Arkaila

Arkaila
Kaila Tidak bersalah



Setelah mengecek kebenaran nya, Bima kembali keruangan osis dan mengatakan pada Arkan. Bahwa Kaila tidak bersalah, dan Dea lah yang sengaja memancing keributan.


Kaila tersenyum remeh pada Dea, dia berhasil membuktikan jika dirinya tidak bersalah.


"Meskipun begitu, Lo tetap akan di hukum. Berkelahi di sekolah bukan lah perbuatan yang baik!"


Kaila menatap Arkan tidak percaya, bagaimana mungkin pria itu tetap menghukum dirinya.


"Lo-" ucap Kaila ingin memprotes. Namun, Arkan mengangkat tangan nya sebagai tanda agar Kaila tutup mulut.


"Tidak ada protes, Lo tetap di hukum membersihkan toilet, atau mengelilingi lapangan. 50 putaran." Tegas Arkan.


Kaila menahan geram, dia melirikearah Dea yang tersenyum mengejek.


"Dan Lo" tunjuk Arkan membuat senyum Dea dan Kasi menghilang.


"Bersihkan lapangan basket, dan juga taman belakang sekolah." Lanjut nya.


"Loh, kenapa kita lebih banyak?" Protes Dea tidak terima.


"Lo kan yang buat masalah, kenapa harus protes" jawab Bima.


"Sekarang pergilah, sebelum hukuman kalian gue tambah!" Ucap Arkan dingin.


Dea dan Kasi menggeleng, mereka langsung cus kabur meninggalkan ruangan OSIS sebelum Arkan menambah hukuman mereka.


"Ayo Kaila, kita selesaikan hukuman Lo" ucap Farhan menarik tangan Kaila.


Kaila terkejut dengan perlakuan Farhan. Dia ingin menolak nya, tapi karena ada Arkan,Kaila tidak melakukan apa apa kecuali mengikutinya.


"Terimakasih, Lo memang yang terbaik Farhan" balas Kaila dengan menekan kan kata Terbaik.


"Demi gadis secantik Lo, apapun itu gue akan lakukan" balas Farhan tersenyum manis.


Arkan menatap tajam pada mereka, ingin sekali dia menepis tangan Farhan yang sedang menggenggam tangan gadis nya.


"Sudah pergi pergi lah, jangan membuat mata gue dan Arkan sakit di sini" Bima mendorong mereka berdua, agar segera keluar dari ruangan OSIS.


"Lo pasti cemburu ka" goda Bima pada Arkan, setelah hanya mereka berdua di sana.


"Tidak" sangkal Arkan. Pria itu pura pura menyibukkan dirinya dengan laptop.


"Lo gak usah malu untuk mengakuinya, gue tahu Lo bohong" goda Bima lagi, dia terus mengganggu Arkan hingga dia mengaku.


Setelah jauh dari ruangan OSIS, Kaila melepaskan tangan Farhan dari tangan nya.


"Maaf Farhan, jangan salah paham soal tadi. Gue membiarkan Lo -"


"Tidak masalah Kaila, gue ngerti kok. Lo membiarkan gue melakukan itu untuk memanasi Arkan kan?" potong Farhan.


Kaila terkejut, Farhan mengetahui niatnya. "Lo kok?"


"Sttt....Kaila, biarkan gue dekat sama Lo. Gue gak minta Lo membalas cinta gue. Tapi tolong jangan jauhi gue. " Potong Farhan lagi, dia memohon agar Kaila tidak menjauh darinya hanya karena perasaan nya pada Kaila.


"Gue gak masalah, jika Lo memanfaatkan gue untuk masalah Lo dengan Arkan. Gue gak akan marah Kaila. Gue hanya mau, selalu dekat sama Lo, menjadi teman Lo juga gak papa" ungkap Farhan lagi.


Kaila merasa tidak enak, dia sangat tidak bisa melakukan itu.


"Farhan aku.." lagi lagi Farhan memotong ucapan Kaila.


"Please Kai, gue mohon"


Kaila terdiam, menatap Farhan dengan ekspresi tidak berpacaya. Bagaimana mungkin ada orang demi cinta dia rela tersakiti.


Kaila salut dan dia juga merutuki dirinya, mengapa dia tidak jatuh hati pada pria seperti Farhan. Mengapa dia malah suka pada pria yang menyakitinya.


"Sudah lah, gue mau menyelesaikan hukuman gue dulu" ucap Kaila.


"Gue akan membantu Lo" ujar Farhan.


