
Arkan masuk ke dalam kamar nya dan juga Kaila. Dia menutup pintu, lalu mengedarkan pandangan matanya keseluruh ruangan kamar.
Setelah acara tadi, Arkan menyuruh Kaila masuk ke kamar lebih dulu, sedangkan dirinya berbicara dengan ayah mertua dan juga papa nya sendiri.
"Di mana Kaila?" Tanya Arkan pada dirinya sendiri. Lalu terdengar gemercik air dari kamar mandi, menandakan bahwa Kaila sedang mandi.
Tak lama kemudian, Kaila pun keluar dia mengenakan handuk mini nya. Kaila lupa jika dia sudah menikah dan tidur bersama Arkan di kamar ini.
Saat melihat Arkan duduk di sofa, sontak Kaila langsung berteriak seraya menutupi tubuh nya.
"Arrggg..."
Arkan yang mendengar teriakan Kaila langsung menoleh. Betapa terkejutnya, Arkan ketika melihat tubuh basah Kaila yang hanya di baluti oleh handuk.
Glek.
Arkan meneguk air liurnya susah payah, tubuh Kaila terlihat sangat **** di matanya. Apalagi siswa air yang terlihat mengalir di permukaan kulit Kaila.
"Gila, ni istri gue cantik banget, putih mulus **** lagi" batin Arkan memuji Kaila, ini pertama kalinya bagi Arkan melihat kemulusan tubuh istrinya.
"Ngapain Lo di sini ??"tanya Kaila dengan ekspresi kagetnya.
Arkan memutar bola matanya, mendengar pertanyaan bodoh dari seorang Kaila.
"Gue mau istirahat lah" jawab nya.
"Lah kok di sini, kenapa Lo gak ke-" ucapan Kaila tergantung, dia baru sadar jika.
"Baru ingat? Kita sudah menikah dan sah menjadi suami istri?"sambung Arkan.
Kaila tercengir, lalu melangkah menuju ke lemarinya untuk mengambil baju tidur.
Setelah mengenakan baju tidurnya, Kaila pun tertarik melihat tumpukan kado dari orang orang special. Dari sahabat nya contohnya, atau dari Bima dan keluarga lain nya.
Belum sempat Kaila menyentuh kado kadonya, suara Arkan terdengar berteriak dari arah kamar mandi.
"Kaila!!!! Ambilkan handukkk"
Kaila menggeram, baru beberapa jam menjadi istri pria ini. Dia sudah berubah menjadi babu.
"Mengapa Lo gak bawa ketika Lo masuk tadiiii" geram Kaila.
"Gue lupa" sahut Arkan dari dalam.
Dengan menghentak hentakkan kaki nya, Kaila mengambil handuk, kemudian memberikan pada Arkan yang menjulurkan tangan nya di sela pintu kamar mandi yang di buka sedikit.
"Makasih!!"
"Hm.."
Kaila kembali ke tumpukan kado, dia memindahkan kado kado tersebut ke atas ranjang nya.
Kaila membuka satu persatu kado yang di berikan kepadanya. Saat membuka kado dari Bima, kedua mata Kaila melebar besar.
"Astaga!!!!"pekik nya terkejut, melihat sebuah lingerie super **** terlipat di dalam nya.
Bagaimana mungkin Bima memberi nya kado semacam ini, bukan hanya satu, bahkan ada 6 lingerie yang pria itu berikan.
Bertepatan saat itu Arkan keluar dari kamar mandi. Dia melihat lingerie ya g Kaila pegang.
Seketika itu tawa Arkan langsung pecah, apalagi melihat wajah merah padam Kaila karena menahan malu.
"Bahahaha..... Ternyata sahabat gue pinter juga memilih warna" ucap nya di sela sela tawanya.
Kaila semakin malu, dengan segera dia menyimpan kado dari Bima. Kemudian beralih pada kado yang Jia dan Mia siapkan.
"Kado dari siapa ini?" Tanya Arkan yang kini bergabung dengan Kaila di tepi ranjang.
"Ini dari Jia dan Mia. Lihat, pasti mereka memberi gue kado yang sangat cantik. Berbeda dengan sahabat Lo yang ngasih kado baju kurang bahan" ucap Kaila songong.
