Arkaila

Arkaila
Kaila Yang Sekarang



Setelah mendengar ucapan Kaila, Arkan pun berbalik. Menatap Kaila dengan tatapan menyeringai.


Melihat sikap Kaila yang saat ini, membuat Arkan tahu jika gadisnya tidak akan melarikan diri.


Mereka kembali saling bertentang mata. Mereka juga sudah menjadi pusat perhatian sekarang.


"Wah,, Gue sangat terkejut mendengar ucapan Lo barusan" decak Arkan tersenyum lebar.


Begitu juga dengan Kaila yang ikut menyeringai membalas ucapan Arkan.


"Jika dulu, gue melarikan diri. Maka, sekarang gue tidak akan lari. Gue akan melawan, dan gue akan membuat Lo yang pergi dari hidup gue!" tekan nya.


Arkan semakin menyeringai, dia merasa semakin tertantang dengan ucapan Kaila.


"Baguslah, jika Lo mulai berani. Tidak seperti dulu" Arkan menjeda ucapannya. Dia maju 2 langkah ke depan. Sehingga jarak mereka hanya tersisa 1 langkah saja.


Semua orang menahan nafas, suasana menegangkan dapat mereka rasakan.


"Pecundang" lanjut Arkan dengan senyum mengejek. Matanya menatap lekat ke manik mata Kaila, ia juga dapat melihat aura kebencian dan kemarahan dari gadis itu.


Sedangkan Kaila, ia mengepalkan kedua tangan nya untuk menahan gejolak emosi.


Namun, sekuat tenaganya. Kaila berusaha untuk terlihat santai. Dia tidak mau di ejek lagi, dia sudah berjanji pada dirinya sendiri. Bahwa dia akan membuat Arkan membayar semua kesalahan nya di masa lalu.


"Kaila?" gumam Jia terkejut, dia dan Mia saling berpegangan melihat Kaila dan Arkan berhadapan. Ingin membantu, Jia tahu Kai tidak suka di bantu seperti itu.


"Bercermin lah, lalu kembali ucapkan 1 kata itu" ucap Kaila sembari melangkah maju melewati Arkan. Dia juga sengaja menubruk kan bahunya ke bahu Arkan.


bruk.


"Wahh...Berani sekali dia"


Semua orang tidak percaya, Kaila sangat berani kepada Arkan. Ada yang bangga, ada yang menganggap Kaila hanya menginginkan perhatian Arkan saja.


Tidak ada yang tahu, jika Arkan dan Kaila terlibat masa lalu yang rumit.


"Menarik, gue suka Lo yang sekarang" gumam Arkan menyembunyikan senyumnya. Dia melangkah meninggalkan kantin, rasa laparnya terasa menguap seketika.


"Eh mau ke mana??" teriak Bima heran, melihat Arkan malah pergi dari kantin.


Sedangkan Kaila, dia duduk di meja yang sebelumnya Jia dan Mia tempati. Kaila menunduk, mengabaikan tatapan penuh tanya dan memuja dari murid yang ada di kantin.


Huh..


Kai menghembuskan nafas gusar. Dia tidak menyangka, bisa melawan Arkan seperti tadi.


"Kai, Lo gak papa?" tanya Mia khawatir.


Kaila menggeleng, dia merebut batagor milik Jia.


"Gue gak papa, ini buat gue" ucapnya.


Jia dan Mia hanya saling membalas lirikan mata, kemudian mengangguk bersamaan.


...----------------...


Pembukaan Turnamen.


Arkan tampak berpidato dalam rangka pemberian kata sambutan.


Acara sore itu, di hadiri oleh kepala sekolah dan guru guru lain nya.


Bukan hanya dari SMA ini saja. Guru guru dari sekolah yang ikut berpartisipasi dalam turnamen itu, juga hadir.


Setelah melakukan pembukaan, acara di lanjutkan dengan pertandingan 2 sekolah.


Arkan tampak benar benar sibuk, dia bolak balik ke sana dan ke mari. Memastikan acara berjalan dengan lancar.


Melihat kesibukan Arkan, Kaila hadir untuk mengacaukan pria itu.


"Kemana daftar itu gue taro?" gumam Arkan sembari mencari cari lembaran kertas yang harusnya ada di genggaman tangan nya saat ini. Namun, kertas itu malah tidak ada.


"Seperti nya, Lo cari ini?"