Kaila ingin menolak, namun Farhan lebih dulu menariknya menuju ke toilet, tanpa sempat Kaila menolaknya.


*******


Restauran yang indah, desain yang bagus dan menarik. Terdapat ruangan yang langsung menghadapkan para tamu ke taman, yang di tumbuhi oleh tanaman hijau dan di penuhi oleh berbagai macam jenis bunga.


Kedua wanita itu sedang membicarakan soal pernikah putra dan putri mereka.


"Bagaimana jika pernikahan mereka kita percepat?" Usul Tari.


Amora tampak diam sejenak, dia sedikit ragu dengan usulan itu.


"Apa mereka akan setuju? Aku takut pikiran mereka akan terganggu, soalnya sebentar lagi mereka akan ujian." Gumam Amora ragu.


"Tidak Ra, kan masih 1 bulan lagi. Kita bisa melangsungkan pernikahan mereka Minggu depan. Setelah itu, mereka akan fokus sama ujian mereka." Jelas Tari penuh semangat.


"Boleh deh, tapi aku rasa mereka tidak akan setuju"


"Mereka tidak bisa berbuat apa apa. Kita yang menentukan nya. Dan aku juga yakin, ini yang terbaik. Kamu tahu sendiri kan, Arkan dan Kaila itu saling suka sejak kecil" cerca Tari.


Amora mengangguk setuju, dia juga tidak membantah hal itu. Sejak kecil anak anak mereka sudah berteman baik.


"Kalau begitu, nanti malam aku akan memberitahu suami dan anak anak ku" ujar Amora.


"Aku juga akan memberitahu mereka. Pernikahan mereka harus di percepat" balas Tari.


Kedua nya saling membalas senyum, kemudian menikmati sajian makanan dari restauran tersebut.


Kembali ke sekolah.


Kaila tengah menyisir rambutnya menggunakan sisir milik Jia. Sedangkan kedua sahabatnya berdiam diri menatap kesibukan Kaila.


"Kenapa sih, liatin gue Mulu!" Dengus Kaila melirik kedua sahabatnya.


"Huh, gak papa. Kita hanya bingung aja. Kenapa sih, kalian bisa berantem gitu? Apalagi tuh si Farhan juga ikutan" ujar Jia.


"Tau ih, heran deh. Gak habis habisnya urusan Lo sama anak anak OSIS" tambah Mia.


"Biasa lah, mereka pada caper sama gue. Kurang kerjaan dan cari pamor" jawab Kaila. Dia meletakkan sisir, kemudian melanjutkan menyemprotkan parfum keseluruh pakaian nya. Kaila tidak mau aroma tidak sedap dari toilet melekat di tubuhnya.


"Huhh ...Wangi nya" lenguh Kaila bernafas lega, dia sudah pengap mencium aroma toilet dari tubuhnya.


"Nih"


Kaila mendongak, menatap Farhan yang tengah mengulurkan sebotol Coca cola padanya.


"Buat gue?" tanya Kaila, dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Farhan.


"Gue tahu, Lo belum minum. Karena itu gue beli buat Lo" jelas nya.


Kaila menerima nya, dia tidak bisa menolak niat baik Farhan. Apalagi, dia sudah membantunya tadi.


"Thanks" balas Kaila.


"Hmm.." balas Farhan, kemudian berlalu ke tempat duduk nya. Jia dan Mia melongo melihat sikap keduanya.


"Ada apa ini? Mengapa kalian terlihat mencurigakan?" Tanya Jia menyipitkan matanya menatap pada Kaila.


"Apaan sih!"dengus Kaila seraya meneguk Coca cola nya.


"Jujur aja Kai, ada apa?" Desak Mia yang sama penasaran nya dengan Jia.


Bukan nya menjawab, Kaila malah merebahkan kepalanya ke atas meja, menyingkirkan semua peralatan makeup Jia dan Mia begitu saja.


"Eh eh ....Kaila, jatuh ni...Ini produk ori tahu" dengus Jia dan Mia memunguti pensil alis dan lipcream mereka yang jatuh ke lantai.


"Udah selesai make, eh malah di buang" cibir Jia menatap Kaila kesal.


"Bodo" balas Kaila.


"Ihhh....Dasar sok cantik" decak Mia.


"Emang!" Jawab Kaila lagi, membuat kedua sahabatnya semakin geram dan gemas. Namun, mereka tidak bisa melampiaskan nya sekarang. Mereka harus menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pembalasan.