya dan bermain game.


Tak lama intan kembali dengan membawa makananya.


"Lama banget sih beli gitu doang kek nunggu doi peka" sindir syifa


Intan yang disindir pun hanya diam acuh, ia pun langsung duduk dan memakan makanannya tanpa memperdulikan syifa.


'Ck. ni anak pasti ngambek.. dasar' batin syifa


"oh iya gue kepo sama anak yang tadi pagi berangkat bareng sama gue. namanya siapa sih kok gue lupa, mau bilang makasih ini" gumam syifa sambil berfikir mengingat siapa nama cowok yang tadi pagi berangkat bareng dengannya.


"Tadi pagi lo berangkat sama siapa?" tanya intan


Syifa yang baru menyadari bahwa masih ada intan pun gugup ingin menjawab apa


"Emm.. itu.. gue.. gue bareng sama anak tetangga.. ya sama anak tetangga hehe" jawab syifa gugup


Intan yang mendengar jawaban dari Syifa kurang puas, sebenarnya ia kepo tapi jika syifa belum siap bercerita ia tidak akan memaksa.


Jadi intan hanya mengangguk saja.


Syifa menghela nafas pelan, 'hufttt untung dia percaya.. ini salah gue juga sih kenapa nggak lihat tempat dulu kan kalo ada yang dengar berabe' batin syifa


Kini intan sudah menyelesaikan dengan makanannya, ia ingin bercerita kepada syifa tentang cowok yang ia sedang taksir.


"Emm.. syif, gue mau cerita nih soal cowok yang gue suka" ucap intan


"Oh.. ya tinggal cerita aja, gue dengerin kok. dan siapa cowoknya" jawab syifa penasaran karena jarang sekali intan cerita tentang seorang cowok.


"jadi gini lo kenal nggak sama anak kelas 12 ipa 2?" tanya intan


"Emmm.. ada sih yang gue kenal tapi nggak semuanya sih. emang kenapa" ucap syifa


"Lo kenal yang namanya Erlangga Pamungkas?" tanya intan lagi


"Kenal, tetangga gue tuh tapi beda komplek" jawab syifa


"Emang kenapa sih?" tanya syifa


"Jadi gini em.. gimana ya gue mau ngomongnya" grogi syifa


"Ck. tinggal ngomong kok apa susahnya, atau jangan jangan lo suka sama erlan?" tuduh syifa


Intan yang mendengar ucapan terakhir syifa, mendadak pipinya memerah.


Syifa yang melihat wajah intan memerah, ia bisa menebak bahwa sahabatnya ini menyukai dengan erlan.


"Wahhhh.. ternyata bener lo suka sama erlan. ck ck ck, nggak nyangka gue" ucap syifa tidak percaya


"Emm.. emang kenapa syif? apa lo juga suka? kalo gitu gue ikhlas deh erlan buat lo" ucap intan sedih


Syifa yang mendengar itu langsung tertawa keras


"Hahahaha... bisa bisanya lo ngira gue suka sama tuh bocah? nggak lah ya mana mungkin gue suka sama orang yang udah sahabat gue suka. tenang gue nggak gitu kok" jelas syifa sambil menenangkan intan agar percaya dengannya.


Intan yang mendengar itu menghela nafas lega. ia pun menggaruk tengkuk yang tidak gatal


"Ya gue kirain lo suka sama dia" ucap intan


"Haha nggak lah, mana mungkin. oh iya terus lo mau gimana?" tanya syifa


"Nggak tahu deh, gue mau ngedeketin tapi masa iya gue yang deketin gengsi dong" jawab intan


"Yaelah jaman sekarang mah nggak kenal kata gengsi kadang ada tuh cewek yang ngejar cowok sampe sampe ya gitu" ucap syifa


"Tapi tenang aja gue akan bantuin lo kok" lanjut syifa


"Benerann?!!!" tanya intan


Syifa mengangguk sebagai jawabannya


Sontak langsung membuat intan bersorak ria dan itu membuat syifa tersenyum geli.


"Udah udah, sekarang lo mau tanya apa tentang dia" ucap syifa


Intan yang mendengar itu langsung saja bertanya banyak tentang erlan.


Dan mereka berdua membahas dari masalah erlan, bahkan sampai hal yang tidak penting. Tapi tiba tiba


'Brakk


"HEHH LO?!! MAKSUD LO APA DEKETIN PACAR GUE!!! SOK SOKAN TADI JATOH DI DEPAN PACAR GUE!! BIAR BISA DI TOLONGIN GITU?!!! LO CEWEK KOK MURAHAN BANGET SIH!!!!" teriak seorang cewek yang datang langsung marah marah dan menuduh syifa.