Arkan berbalik, dia menatap Kaila yang berdiri di belakang nya sembari memegang 2 lembar kertas yang sejak tadi dia cari.


"Kok bisa ada di tangan Lo!" seru Arkan.


Kaila tersenyum miring, dia mengangkat tangan nya ketika Arkan hendak meraih kertas itu dari tangan nya.


"Tidak semudah itu" ujar Kaila tersenyum miring.


"Berikan kertas itu, atau Lo akan menyesal?" ancam Arkan.


Sayangnya, ini adalah Kaila. Ancaman bodoh seperti itu tidak akan membuatnya runtuh.


Dengan santai, Kaila membuang kertas itu ke dalam tong sampah.


"UPS, gak sengaja" ujar nya pura pura kaget, kemudian tertawa pelan.


"Ambil jika Lo mau, ke tempat Lo!" ucap Kaila dengan senyum mengejek. Dia sangat senang melihat ekspresi wajah Arkan seperti saat sekarang ini.


"Lama lama Lo semakin membuat gue geram Kaila. selama ini gue terus mengingat Lo sebagai Aila. Tapi, kelakuan Lo semakin menjadi!"


"Hei,gue tidak pernah menyuruh Lo mengingat gue!" bantah Kaila cepat. Tatapan nya mulai menajam.


"Bahkan, jika gue bisa memutar waktu. Gue lebih memilih untuk tidak pernah mengenal Lo!" sambung Kaila.


"Jika Lo seperti ini terus, jangan salahkan gue. Jika nanti, gue berbuat sesuatu yang menyakiti Lo!" ancam Arkan lagi.


Bukan nya takut, Kaila malah tertawa mendengar nya.


"Hahaha... takut...."


Kaila berlalu dari hadapan Arkan, dia yang senang melihat Arkan kesal padanya pergi begitu saja


Tinggallah Arkan yang menahan geram melihat sikap Kaila.


"Argggg....Kaila Wilson!!" gumam Arkan menggeram.


Kaila melangkah menuju ke bangku penonton, di sana Jia dan Mia sudah menunggu nya.


"Dari mana aja Lo?" tanya Jia.


"Habis temui orang yang harus di basmi" jawab Kai santai.


"Siapa?" tanya Mia polos.


"Gak tahu" jawab Jia. Mereka menatap Kaila bingung, namun gadis itu malah tersenyum dan bergidik bahu.


Pertandingan pertama di mulai, Kaila dan kedua sahabatnya terlihat fokus menonton pertandingan.


terlihat sangat seru pertandingan antar dua sekolah yang sama-sama terlihat kuat. tak jarang terdengar Kayla berteriak untuk menyemangati salah satu tim yang menjadi favoritnya.


"Wuuuu.... Semangat!!!!"


"Ayo ayo semangat!!!"


Kai terus berteriak menyemangati mereka, salah satu anggota tim yang di semangati nya, melemparkan senyum kepadanya.


"Aduhhh Meleleh..." sorak Jia dan Mia.


Kaila tersenyum malu, dan membalas senyum pria itu.


"Semangat!!!!" teriak nya.


Arkan dari sudut lapangan memperhatikan apa yang baru saja Kai lakukan. Rahang nya terlihat mengeras, tangan nya yang terlipat di depan dada terlihat mengepal.


Apa dia cemburu? yah tentu saja dia cemburu. Calon istri nya, sedang menyemangati pria lain.


"Wuuuu....." sorak Kai ketika pria yang tadi memberinya tanda love berhasil mencetak gol.


"Ya ampun, dia jago banget!!!" teriak Kai.


"Wahh gimana ini, jika nanti dia melawan kelas kita" ujar Jia.


"Ehh jangan salah, jelas kita juga jago kok" jawab Mia.


"Ahh..Dia yang terhebat" sela Kaila, dia langsung mendapatkan tatapan tajam dari kedua sahabatnya.


"Gue tetap mendukung sekolah kita kok" jawab Kaila tercengir.


Fyuu..


Kedua sahabatnya bernafas lega, mereka pikir Kaila tidak akan mendukung sekolahnya.


Pertandingan pertama, di selesaikan dengan SMA Tiaksara yang memenangkan pertandingan.


Kaila terlihat sangat girang, dia tidak salah mendukung tim.


Saat ini, semua orang melihat Kaila yang berbeda. Dia terlihat super aktif saat menonton pertandingan tadi.Teman teman nya menatap heran kepadanya. Entah apa yang terjadi, mood Kaila berubah ubah.