Asyifa

Asyifa
Part 26



Dilain tempat, di sebuah rumah yang bisa di bilang cukup mewah terdapat seorang perempuan yang masih tertidur pulas di ranjang nya.


Alarm di ponsel nya maupun jam walker nya, perempuan itu tetap asyik dengan mimpinya.


Tokk


Tokk


"Non, bangun. ini sudah siang, nanti non telat" ucap wanita paruh baya yang tak lain adalah bibinya.


"Nonnn" ucap bibi sekali lagi


Karena tak mendaoat respon, akhirnya bibi membuka pintu kamar perempuan itu.


Cklekk


Pertama kali saat membuka pintu kamar perempuan itu adalah kamar yang sangat rapi dan bau wangi yang khas membuat siapa pun betah.


Di sudut ada buku buku yang tertata rapi, warna cat dinding pun tidak terlalu berlebihan.


Pandangan bibi jatuh ke ranjang yang dimana terdapat seorang perempuan cantik masih bergulat dengan mimpi nya.


Bibi hanya geleng geleng kepala melihat kebiasaan anak dari tuan dan nyonya nya itu.


Bibi pun melangkah mendekati ranjang itu.


"Non, bangun. hari ini non sekolah kan? cepet bangun nanti telat loh" ucap bibi lembut


Perempuan itu pun menggeliat.


"Iya bi nanti, bentar lagi" ucap perempuan itu.


Bibi hanya tersenyum memaklumi. Pasti dia terlalu capek karena urusan yang ia kerjakan.


"Ini udah jam 06:15, telat loh nanti" ucap bibi masih dengan suara lembutnya.


Perempuan itu sontak langsung bangun.


"Apaaaa!!! jam 06:15!!! kenapa bibi nggak bangunin aku" teriak perempuan itu


Bibi hanya menghela nafas, "bibi sudah bangunin kamu dari tadi tapi kamunya aja yang emang kebo" ketus bibi


Perempuan itu hanya nyengir nyengir tidak jelas


"Hehehe maafin ifa ya bi" tulus perempuan itu yang biasa di panggil ifa atau syifa.


Ya perempuan itu adalah syifa dan nama ifa itu adalah nama panggilan dia dari bibi nya.


"Iya bibi maafin, yaudah sekarang ifa mandi terus nanti ke bawah ya sarapan mumpung tuan sama nyonya nggak di rumah" ucap bibi


Memang jika syifa ingin sarapan ia harus menunggu orang tuanya itu tidak di rumah. Jadi kalau orang tuanya di rumah ia tidak sarapan.


Makanya ia sering telat makan. Sebenarnya ia diperbolehkan untuk makan tapi ia harus makan sisa dari makanan mereka.


Syifa pun menolak. bukan karena apa, tapi ia tidak ingin memakan sisa makanan dari mereka karena sudah di pastikan mereka tidak akan mungkin membiarkan ia makan. Itu pun jika mereka kekenyangan pasti sisa makanan mereka langsung di berikan kepada syifa.


Jadi percuma saja bukan?


"Iya bi" jawab syifa


Syifa langsung saja menuju ke kamar mandi nya dan bibi juga keluar dari kamar syifa lalu menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk syifa.


Tak butuh waktu ,hanya 10 menit syifa sudah selesai mandi. Ia berjalan ke lemari pakaian nya dan menggunakan seragam sekolahnya.


Lalu ia menuju meja riasnya untuk memoleskan sedikit bedak di wajahnya. Ia tidak suka dengan riasan tebal seperti tante girang.


Dan juga tak lupa ia memoleskan liptint ke bibirnya agar tidak kelihatan pucat.


Ia puas dengan hasilnya, lalu ia mengambil tasnya dan juga tak lupa handphone nya.


Ia keluar dari kamarnya dan tak lupa mengunci pintu kamarnya.


Ia berjalan santai sambil melihat kanan kiri apakah keluarganya dirumah atau tidak.


Serasa aman, ia langsung menuju ke dapur untuk sarapan pagi nya.


Ia melihat bibi nya yang sedang menyiapkan sarapan untuknya.


"Pagi bi" sapa syifa


Bibi yang sedang menyiapkan makanan, pun menengok ke arah sumber suara.


"Pagi juga non" jawab bibi dengan senyum


Syifa menarik salah satu kursi untuk ia duduki.


"Wah bibi masak apa hari ini?" tanya syifa


"Bibi masak nasi goreng, telur mata sapi aja non" jawab bibi


"Tapi nggak papa kan?" tanya bibi lagi.


"Iya nggak papa elah bi, malah syifa bersyukur bisa sarapan pagi. biasanya kan nggak" ucap syifa santai tapi memelankan kalimat terakhir.


Bibi yang mendengar kalimat terakhir dari syifa, hanya menatap perempuan itu sendu.


'Yang sabar ya non. non harus kuat. bibi tau kalau non anak yang kuat, maafin bibi yang nggak bisa nolongin kamu" batin bibi


Syifa yang tak ingin pagi hari nya di hiasi sedih, ia pun berusaha ceria.


"Ayok bi, ifa mau makan. nggak sabar ifa nyobain masakan bibi" ucap syifa pura pura ceria


Bibi tau kalau syifa hanya berpura pura ceria, tapi ia hanya bisa tersenyum. semoga suatu saat nanti non bisa merasakan apa itu arti bahagia. doa bibi


"Oke, kayaknya ada yang udah nggak sabar nih" ucap bibi


Syifa hanya nyengir saja.


Bibi langsung meletakkan sarapan untuk syifa.


"Ini non, di makan ya" ucap bibi


"Siap bi" balas syifa


Akhirnya syifa makan dengan hikmat.


Tak butuh waktu lama syifa memghabiskan makananya.


Syifa melihat jam yang melingkar di tangannya dannn


'shit. udah jam 06:45 telat nih gue' batin syifa panik


Dengan buru buru syifa menyalami bibi nya.


"Bi, syifa berangkat dulu ya. udah telat nih" ucap syifa


"Iya non hati hati ya" ucap bibi


"Yaudah ya bi ifa berangkat dulu, assalamualaikum" ucap syifa sambil lari karena saking paniknya.


Bibi hanya geleng geleng kepala.