
Sekarang syifa sedang berada di halte menunggu bis atau angkutan umum lewat. Tapi sudah 15 menit tidak ada yang lewat.
Apalagi sekarang sudah menunjukkan jam 7 artinya 5 menit lagi gerbang akan ditutup dan ia pasti sudah jelas terlambat.
"ck. mana sih ini dari tadi kok nggak ada yang lewat. mana gue udah telat lagi" gerutu kesal syifa
Syifa yang sedang kesal kesalnya tiba tiba ada yang menng klakson dirinya dan itu membuat menambah kesalnya bertambah.
Tinn
Tinn
"Astagfirullah, woyyy sapa sih yang berani klakson sembarangan. nggak tahu apa kalo gue lagi kesal" ucap syifa tanpa melihat lawan bicaranya.
"Ehem"
Deheman keras membuat syifa berhenti mengoceh dan ia langsung melihat orang yang sembarang meng klakson nya.
Degg
'Ya allah kenapa hamba dari kemarin bertemu dengan makhluk ciptaan mu yang begitu sempurna ini. Wahh rejeki anak sholeh pasti ini' bengong syifa saat melihat orang yang di depannya.
Syifa asyik dengan bengong nya, tiba tiba
Tukk
Orang itu menyentil keras di dahi syifa.
"Anjirrr sakit woyy" teriak syifa sambil mengusap kening nya yang sakit.
"Salah siapa lo bengong" ucap orang itu
"Ck. nggak tahu apa gue lagi bersyukur dengan apa yang gue lihat sekarang, itung itung kan rejeki pagi pagi gue" gumam lirih syifa
Orang itu mengangkat sebelah alisnya.
"Lo ngomong apa?" tanya orang itu
"Ehhh ng-nggak g-gue nggak ngomong apa apa" gugup syifa
'Sial, semoga dia percaya' batin syifa
Orang itu pun hanya mengangguk.
"Oh iya ngomong lo mau kemana? berangkat sekolah? kok belum berangkat" ucap orang itu
"Iya gue mau berangkat sekolah, kenapa gue belum berangkat karena gue lagi nunggu angkot atau bis lewat" jawab syifa sambil melihat jam di tangannya.
"Lah kok nggak dari tadi? Jam segini udah jarang angkot atau bis lewat" ucap orang itu lagi
"Ya karena gue bangun kesiangan jadi ya gini" jawab syifa malas
Orang itu hanya mengangguk paham.
"Ngomong ngomong lo siapa sih?" ucap syifa
Orang itu berdehem sebentar sebelum berbicara
"Ehemm.. kenalin nama gue Aladric Nandana. lo bisa panggil gue aladric tapi kalo lo mau manggil yang lain boleh kok" jelas orang itu yang ternyata namanya aladric
"Ohh gitu.. terus lo kenal gue dari siapa? emang lo sekolah dimana sih?" tanya syifa
"Iya gue kenal lo dan kita satu sekolah" jawab aladric
Syifa membulatkan matanya, apaa dia satu sekolahan sama gue tapi kok gue ga tau ya. pikir syifa
"Karena gue jarang keluar kelas" ucap aladric yang seakan tahu isi pikiran syifa
"Eh-ehh.." gugup syifa
'kok dia tau sih' batin syifa
"Oh iya ayok kita ke sekolah sekarang, lo ikut sama gue aja daripada lo nungguin bis atau angkot" ucap aladric
"Ehh iya deh" pasrah syifa
Akhirnya ia terpaksa mengiyakan ajakan aladric karena ia juga tidak mungkin menunggu bis lewat.
Ia pun menaiki motor aladric, untung saja motor aladric tidak seperti cowok yang lain jadi ia gampang untuk menaiki motor aladric.
"Oke, udah siap kan" ucap aladric
"Iyaa"
"Sebelum itu lo pegangan dong, gue mau ngebut nih soalnya kita udah telat banget. dan juga lo megang gue ke pinggang gue oke jangan di pundak gue. " ucap aladric
Dengan ragu ia memeluk pinggang aladric.
Aladric yang melihat itu tanpa sadar tersenyum.
Tak ingin berlama lama akhirnya ia mengegas motornya.
Tapi tanpa disadari ada yang melihat mereka berdua dan orang itu mengepalkan tangannya
"Sial, kenapa gue telat sih. jadinya syifa sama dia kan. nggak gue nggak boleh nyerah. gue harus dapetin syifa bagaimana pun caranya"
Orang itu pun melajukan motornya dengan kecepatan yang tinggi