
Keesokan harinya Alana memutuskan untuk pergi kesekolah,meskipun kondisinya masih belum stabil.
Sepulangnya dari tempat pemakaman Harris,Alana pingsang didepan pintu kamarnya.
Saat itu Bu Rinta memanggil manggil Alana,tapi tak ada jawaban,"Ana!! makan dulu!!".
Namun tidak ada juga jawaban setelah beberapa kali Bu Rinta memanggil.
"Alana kemana nih??".Akhirnya Bu Rinta menyusul kekamar Alana.Betapa terkejutnya ia mendapati Alana yang tergeletak di depan pintu kamar.
"Astaga!!",sambil menutup mulutnya lalu mendekati Alana,"Ana!! bangun!!".
Bu Rinta memanggil sopirnya,Pak Amad.Kebetulan saat itu Pak Jeff masih belum pulang dari kantornya.
Pak Amad menggendong Alana yang tengah pingsang itu dan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.Setelah itu Pak Amad kembali kelantai bawah.
Bu Rinta begitu cemas dengan kondisi Alana,dia juga tidak tau apa penyebab Alana bisa pingsan seperti itu.
"Kamu kenapa Ana??" gumam Bu Rinta sambil mengusap lembut kening Alana.
Bu Rinta berjalan beberapa langkah,ia mengambil minyak angin di lemari Alana lalu mengusapkannya disekitar hidung Alana.
Alana terbangun setelah mencium bau minyak angin itu.
"Bunda??" suaranya terdengar begitu kecil.
"Alhamdulillah!! kamu sudah siuman sayang!!".
Ibu Rinta begitu bahagia melihat anaknya itu yang kini telah sadar.
"Aku dimana Bun??" tanya Alana.
"Kamu dikamar Ana!" jawab Bu Rinta.
"*Kak Harris mana??".
"Harris siapa*??".Bu Rinta tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Alana.
"Kak Harris masih hidup kan Bun??".
Pertanyaan Alana yang kali ini mengingatkan Bu Rinta tentang siapa yang sedang dibicarakan Alana.Tapi Bu Rinta masih belum mengerti,setau dia Harris itu cuma kakak kelas Alana.
"*Sekarang coba Kamu jelasin semuanya sama Bunda!!".
"Kak Harris kecelacaan Bun!! nyawa dia sudah tidak dapat diselamatkan lagi*!!" kini Alana mulai menangis.
"Kenapa Kamu menangis?? siapa dia Ana??".
"Aku mencintai dia Bunda... dia berjanji akan ngenalin Aku sama Papanya...".
Berkat penjelasan Alana itu ,Bu Rinta tau jika putrinya kini telah memiliki pacar.
"Sekarang Kamu makan dulu ya...!" Bu Rinta mencoba membujuk Alana,tapi Alana menolak dengan sebuah gelengan.
"Ana!! Kamu bisa sakit kalau nggak makan!!".
Nada suara Bu Rinta sedikit meninggi.
"Ana nggak lapar Bun!!",tolak Alana.
Karena Alana terus saja menolak,Bu Rinta pun pergi meninggalkannya dikamar,mungkin saat itu Alana butuh waktu sendiri.
Menit berganti menit,jam pun telah berganti jam.Alana masih belum keluar dari kamarnya.
Kebetulan saat itu Pak Jeff tidak lembur,jadi dia bisa pulang lebih cepat kerumah.
"Yah!! kayaknya Alana sakit!!" ucap Bu Rinta.
"Sakit kenapa Bun??" tanya Pak Jeff.
Bu Rinta pun menceritakan apa yang dikatakan Alana tadi siang kepadanya.
"Sekarang Alana mana??" tanya Pak Jeff setelah mendengar cerita Bu Rinta.
"Dikamar Yah!!".
Pak Jeff pergi menuju kamar Alana lalu disusul oleh Bu Rinta.
Pak Jeff membuka pintu kamar,ia melihat Alana seperti sedang menatap sesuatu,namun tatapan itu kosong, sementara itu air matanya terus mengalir.
