
Hari hari pun berlalu, Kedekatan Arkan dan Kaila semakin dekat. Meskipun suasana di antara mereka masih sedikit canggung.
Kaila menjadi sangat cantik, anggun, dan sopan. Dia menuruti semua yang Arkan katakan padanya. Persis seperti Kaila yang dulu sangat menggilai Arkan.
Tanggal telah di tetapkan, Arkan dan Kaila akan segera menikah. Oh bukan, mereka akan menikah siang ini.
"Apa sudah selesai?" tanya Viona pada perias yang merias adik nya.
"Sedikit lagi selesai nona" jawab perias.
Viona mengangguk, kemudian dia berlalu pergi. Dia harus pergi mengecek yang lain nya. Agar semua tetap berjalan lancar, maka Viona harus memastikan semua nya sesuai dengan yang mereka rencanakan.
Acara pernikahan mereka memang tidak terlalu besar, tamu yang di undang hanya kerabat dekat dari pihak Arkan dan pihak Kaila saja.
Namun, Viona dan Jessica tetap akan membuat pernikahan adik mereka menjadi sangat berkesan.
"Viona, apa sudah selesai? "
"Sedikit lagi Jes"
"Oh baiklah, aku akan memberitahu papa"
"Oke."
Kedua nya kembali berpisah, Viona pergi menuju ke pelayan yang bertugas menjaga hidangan. Sedangkan Jessica, dia bergerak cepat menuju kearah papa dan Arkan.
"Papa, Sebentar lagi pengantin nya akan selesai. Ayo Arkan menunggu di tempat ijab Kabul di lakukan" instruksi Jessica.
Fiandi mengangguk mengerti, dia mengikuti instruksi putrinya dan mengajak Arkan dan Bima menuju ke tempat ijab kabul.
"Oke siap" ujar penata rias Kaila. Dia menatap takjub pada hasil riasan nya.
"Wah, nona. Anda sangat cantik. Bukan karena aku pintar merias mu, tapi anda benar-benar sangat cantik. Aku hanya memoles wajah mu sedikit saja" ungkapnya.
Kaila tersenyum malu, dia menatap pantulan wajah nya di cermin. Benar apa yang perias itu katakan, dia benar-benar terlihat cantik.
"Thanks Ani, anda sudah membuat ku terlihat cantik" gumam Kaila.
Viona menuntun Kaila memasuki ruangan yang di jadikan tempat sebagai ijab kabul. Dia menatap tempat yang sudah di tata menjadi tempat yang sangat istimewa.
"Wah..Cantik sekali" pujinya.
Kaila tersenyum tipis, menatap Arkan dan beberapa keluarga nya yang berdiri menunggu kedatangannya.
"Ayo Kai" bisik Jia dari arah samping, agar Kaila segera melangkah dan duduk di samping Arkan.
Sebelum melanjutkan langkahnya, Kaila melirik kedua sahabatnya. Dia senang, mereka ada di sisinya ketika hati bahagia yang seharusnya belum terjadi hari ini.
"Ayo" seru Mia.
Kaila mengangguk, dia melanjutkan langkah nya. Ketika akan menaiki panggung sebagai tempat ijab kabul, di mana kedua orang tua dari mempelai sudah duduk bersama pak penghulu di atas sana.
Arkan menerima tangan Kaila, menuntunnya naik keatas panggung. Lalu, mendudukkan wanita yang terlihat sangat cantik di samping nya.
Arkan cukup lama menatap wajah gadis nya, dia terpeson. Terbuai melihat kecantikan Kaila yang memang sejak kecil sudah membuat dirinya mabuk.
"Kita akan memulai semuanya dari awal" bisik Arkan.
Kaila mengangguk, dia menjadi sangat yakin dengan semua ini. Selagi bersama Arkan, seperti yang dia katakan dulu, dia akan bahagia.
Pak penghulu pun ikut mengangguk, dia mulai menjabat tangan Arkan dan bersiap untuk memulai akad.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Arkan dengan saudari Arkaila Wilson binti Fahmi Wilson dengan maskawin 300 gram emas dan seperangkat alat sholat di bayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawin nya Arkaila Wilson binti Fahmi Wilson dengan maskawin 300 gram emas dan seperangkat alat sholat dibayar tunai" jawab Arkan dengan lantang dan sangat jelas.
"Bagaimana para saksi?" Tanya pak penghulu yang langsung di jawab kompak oleh para saksi.
"Sah!!!!"
"Alhamdulillah.."
Semua proses di lakukan dengan baik, Tangis Tari pecah, dia tidak menyangka sebegitu sedih hatinya saat melihat putrinya menikah. Bukan sedih, melainkan haru.
"Putri ku sudah dewasa" lirih Tari saat Kaila memeluk dirinya.
"Bunda..."
Isak tangis tak terelakkan, segala petuah dan ucapan ucapan baik di berikan pada Kaila.
"Cucu ku..."
"Nenek"
Kaila beralih memeluk sang nenek, wanita yang sudah membesarkan dirinya sejak ia melarikan dulu.
"Kamu sudah menikah sekarang, jangan cuek dan dingin lagi yah. Nanti suami mu bisa kabur" bisik nenek yang langsung di balas dengan dengusan oleh Kaila.
Acara berjalan dengan sangat lancar, sesuai yang telah mereka rencanakan. Kini saatnya Arkan dan Kaila duduk bersanding dan menerima ucapan selamat dari para tamu.
Meskipun hanya kerabat dekat, ternyata mereka lumayan banyak. Kaila mulai merasa lelah dengan gaun dan riasan di kepalanya. Sudah hampir setengah hari dia mengenakan pakaian dan riasan yang super membuat nya risi ini.
"Kapan ini akan berakhir??" Gumam nya dalam hati.
Seakan tahu apa yang sedang istri nya pikirkan, Arkan menggenggam tangan Kaila, menyalurkan ketenangan dan kedamaian ke dalam hati Kaila.
"Tenang, ini akan berakhir dengan cepat" ujarnya.
Kaila mengangguk patuh, seakan terhipnotis dia malah tersenyum manis pada pria yang pernah menjadi musuh nya dan kini menjadi suaminya.
"Cieee.....Pengantin baru, di pelaminan udah mesra mesraan aja ni" goda Bima.
Mendengar godaan kakak seniornya, Kaila menunduk malu. Apalagi kini Jia dan Mia ikut naik ke atas panggung.
"Selamat ya Kaila, Lo Sekarang udah jadi istri" mia
"Jangan lupa buatin keponakan yang lucu yah" sahut Jia membuat Kaila semakin malu.
"Jia Mia, kalian ngomong apa!" gumam nya dengan suara tertahan.
"Apa apaan ini, kalian tidak akan membuat keponakan yang lucu untuk ku??"seru Jia semakin mengeraskan suaranya.
"Jia......"geram Kaila menutup wajahnya karena malu. Ada beberapa kerabat menoleh kearah mereka.
Sedangkan Arkan dan Bima, hanya tertawa melihat tingkah mereka.