Arkaila

Arkaila
Inilah Kaila yang sebenarnya



Kaila termenung di dalam kamar nya, setelah keluar dari rumah sakit. Kaila memilih untuk berdiam diri di dalam kamarnya.


Dia masih mengingat dengan jelas, ucapan yang Arkan katakan ketika mereka di rumah sakit.


Mungkin Arkan tidak tahu, jika dirinya mendengar semua ungkapan hati nya.


Untuk pertama kali nya, Kaila merasa dirinya salah. Selama ini, dia telah salah menilai Arkan. Dia berpikir, pria itu jahat dan mengkhianati nya.


Ternyata, semua itu hanya tipu muslihat Hyuna untuk mendapatkan Arkan.


"Aku harus bangkit, aku tidak mau kehilangan untuk kedua kalinya"


"Yah, aku harus mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milik ku!"


Kaila memantapkan dirinya, dia merias wajah nya dan mengenakan pakaian yang dulu menjadi jati dirinya.


Gadis cantik, suka dandan, dan gadis yang ceria. Bukan gadis jutek, gaya biasa saja, kadang tidak mengenakan make up. Terbilang tomboi, dan memiliki sorot mata dingin.


"Aku kembali!" Kaila berseru sangat lantang, hingga terdengar ke luar kamar nya.


"Kaila?" Haico yang mendengar seruan Kaila, langsung berlari kearahnya.


Sejak mendengar kabar adik sepupunya itu sakit, Haico langsung terbang menuju kota tempat paman dan bibi nya tinggal.


"Kaila, ada apa? Kamu berteriak??"


Haico berdiri di ambang pintu, mulut nya menganga melihat seorang gadis cantik dengan dres kembang selutut lengan pendek.


"Kaila, apa ini kamu?" tanya Haico tidak percaya.


Adik kesayangan nya telah kembali, Haico berjalan pelan mendekati sang adik.


"Yea kak, ini Gue. Kaila Wilson!"


Haico berdiri di hadapan Kaila, merayu wajah Kaila dengan kedua telapak tangan nya.


Dia masih belum bisa mempercayai ini, tapi dia merasa sangat senang. Dia sangat bahagia.


"Apapun ini, aku sangat bahagia. " Haico langsung memeluk adik nya.


"Kaila?"seru seseorang.


Kedua nya mengurai pelukan, lalu menoleh kearah pintu. Di sana terlihat Viona berdiri dengan mata berbinar.


"Kak?" Sahut Kaila tersenyum manis ,dia merentangkan tangan nya meminta kakak nya untuk mendekat dan memeluk nya.


"Adik gue, Lo udah kembali??"


Hari itu, menjadi hari kembali nya Kaila Wilson. Memang Kaila tidak pernah pergi kemana pun, tapi kepribadian dan hati Kaila yang dulu pernah hilang, kini telah kembali. Itu lah yang mereka tunggu.


"Demi apapun, gue senang banget!" Ungkap Viona.


"Gue juga senang, bisa melihat kalian bahagia melihat gue seperti ini" balas Kaila menangis haru.


******


Setelah di rawat di rumah sakit beberapa hari, hari ini Kaila kembali berangkat ke sekolah. Dia tidak di antar supir ataupun di jemput oleh Arkan.


Kaila berangkat ke sekolah mengendarai mobil nya sendiri. Atas kembalinya dirinya seperti dulu lagi, Fahmi dan Tari menghadiahkan putrinya sebuah mobil sport.


Kaila merasa senang, dan kini dia akan menjadi dirinya sendiri. Tidak dengan hati marah, atau kebencian. Dia telah kembali, untuk mempertahankan apa yang telah menjadi milik nya.


Kaila turun dari mobil, berdiri menatap luas nya bangunan dan pekarangan sekolah.


"Hyuna, Kisah kita baru di mulai!" ucap Kaila tersenyum miring. Dia melangkah anggun masuk ke sekolah, melewati lorong kelas yang sudah terlihat ramai.


"Waw, cantik banget"


"Anggun"


"Kaila tampil beda"


"Iya benar, dia tampil beda"


"Kaila??"


Mia dan Jia melambaikan tangan, mereka juga sama. Sama sama terkejut dengan penampilan Kaila yang sekarang.