"Ana!!".Panggilan Pak Jeff menyadarkan Alana sejenak, dia pun menoleh kearah sumber suara,"*Ayah,Bunda??".
"Kamu sakit*??" .Pak Jeff meraba kening Alana,memang terasa agak panas.
"Ana baik baik aja kok Yah!!".
Alana berusaha tersenyum,tapi air matanya memang tidak bisa ditahan.Meskipun bibirnya tetap mengatakan ia baik baik saja,tetapi air mata itu telah menjawab semuanya.
"Ikut Bunda ya!!" ajak Bu Rinta.
Saat itu Alana benar benar tidak tau harus berbuat apa lagi.Dia pun mengangguk dan menuruti langkah Bu Rinta yang kini membawanya kesuatu tempat.
"Bunda kok bawa Ana kesini??" tanya Alana saat mengetahui itu adalah ruangan Bu Rinta.
"Dari tadi siang Kamu murung terus,tatapan Kamu juga kosong,Bunda fikir kondisi Kamu sudah tidak aman!!" jawab Bu Rinta.
"Bunda fikir Aku gila??" bentak Alana.
"Bukan begitu ...." Bu Rinta mencoba menjelaskan apa maksudnya,tetapi sepertinnya Alana tidak mau mendengar,"Aku nggak gila Bun!! Aku masih waras!!".
Lalu Alana pun berlari kekamarnya,ia menutup pintu kamarnya rapat rapat.
Alana menagis sekuat mungkin,hingga ia pun terlelap dalam tidurnya.
Saat Alana ingin masuk kedalam kelasnya,tiba tiba Ravid datang memanggilnya.
"Ada apa Kak??" tanya Alana.
"Harris mana?? " kata Ravid mengajukan pertanyaannya.
"Kak Ravid kemana aja sih??".
"Aku sibuk ngurusin pesta!!" jawab Ravid.
Alana memperbaiki posisinya supaya sejajar dengan posisi Ravid yang sedang duduk."*Kak Harris udah meninggal!!".
"Apa*??".Ravid benar benar terkejut mendengar apa yang diucapkan Alana,"*Kamu jangan bercanda!! pamali!!".
"Aku serius Kak!! kemaren malam mobil Kak Harris kecelakaan,nyawa dia nggak tertolong Kak*!!".Kini Alana berbicara dengan suara parau,karena ia tidak bisa menahan tangisnya.
Suasana hening sejenak,Ravid pun ikut menangis ketika mengetahui sahabatnya kini telah tiada.
"Sahabat macam apa Gue?? kenapa Gue bisa nggak tau saat Lo pergi??" teriak Ravid sambil memukul dinding yang tengah ia sandari.
Dela yang ternyata berdiri diluar kelas mendengar semuanya dari awal.Dela pun menghampiri Ravid dan mencoba menenangkannya.
"*Sabar sayang!! ini bukan salah Kamu kok!!".
"Harris dimakamkan dimana*??" tanya Ravid kepada Alana.
"Tempat Pemakaman Umum dekat rumah dia Kak!!" jawab Alana.
"Antar Aku kesana Ana!!".
Alana tidak merespon,dia tetap diam pandangannya kembali kosong.
"Ana!!" tiba tiba panggilan Ravid mengejutkannya.
"Maaf Kak,Aku nggak bisa!!".Alana pergi meninggalkan Ravid dan Dela didalam kelas.
"Alana kenapa sih??" gerutu Ravid.
Ravid masih bertanya kenapa dengan Alana?? sudah jelas jelas Alana akan merasa sangat terpukul,apalagi dia diajak kembali mengunjungi makam Harris.
"Kamu paham lah perasaan dia!!".Dela pun akhirnya bersedia menemani Ravid untuk mengunjungi makam Harris.
"Kita pergi pulang sekolah aja sayang!!" usul Ravid.
"Ya udah ,terserah Kamu aja!!".
