Alana

Alana
chapter 13



Pagi yang sedikit berawan,bulir bulir air mulai turun ke bumi.Setiap makhluk hidup pasti malas beraktifitas.Tapi tidak bagi seorang gadis cantik,yang dikenal dengan keluguannya.Siapa lagi kalau bukan Alana.


Alana keluar dari kamarnya,menuju lantai bawah,untuk sarapan bersama.


Diatas meja sudah tersedia berbagai macam makanan,mulai dari yang mengandung karbohidrat,protein,mineral,bahkan vitamin.


Alana mengambil makanan secukupnya lalu memasukkan kedalam piring dan makan tanpa suara.


Selesai makan ia pun berpamitan kepada orangtuanya untuk berangkat kesekolah.


Sebentar lagi ujian kenaikan kelas


Meskipun hujan,Alana harus tetap kesekolah.Lagian itu hanya hujan rintik rintik saja.


Alana turun dari mobil ketika sampai digerbang sekolah,dia langsung berlari menuju ruangan kelas.


"Baru nyampe??" tanya Angga saat Alana mendekati tempat duduknya.


"Tadi hujan!!" sahut Alana sambil meletakkan tasnya di atas kursi.


"Oh,duduk kalau gitu!!" ucap Angga mempersilahkan Alana duduk.


"Oh, makasih!!".


Mereka berbincang bincang sebentar.Tidak lama setelah itu guru masuk dalam kelas.Tiba tiba suasana kelas hening,tak ada sedikitpun suara.


Setelah belajar kurang lebih 3 jam,waktu istirahat SMA Kebangsaan pun tiba.Semua murid kebanyakan lebih memilih keluar kelas,entah itu ke kantin atau tempat lainnya.


Alana dan Angga memilih untuk pergi ke kantin.


Seperti biasa Alana memesan bakso kesukaannya, sementara Angga memesan nasi goreng pedas.


Mereka berbincang bincang sejenak sebelum jam pelajaran selanjutnya dimulai.


"Kamu punya saudara??" tanya Angga.


"Aku anak tunggal!!" jawab Alana."Kalau Kamu??".


"Katanya sih Aku punya kakak,tapi udah meninggal!!".


"Maaf,Aku nggak bermaksud mengungkit luka itu!!".Alana tampak menyesal tapi Angga segera membantah,"*Bukan salah Kamu kok!!".


"Kali ini ,Aku boleh nggak bertanya soal perasaan*??" Angga bertanya dengan penuh hati hati,takut jika seketika Alana marah.


"Mau nanya apa??" .


"Kamu...maksudnya sebelumnya Kamu udah pernah pacaran??".


Alana menaikkan alisnya sebelah,"*Kamu kan udah tau!".


"Maksudnya sebelum dengan pria itu*!!".


"Dia cinta pertama Aku,dan Aku rasa dia juga cinta terakhir!!".Mata Alana begitu lurus,seakan akan ada yang dipandangnya ketika berbicara.


"Uhuk...cinta terakhir??" tanya Angga kaget.


"Iya!!" jawab Alana santai.


"*Berarti Kamu nggak berniat membuka hati untuk pria lain??".


"Semoga dia berniat!!". Itulah harapan dari dalam diri Angga ,tapi harapan itu tidak sesuai kenyataan,"Sama sekali nggak akan*!!" jawab Alana.


"Seseorang yang seperti apa dia?? hingga hati Kamu dipenuhi olehnya??".


"Dia luar biasa,meskipun terkenal cuek dan tidak romantis,tapi...dia berbeda dari pria lain!!".Setiap kali menceritakan tentang Harris,mata Alana pasti tatapannya lurus ke depan.


"Apa Aku harus menjadi seperti dia??".Tiba tiba saja Angga mengucapkan kata kata seperti itu,tentu saja Alana agak sedikit kaget."Hah??".


"Bukan apa apa kok!! anggap aja Kamu nggk pernah dengar!!" bantahnya cepat cepat.


"Ooh!!".


"Yuk kembali kekelas!!" ajak Angga mengalihkan pembicaraan agar Alana bisa melupakan pembicaraan mereka secepatnya.


"Andai Kamu tau perasaan ini,Aku sudah jatuh cinta sama Kamu sejak pandangan pertama!! tapi itu mungkin sulit,karena dihati Kamu sudah tidak ada lagi ruang!!" suara hati Angga.


\*\*\*\*


"Kamu nggak curiga sama murid baru itu??" tanya Ravid.


