Arkaila

Arkaila
Arkan Milik Kaila



Sulit di percaya, Kaila masih belum bisa mempercayai bahwa dirinya sudah menjadi istri Arkan.


Kaila masih berpikir, jika dirinya bermimpi melihat wajah Arkan ketika dia pertama kali membuka mata di pagi hari.


Namun,inilah kenyataan nya. Dia membuka matanya pertama kalian di pagi hari, dan melihat wajah damai Arkan di depan matanya.


Kaila juga dapat merasakan pelukan tangan Arkan di perutnya.


"Apa ini benar benar nyata?" Kaila mencoba menyentuh wajah Arkan, menyusuri dari alis hingga ke bibir.


Untuk beberapa saat, jari Kaila berhenti di bibir Arkan. Dia tertarik untuk mengusap bagian tipis di wajah Arkan.


"Eng.." Kaila mati ketakutan, saat mendengar lenguhan Arkan. Dia menarik tangan nya menjauh dari sana. Namun, ditahan oleh Arkan.


Kaila tertegun, melihat mata bulat Arkan terbuka sempurna. Dia tidak berani mengeluarkan suaranya.


"Kenapa di hentikan?" Tanya Arkan membuat Kaila Mali setengah mati. Pipi nya terlihat merona.


"A-aku-" Kaila tergagap, dia tidak tahu mau mengatakan apa.


"Stt.... Jangan berbicara lagi sayang, kau membuat aku-" Arkan melirik bibir istri nya, sangat menggiurkan dan membuat adik kecil nya meronta ronta.


"Membuat apa?" Sambung Kaila penasaran.


Arkan semakin mendesis tidak tahan melihat kepolosan Kaila. Ingin sekali dia menerkam Kaila saat ini juga.


Kaila semakin gugup, apalagi Arkan yang hanya diam tanpa mengatakan apapun selain menatap wajahnya.


Arkan semakin menarik tubuh Kaila semakin dekat dengan nya, mengusap bibir Kaila pelan.


"Apa boleh?" tanya Arkan.


Kaila bingung, dia tidak tahu apa yang suaminya maksud. Dengan situasi yang sangat menegangkan ini, Kaila tidak bisa memikirkan apapun.


Cup.


Kaila merasa jantungnya berhenti berdetak untuk beberapa saat. Ketika bibir nya dan bibir Arkan menyatu.


Kaila menutup mata nya, menikmati lumayan lembut Arkan. Mereka sama sama menikmatinya. Arkan menaiki tubuh Kaila, menahan nya dengan kedua sikutnya agar berat tubuhnya tidak sepenuhnya di tahan oleh Kaila.


Cukup lama mereka saling membangun, akhirnya Kaila mendorong dada Arkan. Dia sudah kehabisan nafas.


Kaila menghirup udara dengan rakus, dia memalingkan wajahnya, tidak sanggup bertentang mata dengan Arkan.


Arkan tersenyum, dia mengusap sudut bibir Kaila yang terdapat sedikit Saliva nya.


"Manis sekali"


Cup.


Arkan mengecup bibir Kaila sekali lagi, lalu dia segera bangkit dan berlaku masuk ke dalam kamar mandi


Untuk saat ini, mereka hanya sebatas ciuman. Setelah lulus SMA nanti, mereka akan menyempurnakan hubungan mereka.


"Ayo segera bersiap, nanti kita bisa terlambat" seru Arkan.


Kaila mengangguk, dia segera turun dari ranjang dan bersiap untuk berangkat ke sekolah.


Tepat 5 menit sebelum bel berbunyi, Arkan dan Kaila tiba di sekolah.


Kaila tampak cemberut, dia sudah meminta Arkan menurunkan dirinya di depan gerbang saja. namun Arkan, malah membawanya hingga ke dalam.


"Udah gak usah cemberut, aku hanya ingin mereka semua tahu, kamu adalah milik aku!" Arkan mengusap puncak kepala Kaila, membuat rambut gadis itu berantakan.


"ih Arkan, rambut ku jadi berantakan!" dengus Kaila semakin kesal. namun, Arkan malah menyukainya, dia suka Kaila cerewet padanya.


"Ayo turun, Sebentar lagi bel akan berbunyi dan kita bisa terlambat"


Mereka turun dari dalam mobil, Kaila langsung merasakan tatapan aneh dari teman teman sekolahnya, khusus nya para siswi.


"Arkan!"


Hyuna menghampiri Arkan, menggandeng lengan pria itu tanpa memperdulikan Kaila yang juga ada di sana.


Arkan menepis tangan Hyuna, dia menarik Kaila dan pergi dari sana.


"Lo apaan sih" tepis Arkan pada Hyuna, membuat Kaila tersenyum menyeringai. Dia tidak menyangka Arkan akan melakukan hal itu.