Sementara itu saat Alana masuk kelas,dia melihat kursi kosong yang berada disebelah tempat duduknya,kini telah berpenghuni.
Alana melihat ada sebuah tas terletak disana.Tapi Alana tidak terlalu mempermasalahkan,dipikirannya sekarang cuma ada Harris.
Saat bel tanda jam pelajaran pertama dimulai,semua siswa bergegas masuk kedalam kelasnya, begitu juga dengan siswa dikelas Alana.
Alana duduk di kursinya,tiba tiba seorang pria asing duduk disebelah tempat duduknya.
Alana kembali tidak mempermasalahkan.Ia menatap lurus kedepan, mempersiapkan diri saat pelajaran nanti dimulai.
Sesaat kemudian Alana merasakan kurang nyaman dengan rambutnya,ia pun memperbaiki rambutnya itu.
Tanpa ia sadari pria asing yang kini duduk bersebelahan dengannya,tengah memandangnya.
Pandangan itu terlihat berbeda daripada pandangan pada umumnya,itu terlihat seperti pandangan penuh dengan cinta.
Jika awalnya Alana yang tidak sadar sedang dipandang,kini pria itu yang tidak sadar kalau Alana telah sadar dipandangi.
"Maaf,ada apa ya??" teguran Alana mengejutkan pria itu.
"Oh nggak apa apa!!" jawabnya.
"Oh ya, kayaknya Aku nggak pernah melihat Kamu sebelumnya".Alana memang sedikit merasa asing dengan pria itu.
"*Aku memang murid baru".
"Perkenalkan nama Aku Angga*!!" ucapnya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan.
"Nama Aku Alana" ucap Alana menjawab uluran tangan Angga.
"Kamu pindahan sekolah mana??" tanya Alana setelah melepas jabatan tangannya.
"Aku pindahan dari Thailand!". Jawaban Angga sedikit membuat Alana kaget,"*Lho kok bisa pindah kesini??".
"Kedua orangtua Aku kini melebarkan bisnis mereka keluar negara Thailand,jadi mereka sering nggak ada dirumah.Jadi mereka meminta Aku pindah ke Indonesia,kebetulan Tante Aku ada di Jakarta*!!".
Alana pun mengangguk tanda mengerti dengan apa yang dikatakan Angga.
"Kalau boleh tau,Tante kamu siapa ya??" tanya Alana.
"Yanti Miller!!" .
"Apa?? jadi Kamu kepada keponakannya Bu Yanti??".Alana benar benar tidak percaya jika teman kelas barunya itu merupakan keponakan kepala sekolah.
"Ehm,iya" jawab Angga.
Entah kenapa Alana merasa asik berbicara dengan Angga.Apalagi Alana orangnya mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi.
"Bu Yanti itu kalau nggak salah bukan asli Indonesia ya??" tanya Alana.
"Hmmmm iya,Tante Aku lahir di Thailand!!" jawab Angga.
"*Berarti Kamu keturunan Thailand juga dong??".
"Iya,Papa Aku asli Thailand.Tapi Mama dan Papa Aku pindah saat mereka telah menikah.Lalu kembali lagi ke Thailand saat aku berumur lima belas tahun.Ya...pada akhirnya balik lagi kesini*!!" jelas Angga sambil tertawa.
Alana pun ikut tertawa bersama dengan Angga,setelah itu mereka diam karena guru masuk kelas.
"Pantasan aja!!" gumam Alana.
"Pantasan apa??" tanya Angga yang ternyata mendengar gumaman Alana.
"Eh nggak!!" jawab Alana.
Mereka kembali diam saat guru didepan gelas memulai materi pelajaran.
"Pantasan ganteng!!" gumam Alana kembali.
"Kamu juga cantik!!".Alana kaget mendengar ucapan Angga,lalu dia pun tersenyum.
Alana mengatakan Angga ganteng,bukan berniat ingin menggoda.Ia hanya berkata sesuai apa yang dia lihat,memang kenyataannya Angga itu ganteng .
\*\*\*