"Curiga bagaimana maksud Kamu??" tanya Dela balik.


"Tadi aja mereka kekantin bareng!!".Ternyata mereka mengikuti Alana dan Angga ke kantin secara diam diam.


"Itu sih,karena mereka sekelas!!".Dela bahkan tertawa dengan apa yang dipikirkan Ravid.


"*Apa??".


"Coba Kamu perhatikan tatapannya kepada Alana*!!".


Dela mencoba mengingat saat Angga bersama Alana,terutama soal ratapannya."Oh iya..Aku tau!!".


"Kamu tau maksud Aku??" tanya Ravid.


"Aku rasa dia menyukai Alana!!" tebak Dela asal.


"Kamu benar!!".


"Jika benar dia mencintai Alana,menurut Aku itu bagus!!" ucap Dela.


"Nggak boleh!!".Tentu saja Dela merasa aneh dengan penolakan Ravid tersebut,"*Kenapa??".


"Harris itu sahabat Aku.Aku cuma nggak mau aja dia dikhianati*!!".


"Sayang!! Harris itu udah nggak ada!! jadi Alana juga berhak bahagia di dunia ini!!".


"Tapi nggak harus dengan murid baru itu juga!!".Ravid masih saja ngotot, sementara itu Dela sudah tidak mengerti lagi dengan jalan pikiran Ravid.


"Aku udah nggak ngerti lagi sama Kamu!!" Dela pun menggelengkan kepalanya tanda dia sudah tidak paham,"Kamu seakan akan melarang Alana bahagia!!".


Sebenarnya satu hal yang tidak pernah terpikir oleh Dela.Yaitu tentang perasaan Ravid.Darimana perasaan itu berasal,dan kemana ia akan berlabuh.


\*\*\*


Alana berjalan melewati lorong kelas menuju perpustakaan.Dia diperintahkan guru yang mengajar dikelasnya meminjam buku ke perpustakaan.


Setelah selesai meminjam buku sebanyak yang diperlukan.Alana kembali melewati lorong kelas untuk menuju kelasnya.


"Hei!! Lo!!" panggil seseorang dari belakang.


"Ada apa Kak??" tanya Alana saat mengetahui itu adalah Jenita.


"Lo tadi lewat ruang tari kan??" tanya Jenita.


"Iya Kak!!" jawab Alana.


"Owh,berarti Lo pelakunya!!" tuduh Jenita.Tentu saja Alana tidak mengerti,karena dia hanya lewat keruang tari."*Maksud Kakak??".


"Sini Lo*!!!" Jenita pun menarik paksa tangan Alana menuju ruang tari.


Dia mengambil sebuah baju tari yang sudah kotor dan menunjukkannya kepada Alana.


"Lo kan pelakunya??" tuduh Jenita keras.


"Aku nggak tau apa apa Kak!!" ucap Alana membela diri.


"Nggak usah pura pura nggak tau Lo!! gara gara Lo Gue jadi baju kayak gini!!" bentak Jenita.



"Tapi Aku benar benar nggak tau Kak!!".


"Asal Lo tau,itu baju mau Gue pakai buat ambil nilai tari!!" kali ini emosi Jenita benar benar keluar,bahkan tangannya sudah bergerak hendak menampar Alana.



"Bukan dia pelakunya!!" teriak Angga yang tiba tiba masuk keruang tari.


"Siapa Lo ha?? berani ikut campur urusan Gue??" Jenita terlihat tidak suka dengan kehadiran Angga.


Angga tidak menjawab Jenita tapi dia mendekati Jenita,lalu dia mengambil baju yang dipegang Jenita secara kasar."*Lagian ini nggak sengaja keinjak sama anak anak tari!!".


"Jelas jelas dia pelakunya*!!" tuduh Jenita sambil menunjuk kearah Alana.


"Emang Lo punya bukti,kalau dia pelakunya??" pertanyaan Angga membuat Jenita terdiam,"Nggak kan??".


Jenita masih diam,hingga Angga memintanya untuk keluar."*Mending Lo pergi deh dari sini sekarang!!".


"Cish!! anak tari itu Gue bukan dia,kenapa malah Gue yang diusir*??" gerutu Jenita.


"Kamu nggak apa apa??" tanya Angga menghampiri Alana.


"Nggak apa apa kok!!" jawab Alana.


"Jangan sedih lagi!! pulang sekolah Aku bakal ngajak Kamu kesuatu tempat!!".


\*\*\*\*