"Wkwkwk....Kasian banget yah, udah tahu tu orang bawa cewe. Malah caper" ejek Bima yang tiba-tiba muncul di hadapan Hyuna.


"Ini bukan urusan Lo" dengus Hyuna berlalu pergi.


"Dasar, nenek lampir" cibir Bima.


Arkan mengantar Kaila ke depan kelas, semua orang sangat terkejut melihatnya.


Bagaimana tidak, ketua OSIS super dingin dan tidak pernah terlihat dekat dengan siapapun. Kini malah dekat dengan Kaila yang merupakan musuh bebuyutannya.


"Mereka berpacaran?"


"wah mengejutkan sekali"


Berbagai dugaan mereka ucapkan menebak hubungan Arkan dan Kaila saat ini.


"Belajar lah dengan baik" ucap Arkan.


"tentu, kamu juga" balas Kaila tersenyum.


Farhan memalingkan wajahnya, dia tidak bisa melihat kedekatan Kaila dan Arkan.


"Waw...Peng-" Mia dengan cepat membekap mulut Jia, hampir gadis itu membongkar rahasia Kaila dan Arkan.


Jia melotot pada Mia, namun mata Mia jauh lebih besar dari matanya.


"Jaga mulut Lo!" peringat Mia. Jia mengangguk mengerti, dia tercengir dan sadar jika dia salah.


Kaila menghela nafas lega, dia juga tidak mau semua orang mengetahui jika dirinya dan Arkan telah menikah.


Mereka pasti akan berpikir yang tidak tidak jika mengetahuinya.


"Yasudah, aku ke kelas dulu!"


"Hm.." balas Kaila tersenyum.


Arkan pun berlalu pergi, meninggalkan kelas Kaila.


"Ciee...Di anterin dong yah sama doi. sampai ke kelas lah" goda Jia.


"Uuuu manis sekali" sahut Mia berteriak heboh.


Kaila merasa malu, dia tidak membalas godaan kedua sahabatnya. Sejujurnya dia juga sangat malu dan juga bahagia. Arkan sangat manis, apalagi tadi ketika di depan Hyuna.


Di saat mereka sibuk menggoda Kaila, tiba tiba Dea dan Kasi masuk ke dalam kelas mereka.


Brak.


Kaila terkejut, dia menatap Dea marah.


"Apa apaan ini!" Kaila berdiri, menantak Dea yang juga menatapnya penuh amarah.


"Gue sudah peringatkan Lo! jangan deketin Arkan!"


"Kenapa?" tanya Kaila.


"Karena dia milik gue, tidak ada yang bisa mendapatkan dia selain gue!" teriak Dea mencengkram bahu Kaila kuat.


Pertengkaran pun tidak terelakkan. Kasi ingin menolong Dea, namun Mia dan Jia menahan nya.


"Gak usah ikut campur, biarkan mereka yang menyelesaikan nya" ujar Mia.


"Lo gak ada hak! Arkan bukan kekasih Lo!" ucap Kaila.


"Sekarang tidak, tapi nanti iya" jawab Dea penuh percaya diri.


Kaila tertawa, melihat kepercayaan diri Dea.


"Percaya diri sekali Lo" ledek Kaila masih tertawa. membuat Dea semakin geram.


"Perlu gue klarifikasi, bahwa gue adalah..." Kaila sengaja menggantung ucapan nya.


Mia dan Jia saling melempar pandang, mereka penasaran dengan kelanjutan ucapan Kaila. apa dia akan mengungkapkan semuanya? secepat ini??.


"Ungkap apa? siapa Lo!" decak Dea mengejek.


Kaila tersenyum, lalu mengangkat jarinya. "Tunangan Arkan!",


Semua orang terkejut, suara Kaila seakan menggema di telinga mereka. Terutama di telinga Dea, apalagi mata nya fokus pada jari manis Kaila. Sebuah cincin emas melingkar di sana.


"Tidak mungkin, Arkan tidak mungkin bertunangan dengan Lo! "


"Kenapa? tidak percaya?? coba saja lihat jari Arkan. Pasti mengenakan cincin yang sama" ucap Kaila tersenyum miring.


"Benar, aku tadi melihat Arkan mengenakan cincin emas" sahut salah satu siswa.


Dea semakin terbakar emosi, dia pergi begitu saja meninggalkan kelas Kaila. Kerumunan pun ikut bubar.


"Waw, Kai. Lo hebat sekali. Dengan bangga, Lo mengalahkan Dea"


"Tentu saja, biar semua orang tahu. Bahwa Arkan, hanya milik ku!"


Jia dan Mia memutar bola mata mereka bosan. Semenjak berbaikan hingga menikah, Kaila berubah menjadi lebay seperti ini.


"Dasar bucin!" dengus mereka.