
Hari senin adalah hari yang paling dibenci oleh seluruh siswa SMA Harapan Bangsa karena setiap hari senin mengadakan upacara bendera dan harus mendengarkan ceramah dari kepala sekolah yang panjang sepanjang rel kereta api di bawah terik matahari yang panasnya minta ampun.
Banyak yang mengeluh karena kepanasan, ada yang pura pura izin ke toilet, ada juga yang pura pura pingsan agar dibawa ke uks yang sejuknya seperti di kutub utara dan lain lain. Seperti saat ini, ada seorang perempuan yang tengah asyik makan di kantin padahal sekarang sedang berlangsung nya upacara. Dia tidak memikirkan bagaimana nasibnya nanti jika ketahuan guru atau guru bk.
"Kenapa sih setiap hari senin harus di adakan upacara. Emang enak berdiri dilapangan yang panasnya naudzubillah sambil mendengarkan ceramah yang ntah ceramah apa. Mending kan makan daripada harus mendengarkan ceramah tidak berfaedah" dumel perempuan itu.
Ya dia adalah Putri Laila Asyifa atau biasa dipanggil syifa atau putri atau terserah kalian lah. Dia saat ini sedang makan dengan khidmat tanpa memikirkan teman temannya yang sedang kepanasan itu. Baginya, 'untuk apa memikirkan orang lain belum tentu orang lain memikirkan kita itu hanya buang waktu saja'.
Saat sedang asyik makan tiba tiba ada yang menarik telinganya.
"Aduh, duh.. siapa sih yang berani dengan gue pake segala narik narik kuping gue" kata syifa sambil memegang telinganya yang ditarik itu.
"Ehem.. enak ya kamu makan di sini sedangkan yang lain sedang upacara" kata seorang itu
Syifa sepertinya mengenal siapa suara itu, lantas ia berbalik badan untuk menengok siapa yang berbicara.
"Ehh.. ibu. Ibu, ngapain dikantin mau makan ya bu kaya saya, hehehe" kata syifa dengan nyengir
"Hehh.. kamu malah ketawa, ngapain kamu dikantin bukannya upacara malah dikantin. kamu ga bisa baca ya di papan pengumuman kalo SETIAP HARI SENIN UPACARA" kata bu risma dengan menekankan kalimat terakhir.
Ya dia bu risma yang terkenal dengan killer nya. Dia juga guru BK. Banyak yang takut dengannya karena muka nya yang sangar dan juga suaranya yang cetar membahana membuat siapa saja yang mendengarkannya harus merelakan telinga dan juga hatinya.
"Lah panas bu, disini kan ngadem daripada di lapangan berdiri cuman dengerin ceramah yang panjang kali lebar kali tinggi itu nanti bisa bikin kulit jadi gosong. Ihhh.. nggak mau lah ya bu" kata syifa dengan bergidik ngeri karena membayangkan kulitnya yang sudah putih seputih susu berubah jadi gosong.
"Halah kamu banyak alesan. Cepat kamu keruang BK sekarang. Jangan coba coba kabur PUTRI LAILA ASYIFA" kata bu risma
"Ck. iya iya bu nanti saya kesana deh buat nemenin ibu yang tercintah ini daripada di sana sendirian kaya orang ga laku aja hihi" kata syifa dengan lari sebelum macan mengamuk. Karena sebentar lagi akan ada suara menggelegar.
Satu...
Dua...
Tig...
"SYIFA BERANI NYA KAMU BERBICARA SEPERTI ITU KEPADA IBU. AWAS SAJA KAMU NANTI" teriak bu risma dengan muka merah karena menahan emosi.
"Hahahahaha"
Karena tidak terlalu memperhatikan jalan, syifa menabrak seseorang.
brukk
"Aww-shh" ringis syifa
"Ehhh.. kalau jalan makanya hati hati, punya mata kan? dipake!" bentak seseorang tersebut
Degg
Jantungnya mendadak berhenti ketika ia melihat siapa yang didepan nya. Bukan, bukan orang yang membentak nya tetapi orang yang berada didepan nya ini yang membuat ia seakan dunia menjadi berhenti.
Ia yang berada didepan nya memiliki paras yang sangat tampan. Wajahnya, alis yang tebal, bibir yang tebal berwarna merah alami itu dan mata yang tajam itu mampu membuat siapapun yang menatapnya menjadi takut. Jangan lupakan wajah datar dan dingin nya itu. Walau begitu tapi ia banyak dikagumi banyak wanita.
'ya allah, nikmat mana yang engkau dustakan. Mengapa engkau menciptakan seseorang yang begitu sempurna' ucapnya dalam hati.
"Ehem" deheman keras itu membuat lamunan syifa buyar.
"Eh eh eh.. kalau jalan itu liat liat jangan asal nabrak nggak tau apa ada orang didepan nya" teriak syifa pada cowok yang menabraknya.
"Hehhh.. yang salah lo ngapain nyalahin david. Orang dia ga salah justru lo yang salah ketawa ga jelas tapi ga liat jalan" ucap temen si cowok
'oh namanya david toh, ganteng juga daripada temen nya. ehhh apa apaan sih kok malah mikirin dia' ucap syifa dalam hati sambil memukul kepalanya.
"Hehh cewek aneh.. ngapain lo pukul kepala lo, mau pura pura pura pingsan gitu biar kita nolongin lo" ucap temen si cowok yang lain
"Idih apaan sih siapa juga yang ngarep ditolongin lo. Geer banget deh" bantah syifa
"Halah bilang aja pengin, gengsi banget si tinggal bilang juga. Oh iya kan cewek emang gengsian" ejek temen si cowok itu lagi
"APAAA!!!? LO BILANG APAA!!!? BUKANNYA YANG GEN-... " ucap syifa terpotong dengan ucapan david
"Brisik! Cabut" ucap David
David dan teman temannya pun pergi meninggalkan syifa yang sekarang sedang mendumel tidak jelas
"HEHHHH!!! LO! TANGGUNG JAWAB UDAH BIKIN PANTAT GUE YANG SEKSEH INI SAKITTTT!!! WOYYY!!!!
David tidak mendengar ucapannya. Ia langsung pergi saja meninggalkan tempat itu.
"Ishhh.. dasar cowok nyebelin. Bisa bisanya ga nolongin gue yang cantik dan seksih ini. Kan kasian pantat gue yang montok ini, ishhh" gerutu syifa
"Tapi dia ganteng sih... ehh ehh apa apaan sih kok malah mikirin dia" lanjut ucapnya
Dia tidak sadar sedari tadi ia dilihat oleh seluruh siswa. seakan sadar ia berucap
"HEHHHH!! NGAPAIN KALIAN LIATIN GUE! IYA GUE TAU GUE CANTIK TAPI GA USAH DILIATIN TERUS BISA GA SIHHH!!!" teriak syifa
Akhirnya semuanya bubar mereka kembali ke aktivitas nya.
'awas aja cowok itu kalo sampe ketemu lagi gue pites juga' gumamnya sambil berjalan menuju kelasnya.