"Pagi semua" Kaila menyapa dengan sangat ramah, berbeda dengan dirinya kemarin.


Jia menggembungkan pipinya, dia merasa ada yang aneh dengan sahabat nya ini.


"Lo demam Kai? Atau kejadian kemarin membuat Lo kehilangan akal, sehingga kamu melupakan kebiasaan Lo!" ujar Jia seraya mengusap kening Kaila.


"Tapi, suhu Lo normal. " Desisnya, membuat Kaila berdecak kesal.


"Maksud Lo gue lagi stress?"


"Eh eh..jangan marah, gue sama Mia hanya heran dengan perubahan sikap Lo yang sekarang. Penampilan Lo juga beda" jelas Jia.


Kaila kembali tersenyum, menguapkan rasa kesal nya pada kedua sahabatnya.


"Guys, ini adalah diri gue yang sebenarnya. Selama ini, kalian hanya melihat sisi kemarahan gue saja" jelas Kai.


"Karena kemarahan pada pria itu, gue jadi berubah. Dan sekarang gue sadar, bahwa semuanya tidaklah seburuk yang gue pikirkan. Seseorang telah membuat semuanya menjadi kacau" kedua tangan Kai mengepal, saat dia mengingat tentang Hyuna.


Jia dan Mia melongo, mereka sudah tahu tentang kisah masa lalu Kai. Tapi, mereka berdua selalu terkejut dengan perubahan sikap dan karakter Kai ya g selalu berubah ubah, sesuai dengan apa yang dia inginkan.


Kringgggg.....


Suara bel berbunyi, dan itu mengakhiri percakapan mereka bertiga.


Kai duduk di bangku nya, di samping nya ada Jia dan di depan nya ada Mia.


Kaila berusaha keras fokus dengan mata pelajaran nya, namun dia tetap tidak bisa fokus dengan pembelajaran nya.


Akhirnya, karena tidak bisa menahan dirinya. Kai pun meminta ijin pada gurunya untuk pergi ke toilet.


"Permisi Bu, saya ingin ke toilet" seru nya sambil mengangkat tangan.


Farhan melihat kearah Kaila, dia sangat terpesona dengan gadis itu. Sejak awal hingga kini, Kaila sangat cantik di matanya.


"Pergilah, jangan terlalu lama yah"


Kaila mengangguk, sebagai tanda menjawab ucapan Bu guru. Lalu dia bergegas pergi ke toilet.


Ketika dia masuk ke dalam toilet, Kaila menangkap sosok yang selama ini sangat sangat dia benci.


Kai melangkah masuk ke dalam bilik toilet, mengacuhkan keberadaan Hyuna di sana.


Hyuna sedang mencuci tangannya di wastafel, dia melirik Kaila dari kaca. Memantau Kaila yang masuk ke dalam bilik toilet.


"Ingin sekali,gue Jambak tu cewe" batin Kaila.


Setelah selesai membuang air kecil, Kaila pun segera keluar.


Ternyata, Hyuna masih ada di tempat itu. seperti nya gadis itu sengaja menunggu dirinya.


Dengan sikap acuh nya, Kaila mencuci tangan di samping Hyuna.


"Wah, penampilan Lo masih sama yah, seperti dulu"


Kaila tidak bergeming,dia hanya fokus membasuh tangan nya.


"Berpura pura polos, agar orang orang mengasihani Lo. Berpura-pura sakit, agar Arkan mengasihani Lo"


"Setidaknya, gue gak pura pura baik dan menjatuhkan seseorang di hadapan orang lain. Terlalu menjijikan" balas Kaila menatap nya malas.


Setelah mencuci tangan nya, Kaila ingin beranjak pergi. Namun, sebelum itu, dia menatap Hyuna .


"Jika Lo pikir gue adalah orang yang sama. Maka Lo salah, gue Arkaila Wilson. Tidak akan membiarkan apapun yang menjadi milik gue, di rebut oleh orang lain. Apalagi orang seperti Lo!" ucap Kaila penuh penekanan di setiap kata nya.


"Dasar ******!" Teriak Hyuna menahan emosi, dia ingin membalas tapi Kaila sudah lebih dulu pergi.


"Awas saja Lo Kaila! Lo akan menyesali apa yang baru saja Lo katakan! gue akan mematahkan ego Lo!!!"