
Dea dan Kasi tiba lebih dulu di ruangan OSIS. Dia menatap tajam pada Kaila yang duduk di kursi.
Ketika melihat Dea dan Kasi masuk, Kaila langsung membuang muka. Dia malas berhadapan dengan Dea, wanita ular yang tidak tahu rasa malu.
"Berani sekali!" Geram Dea terpancing emosi melihat sikap Kaila.
"Kenapa, kenapa gue gak berani sama Lo" tantang Kaila, dia sudah berdiri dari duduk nya.
"Aduh, gawat ni" gumam Bima mulai khawatir.
"Dasar pembuat onar, taunya buat masalah aja!" Maki Dea.
"Lo yang gak becus, ngandelin jabatan yang gak pantas buat Lo!" Balas Kaila tak mau kalah. Langkah nya semakin maju ke depan. Begitu juga dengan Dea.
Bukan hanya Dea, Kaila saja yang maju. Kasih juga ikut maju dan berusaha menyerang Kaila. Beruntung dengan cepat Bima menahan Kasi dan Dea.
"Eh eh, Kasi Dea stop! " Teriak Bima menahan.
"Lepasin Bima, gue mau kasih ni bocah pelajaran!" Balas Dea menyingkirkan Bima dari hadapan nya.
Bima kalang kabut, dia berteriak pada anggota OSIS yang baru saja datang.
"Woi bantuin gue!!" Teriak Bima.
Mereka pun langsung berlari dan menghalangi Kasi dan Dea bergerak maju, sedangkan Bima menahan Kaila.
"Kaila!"
"Dea!"
"Kasi!"
"Kalian kaya anak kecil tahu gak!, Berantem kaya gini!" Bentak Bima dengan kesal. Dia menatap mereka secara bergantian.
"Lo liat kan Bima, dia yang mulai duluan!" adu Dea menyalahkan Kaila.
"Enak aja, Lo duluan yang maki dan menghina gue!" balas Kaila tidak terima di salahkan oleh Dea.
"Emang Lo yang salah, gak ada sopan santun!" Tuding Kasi ikut menyalahkan Kaila.
"Diem Lo yah, gue gak ada urusan sam Lo!" Teriak Kaila membuat Kasi terdiam.
"Udah udah!! Diam! Tidak usah saling menyalahkan!" Teriak Bima.
"Lo juga Dea, sudah tahu Kaila kaya gitu, malah Lo lawan. Harusnya Lo itu memberikan contoh yang baik!" ucap Bima menatap Dea. Hal itu membuat Dea menjadi semakin kesal.
Dea menatap Kaila penuh kebencian, tidak suka melihat gadis yang bersalah tapi dia malah jadi yang di salahkan.
"Apa Lo liat liat!" balas Kaila menantang. Hal ini membuat Dea semakin kesal.
Dia hendak menyerang Kaila lagi, namun terhenti oleh suara pintu yang terbuka.
"Ada apa ini?" Tanya Arkan menatap mereka dengan sorot mata tajam secara bergantian.
"Ni, bocah berdua ribut Mulu dari tadi!" Adu Bima.
Arkan menatap Kaila, percakapannya dengan Viona dan Jessica terngiang di telinganya.
"Lo kenapa lagi?"tanya Arkan menatap Kaila tajam. Dea tersenyum menang, dia senang melihat Arkan memarahi Kaila.
"Gue, kenapa?. Harusnya lo tanya tu sama anggota gak becus Lo itu!"balas Kaila menunjuk Dea.
"Lihat kan Arkan, Lo dengar sendiri!" sela Dea.
"Iya, lihat Lo main drama!"balas Kaila mengejek.
"Sudah Diam!"bentak Arkan.
"Lo, udah terlambat, dan sekarang membuat rusuh di sini. Pergi dan bersihkan semua toilet!" Titah Arkan menatap Kaila tajam. Melihat perdebatan kedua gadis ini membuat emosinya tidak stabil.
"Gue gak telat bego, kenapa gue harus Lo hukum. Gue hanya berjalan pelan ke kelas doang!" Jelas Kaila tidak terima di hukum oleh Arkan.
"Tapi Lo bolos kemarin?ujar Kasi tersenyum mengejek.
