Arkaila

Arkaila
Jadi Kacau



Jam istirahat pun tiba, bel sudah berbunyi sejak 1 menit yang lalu.


Kaila dan kedua sahabatnya berjalan beriringan menuju ke kantin.


Dari arah yang berbeda, Hyuna tampak mengintai pergerakan Kaila. Entah apa yang sedang gadis itu pikirkan, yang jelas dia ingin membuat masalah untuk Kaila.


"Kai, Lo nanti mau makan apa?"


"Iya Kai, biar sekalian nanti Mia pesankan"sambung Jia.


Sembari berjalan sembari berpikir, "Mau minas deh, gue kepikiran itu dan jadi pengen" ucap Kai.


"Oke siap" balas Mia.


"Gue mau bakso aja deh, yang biasa jangan yang pedas" ucap Jia memperingatkan Mia, dia tidak sanggup memakan bakso pedas seperti Kaila kemarin.


"Iya iya, gue tahu kok. Lo gak sehebat Kaila"


"Apaan sih" decak Jia menepuk gemas bahu Mia, membuat mereka bertiga tertawa bersama.


Suasana kantin terlihat sangat sesak, Kaila dan kedua sahabatnya celingak celinguk mencari meja kosong. Namun, tidak terlihat ada meja yang kosong.


"Kaila!!"


Kaila menoleh, menatap kearah sumber suara. Dia melihat Bima tengah melambaikan tangan nya kearah mereka.


"Tu kasen manggil kita?" gumam Jia bertanya pada kedua sahabatnya.


"Kaya nya gitu" ujar Mia, dia mulai malu malu.


Bima terus melambaikan tangan nya pada Kaila dan kedua sahabatnya. " Sini woy!"


Kaila hendak menghampiri Bima, namun dia melihat Arkan juga duduk di sana, membuat Kaila mengurungkan niatnya.


"Eh eh.." Kaila terkejut, kedua teman nya tiba-tiba menarik tangan nya kearah meja Bima.


Arkan menegakkan tubuh nya, mendorong Bima agar menjauh darinya. Sehingga Kaila bisa duduk di samping nya.


Licik, itulah yang ada di pikiran Bima yang menatap Arkan kesal. Demi seorang cewe dia mengusir sahabat nya.


"Bhahaha...Kak Bim, ngapain duduk di bawah?" seru Mia sembari tertawa keras.


Meja yang Arkan dan Bima tempati adalah meja untuk 6 orang, jadi mereka muat untuk bergabung dengan Kaila.


"Kak Bim, Arkan, kalian udah mesan belom?"tanya Mia.


"Belum, baru juga sampe" jawab Bima lembut.


"Yaudah, mau pesan apa. Biar sekalian aku pesankan" tawar Mia malu malu.


"Pesan cinta kamu boleh gak?" Tanya Bima gombalin Mia. Gadis itu langsung tersipu malu.


"Ihh kak Bima bisa aja deh .."


Kaila dan Jia memberikan reaksi wajah mau muntah, setelah mendengar gombalan basi yang Bima berikan.


"Ihh pada sirik" cibirnya pada kedua gadis itu.


"Gak papa kak, kan si itu" tunjuk Mia pada Jia "kagak ada temen nya"


Wajah Jia langsung murung, ledekan Mia sangat mengena di hati Jia.


"Aku jadi tersungging" ucap Jia.


"Tersinggung!!!" Teriak mereka bersamaan membenarkan ucapan Jia yang sengaja di salahkan.


Arkan terlihat tenang, dia menatap Kaila dengan senyum tipis nya.


"Lo pesan apa!" Tanya Arkan dengan nada lembut.


"What??? Kak Arkan bisa nada lembut???" Pekik Jia dan Mia bersamaan, membuat perhatian murid yang sedang di kantin beralih kepadanya.


"Tu mulut, gak bisa di rem apa sih. Lemes banget!" gerutu Arkan menatap tajam kedua gadis yang langsung menutup mulut nya rapat.


"Sorry kak, kita hanya kaget" cicit keduanya berharap mendapat kerendahan hati Arkan, agar Arkan tidak memberikan mereka hukuman.


"Gue udah mesan kok" jawab Kaila menyelamatkan kedua gadis itu.


Fyuu..


"Love you so much Kai" ungkap Jia dalam hati, dia bisa bernafas lega ketika Arkan tak lagi menatap kearah mereka.


"Yaudah, gue sama Jia mesan dulu yah. Bye"


Jia dan Mia buru buru kabur dari sana. Mereka tidak mau membuat Arkan semakin murka.


"Huh, dasar lemes" cibir Bima.


"Huh, apa. Gue gak bilang apa apa. Gue diem aja" alih Bima pura pura.


Merasa sedikit canggung, Bima memutuskan untuk pergi meninggalkan Kaila dan Arkan berdua.


"Gue mau bantu Jia dan Mia dulu yah" pamit Bima yang langsung melengos pergi.


"Eh.." Kaila menatap kepergian Bima, dia merasa gugup ketika berdua saja dengan Arkan. Walaupun di sekitarnya terdapat banyak siswa yang sedang menikmati makanan mereka. Tapi, Kaila tetap merasa gugup di satu meja dengan Arkan.