Arkan hanya mengulum senyum, dia teringat dengan pembicaraan kedua sahabatnya dengan Bima tadi siang. Tak sengaja Arkan mendengar nya.
"Lihat saja" kekeh Arkan.
Kaila pun dengan penuh semangat, mulai membuka kotak kado tersebut.
Jleb.
"Bahahaha......" Tawa Arkan kembali pecah, dugaan nya ternyata benar.
"Astaga ... bagaimana mungkin Jia dan Mia memberi gue kado ini" batin Kaila semakin malu. Jia dan Mia memberinya sebuah dvd yang seharusnya masih belum pantas dia lihat
Eh salah, dia sudah pantas melihatnya. Karena saat ini dia sudah menjadi seorang istri.
Dvd dewasa, terlihat dari cover nya, seorang wanita tengah memeluk seorang pria di samping nya. Mereka terlihat bergairah dan mengenakan pakaian super ****.
"Eh tunggu!"
Arkan meraih DVD itu dari tangan Kaila, kemudian mengambil lingerie ya g sudah Kaila simpan tadi.
"Lihat deh, ini kebetulan atau emang di sengaja" gumam Arkan heran.
Kaila mendekat pada suaminya, dia juga memperhatikan lingerie yang Bima berikan sama seperti yag wanita di cover DVD itu kenakan.
Tidak mungkin mereka bertiga berkomplot memberikan kado seperti ini.
"Bagaimana mungkin" gumam Kaila pelan, namun masih bisa terdengar oleh Arkan.
"Tentu saja mungkin. Lo gak tahu, jika mereka sangat dekat" sahut Arkan.
"Kenapa aku tidak tahu"
"Karena Lo itu bego" toyor Arkan pada jidat Kaila.
"Begini lah, cara suami memperlakukan istri!" Rajuk Kaila. Dia membereskan semua kado kado itu. Kemudia bersiap untuk tidur.
Malam itu, mereka akan tidur bersama. Kaila maupun Arkan merasa sangat gugup. Entah bagaimana jadinya, ketika mereka sama sama berbaring di atas ranjang yang sama.
Kaila berbaring di atas ranjang, begitu juga dengan Arkan. Mereka menarik selimut yang sama dengan posisi saling membelakangi.
Tidak ada satu pun dari mereka yang mengeluarkan suara. Mereka sibuk mengendalikan pikiran masing-masing dan juga detak jantung yang berdetak tidak beraturan.
Cukup lama mereka sama sama diam dengan posisi yang sama. Akhirnya Arkan membuka suara.
"Apa Lo udah tidur?"
"Belum" jawab Kaila tanpa menoleh. Terasa ranjang sedikit bergerak, seperti nya Arkan mengganti posisi baringnya.
"Lihat sini!" Titah Arkan.
Dengan patuh, Kaila pun mengubah posisi nya menghadap pada Arkan. Mereka saling menghadap, menatap wajah yang sama sama terlihat kaku.
"Kenapa belum tidur?"tanya Arkan lembut.
"Lo -"
Arkan berdesis, memotong kalimat Kaila.
"Ssttt.... seperti nya panggilan Lo gue tidak cocok untuk kita"
"Lalu, gue harus memanggil Lo apa?"
Arkan berpikir sejenak, kemudian tersenyum tipis. "Bagaimana kalau kakak?"
"Kakak?" Beo Kaila.
Arkan mengangguk, dia merengkuh tubuh Kaila agar lebih dekat dengan dirinya.
Kaila ingin menjauh, tapi Arkan menahan nya. Dia memeluk tubuh mungil Kaila semakin erat.
"Tidurlah, besok kita mulai sekolah. Dan ingat, dengan panggilan tadi" bisik Arkan sebelum dirinya juga ikut memejamkan matanya.
Fyuu...
Kaila hanya bisa pasrah saja, dia memejamkan matanya. Rasanya sangat nyaman, hangat dan suara detak jantung tak beraturan dari dada Arkan menjadi musik pengantar tidur.
...----------------...
Hallo semua nya, maaf yah sudah membuat kalian tidak nyaman. karena, beberapa bab yang berulang. Tapi, tenang saja. semuanya sudah aku perbaiki. Kalian bisa melanjutkan membacanya yah😘
Thanks guys, jangan lupa like, komentar dan favorit yah!!