"Apa?" Kaila mengerutkan dahi, dia melirik kasi penuh tanya.
Kaila beralih menatap Arkan lagi, dengan ekspresi datar nya, dia melipat kedua tangannya di depan dada.
"Gue gak mau!" Tolak nya acuh.
"Oke, jika Lo gak mau. Maka, gue terpaksa memberikan surat panggilan untuk kedua orang tua Lo!" Ancam Arkan.
"Huh?" Lagi dan lagi Kaila kembali melongo mendengar ucapan Arkan.
Dea dan Kasi saling melempar senyum, di luar harapan mereka, tapi mereka sangat menyukai hasil luar biasa ini.
"Ok fine, kali ini Lo menang!" Kaila menatap Dea tajam, kemudian dia tersenyum miring.
"Nenek lampir!"dengus nya sebelum berlalu pergi.
"Lo-" geram Dea tertahan, dia melirik Arkan yang menatap nya tajam. Dea terpaksa menahan kekesalan nya, jika tidak dia akan di marahi oleh Arkan.
Kaila berjalan menuju ke toilet wanita, dia terpaksa menjalani hukuman ini demi kedua orang tuanya tidak terpanggil.
"Awas aja Lo, setelah semua ini. Gue akan membuat perhitungan sama Lo!" dendam Kaila.
Jam pertama, Kaila habiskan waktunya di toilet wanita. Dia harus membersihkan nya sebelum jam istirahat pertama tiba.
Sementara itu, di dalam kelas, Jia dan Mia menunggu kedatangan Kaila. Sejak tadi gadis itu belum muncul juga, bahkan guru telah tiba.
"Apa Kalian terlambat lagi?" Bisik Jia pada Mia.
"Gak tau deh" balas Mia menghela nafas berat. Dia khawatir jika Kaila terlambat lagi, maka dia akan kena hukum dan dia akan melewatkan pelajaran pertama.
"Ssstt .."
Jia dan Mia menoleh, saat mendengar kode dari seberang meja nya.
"Gue tadi liat Kaila di toilet, seperti nya dia kena hukum deh" bisik gadis itu, dan hal itu sukses membuat kedua mata Mia dan Jia membulat.
"Apa?" Seru mereka tanpa sadar.
Bu guru terkejut, dia berbalik dan menatap kearah Jia dan Mia.
"Ada apa Mia, Jia. Mengapa kalian berteriak?" Tanya Bu guru heran.
"Hem tidak ada Bu, maaf saya hanya terkejut melihat isi dari buku saya" jawab Mia asal.
"Benar Bu, ternyata dia membawa buku yang salah!"sambung Jia memperkuat jawaban Mia.
Bu guru menggelengkan kepalanya, kemudian kembali melanjutkan menjelaskan materi pembelajaran nya.
"Baiklah anak anak, silahkan kalian kerjakan latihan halaman 56." titah Bu guru.
"baik Bu"
"Jangan ribut, ibu keluar sebentar, mau ke ruangan guru"
"ok sip!" jawab mereka lagi.
Bu guru pun tersenyum,dia tidak ragu meninggalkan kelas ini. Dia tahu kelas ini sangat disiplin.
Namun,di luar dugaan. setelah Bu guru keluar. Jia dan Mia memberikan kode pada semua teman nya untuk berkumpul.
dalam sekejap,mereka langsung membentuk seperti lingkaran mengelilingi meja Jia .
"Ada apa?" tanya ketua kelas.
"Kaila di hukum, gue yakin dia tidak terlambat. dan gue pikir saat ini Kaila pasti di hukum karena dia bolos kemarin!" jelas Jia.
"Bukan nya kita sudah meminta ijin?" sela salah satu siswa.
"benar, karena itulah kita harus bertindak. kita tidak boleh membiarkan Kaila mendapatkan ketidak Adilan ini" balas Mia.
"baiklah, gue akan menemui Bu kepsek. Gue akan menjelaskan ini ,dan membuat anggota OSIS di hukum!" jelas Ketua kelas.
"Good job" seru Jia.
mereka kembali ke kursi masing masing, aksi mereka akan di lancarkan setelah bel istirahat berbunyi.