Untuk pertama kali nya, sejak mereka berpisah. Ini adalah yang pertama kali nya Kaila merasa deg deg an berada di dekat Arkan.


"Bagaimana kondisi Lo?"


"Sudah baik"


"Apa Lo merasa pusing?"


"Tidak!"


Percakapan kuno mereka tidak berlangsung lama, karena mereka kembali terdiam.


"Nanti setelah turnamen selesai, gue mau bawa Lo ke suatu tempat!" Ujar Arkan yang tak sempat Kaila jawab. Karena teman teman mereka telah datang.


"Yeee, akhirnya kita makan bersama kak" ungkap Mia girang, dia duduk di samping Bima, sedangkan Kaila di samping Arkan.


Bagaimana dengan Jia? Gadis itu hanya bisa menyantap makanan nya dalam diam.


"Kai, suruh Abang Lo ke sini deh. Biar gue ada temen nya" rengek Jia putus asa. Dia sudah bosan sendirian.


"Noh, telfon aja" balas Kaila seraya menyodorkan ponsel nya pada Jia.


"Au ah...Nasib jadi nyamuk"


Kaila dan Mia terkikik pelan, mendengar ucapan Jia.


"Ayo makan, sebentar lagi bel akan berbunyi. Sedangkan makanan Lo masih banyak!" ujar Arkan.


Kaila mengangguk pelan, dia menjadi gadis penurut sekarang. Arkan senang melihatnya, Aila nya telah kembali.


Semua mata memperhatikan mereka, tidak ada yang fokus dengan makanan mereka.


Bagaimana tidak, tom & Jerry kini duduk di satu meja. Si pembuat onar dan si ketua OSIS paling kejam. Mereka berdamai? Benarkah itu??


"Bagaimana mungkin, mereka bisa sedekat itu??" Gumam Dea terbakar api cemburu. Dia tidak bisa menyerang Kaila sekarang, karena di sana ada Arkan.


"Sabar De, kita bisa urus gadis itu nanti!" Ujar Kasi.


"Tapi, aku tidak bisa melihat mereka bersama!" Kedua tangan Dea semakin mengepal kuat, saat melihat Arkan menghapus sisa makanan di sudut bibir Kaila.


"Biar Lo gak sakit hati, lebih baik kita pergi sekarang!" ucap Kasi, dia menarik tangan Dea dan membawa gadis itu pergi meninggalkan kantin.


Tak jauh berbeda, Hyuna juga merasakan hal yang sama dengan Dea. Dia sangat sangat tidak suka saat melihat kedekatan Arkan dan Kaila.


Namun, Hyuna tidak seperti Dea. Dia lebih memilih menghampiri Arkan dan teman teman nya.


"Hai guys, boleh gabung gak?"


Tidak ada jawaban, tapi Hyuna malah duduk di sebelah Kaila. Menggeser Kaila dengan cara mendorong gadis itu dengan tubuh nya.


Mau tidak mau, Kaila terpaksa bergeser. Sehingga, Hyuna jadi berhadapan dengan Arkan.


Jia dan Mia menatap nya sinis, begitu juga dengan Bima. Sedangkan Arkan, dia terlihat acuh dan seperti nya sedang menahan sesuatu di dalam dirinya.


"Wah, Arkan kamu masih makan ini yah. Ini kan makanan yang sering kita makan waktu SD" ucap Hyuna tanpa tahu malu mengambil makanan Arkan, melahapnya menggunakan sendok yang Arkan pakai. Dia terus berbicara seolah tidak pernah terjadi sesuatu di antara mereka bertiga.


Brak!


"Gue udah selesai!" Kaila pergi begitu saja, dia sudah tidak tahan lagi.


"Huh, dasar pengganggu" decak Jia dan Mia yang langsung menyusul Kaila.


"Kenapa sih, mereka gak sopan banget sama senior!" gumam Hyuna pura pura polos.


"Yang ada Lo yang merusak suasana kita!" Sahut Bima. Dia melirik pada Arkan.


"Lo mau di Sini, atau ikut gue?" Seru nya, Bima pergi mendahului Arkan, membiarkan Arkan yang terdiam di kursinya.


"Yah,,, sayang banget, makanan nya di tinggalin. Padahal masih banyak!" Lenguh Hyuna. Dia kembali melahap makanan Arkan tanpa rasa bersalah. Dia malah senang, tanpa melakukan apapun dia bisa berduaan dengan Arkan.


"Lo memang gak malu? Teman teman gue jadi pergi karena Lo. Dan gue juga sudah memperingatkan Lo, jangan pernah ganggu Kaila!" Tegas Arkan.


"Hei baby, gue gak ada sakiti dia, gue gak ganggu dia. Bahkan gue gak nyentuh dia sedikitpun. Lo lihat sendiri kan?" Bantah Hyuna tidak mau di salahkan.


"Serah Lo deh!"


Arkan pun pergi, meninggalkan Hyuna sendiri dengan semua makanan itu.