
Intan mendongak melihat siapa yang berdeham tadi.
'KYAAA
Intan berteriak histeris membuat david terlonjak kaget.
"Hehhh!!! ngapain sih lo teriak teriak nggak jelas, kalo syifa ke ganggu gimana. temen nya lagi sakit malah teriak teriak nggak jelas. bukannya nemenin malah nggak tahu kemana, temen macam apa lo" sinis david
Perkataan david membuat intan mematung.
'Apa iya gue bukan teman yang baik buat syifa' batin intan
Melihat intan diam, david tersenyum sinis
"Kalo lo nggak becus jagain temen lo, mending nggak usah temenan deh. temen itu selalu ada disaat duka maupun suka apalagi kalau udah jadi sahabat. tapi lo? dibilang temen nggak, apalagi sahabat" ucap david menusuk hati intan
Lalu david meninggalkan uks dan intan yang masih diam mematung akibat perkataan david
"Mungkin bener yang dibilang david, gue emang nggak pantes buat di panggil temen apalagi sahabat. maafin gue syif, gue belum bisa jaga lo dengan benar" gumam lirih intan
Tanpa disadari ternyata syifa mendengar semua yang apa david bilang kepada sahabatnya itu.
'ternyata lo nggak punya hati ya vid. gue kira lo orangnya baik. ternyata benar rumor yang mereka bilang tentang lo, gue nyesel kenal sama lo' batin syifa
Tak lama pintu uks terbuka, syifa yang melihat ada orang ia berpura pura tidur
Syifa merasakan bahwa ada orang yang duduk di sebelah nya.
Orang itu menghela nafas pelan, sebelum ia berbicara
"Maafin gue syif, gue bukan sahabat lo yang baik. gue nggak becus jagain lo. padahal kita temenan dari kecil. dulu gue bilang bakal jagain lo lindungin lo dan sekarang? malah gue nggak berguna nggak becus. bener apa yang dibilang david, gue nggak pantes jadi sahabat lo syif" ucap orang itu yang tak lain adalah intan.
Syifa yang merasakan bahwa sahabatnya itu menangis akhirnya membuka matanya
"Lo pantes kok jadi sahabat gue. gue tau lo udah berusaha semaksimal mungkin buat lindungi gue, jagain gue" jeda syifa
"Dan seharusnya gue yang nggak pantes jadi sahabat lo, karena gue belum bisa jagain lo dan lindungi lo. malah lo yang ngelakuin itu semua ke gue" ucap syifa sambil menggenggam tangan intan
Intan yang kaget bahwa syifa mendengar semua ucapannya pun semakin menangis
"Nggak, lo sahabat yang baik buat gue. nggak papa kalo gue yang ngelakuin itu karena lo udah gue anggap sebagai saudara gue sendiri" ucap intan tak kalah erat menggenggam tangan syifa
"Tapi gue berasa belum becus jagain lo, buktinya saat lo pingsan tadi aja gue nggak tahu. gue tahu aja dari anak pmr. itu udah terbukti bahwa gue nggak pantes jadi sahabat lo syif. mungkin benar yang dikatakan david kalo gue..." ucapan intan terpotong dengan ucapan syifa
"Nggak, lo pantes jadi sahabat gue. nggak usah dengerin bacotan dari cowok yang nggak punya hati itu. gue tau kalo lo sibuk nggak setiap saat lo ada disamping gue. hidup lo nggak harus semua tentang gue. ada saatnya gue juga berjuang sendiri. dan lo jangan pernah berfikir bahwa lo nggak pantes jadi sahabat gue. lo pantes, pantes banget jadi gue mohon jangan dengerin perkataan orang yang belum tentu itu bener" ucap syifa meyakinkan sahabatnya.
Intan terenyuh mendengar ucapan syifa, lalu ia memeluk syifa sambil menangis
"Makasih.. makasih banyak lo emang sahabat terbaik gue" ucap intan
Syifa juga tak kalah erat memeluk sahabatnya itu.
"Iya sama sama" balas syifa
Akhirnya mereka menangis berdua dan juga diselingi obrolan ringan.
Tapi tanpa disadari oleh mereka ternyata ada orang yang mendengar percakapan mereka berdua
'Maafin gue syif, gue nggak bermaksud bilang seperti itu'