Asyifa

Asyifa
Part 14



Setelah selesai ia makan di dapur, ia langsung menuju ke kamarnya. Saat melewati ruang keluarga ia melihat keluarganya sedang bercanda tawa tanpa dirinya membuat hatinya sakit. Tapi ia tidak ingin memperlihatkan kepada semua orang bahwa ia lemah.


Syifa menghela nafas pelan, ia tidak mempedulikan keluarganya yang sedang bahagia tanpa dirinya. Ia melanjutkan langkahnya menuju ke kamarnya. Mungkin malam ini ia akan menangis lagi menumpahkan semua rasa sakitnya selama ini.


Syifa tidak menyadari bahwa kakaknya si helga melihat dirinya. Helga menatap sendu syifa.


'Maafkan kakak dek' batin helga saat melihat adiknya menatap keluarganya dengan tatapan sakit, sedih, sendu. Ia terluka saat adiknya sangat menderita.


Mama yang sedari tadi penasaran pada anak laki-lakinya ini pun bertanya, "Kamu liat apa sayang?" tanya mama lembut.


"Em.. aku nggak lihat apa apa kok ma. Tadi kaya sekilas bayangan orang, heheh" jawab elga bohong. Ia berdoa agar mama nya percaya dengan apa yang ia katakan.


Mama nya pun hanya menganggukan kepalanya tanda nya ia percaya.


Helga menghela nafas pelan, untung saja ia tidak ketahuan tadi. Kalau ketahuan bisa gawat.


Tapi tidak dengan Mita, sepupu dari syifa, helga dan yugo. Mita tahu bahwa Helga tadi melihat ke arah syifa. Ia tahu karna tadi ia sempat melirik ke syifa lalu ia membuat lelucon agar keluarga itu tertawa.


Dan berhasil, ia sengaja melakukan seperti itu karena ia ingin membuat syifa terluka. Padahal selama ini syifa tidak mempunyai masalah terhadap Mita. Tapi entahlah hanya Mita dan tuhan yang tau.


'Awas saja kau syifa, aku tidak akan membiarkan siapapun menjadi peduli sama lo. gue akan buat lo sengsara, dan gue akan buat keluarga lo benci sama lo termasuk helga dan yugo' batin mita tersenyum miring


Helga yang melihat mita tersenyum seperti itu bergedik ngeri. Ia berharap mita tidak macam macam kepada syifa. adiknya itu. Walaupun ia yakin pasti mita akan melakukan sesuatu yang tentu membuat adiknya itu terluka tapi ia sebisa mungkin akan menjaga adiknya itu. Meski nyawanya menjadi taruhan. Yang terpenting adik kesayangannya tidak terluka.


Saat ini syifa sedang berada di balkon kamarnya dengan memandang langit yang ditemani para bintang. Semilir angin malam membuat ia terasa tenang.


Syifa menghela nafas pelan, ia pusing memikirkan masalah yang selalu muncul di hidupnya. Mulai dari, keluarganya yang membenci dirinya, ia dijauhi teman di sekolahny, ia bertemu cowok aneh dan masih banyak masalah masalah yang ia harus hadapi.


Syifa memijat kepalanya yang sedikit pusing itu.


Ia harus kuat, dan membuktikan kepada keluarganya bahwa ia bisa dan tidak lemah. Ia bertekad akan membuat hal yang ia tidak bisa menjadi bisa.


Tapi ia juga butuh dukungan dari seseorang. memikirkan itu lagi membuat ia tambah pusing saja.


Saat ia sedang memikirkan masalah yang terus datang, tiba tiba ponselnya berbunyi. Lalu ia mengambil ponselnya dan membukanya.


Dahi syifa berkerut menandakan ia bingung mengapa ada nomor tidak dikenal sms ke nomornya.


081569xxxx


Hai :)


Maaf cuma segini karena kehabisan ide hehehe. Dan maaf juga telat up karena tugas lagi banyak. Mohon dimaklumi ya teman🙏 Tapi aku janji besok bakal up yang lebih panjang dan insya allah menarik hehehe.