Alana

Alana
chapter 17



Angga kembali kekelasnya dengan perasaan yang masih sedih.Dia terus menundukkan pandangannya,sama sekali tidak berani melihat wajah Alana.Sepertinya Alana juga berusaha menjauh sejak kejadian tadi.Dari awal Angga masuk kelas, Alana bersikap seakan akan Angga tidak ada.


Andai saja dia tau akhirnya akan seperti itu,mungkin Angga tidak akan pernah mengungkapkan perasaannya kepada Alana.Cukup baginya tetap disamping Alana,meskipun perasaannya tidak pernah terbalas.Yang penting Alana tidak menjauh.


Kemaren dia berfikir mengungkapkan perasaan kepada Alana secara cepat tidak akan berakhir menyakitkan seperti itu.


Guru yang mengajar saat jam pelajaran itu pun masuk kelas.Angga duduk di kursinya, sementara itu Alana tetap membuang muka.Pandangannya benar benar lurus kedepan.Entah itu benar benar fokus kepada pelajaran, atau hanya sekedar untuk mengacuhkan Angga.


Tetapi sepertinya Alana mengacuhkan Angga,meskipun pandangannya lurus ke depan,tetapi pikirannya tidak fokus.Tangannya memegang sebuah pena dan mencoret coret buku,sebuah coretan yang tidak menentu.


Angga berniat memanggil Alana,tapi tidak jadi.Dia takut tindakannya hanya akan menambah masalah.


Sepulang sekolah Angga melihat Alana berdiri sendirian di depan gerbang,sepertinya Alana sedang menunggu sopirnya datang.


"Mau bareng sama Aku??" tawar Angga.


"Nggak usah!!" jawab Alana ketus.


"Tapi kan....".Angga hanya berniat membangun,tapi ditolak mentah mentah oleh Alana.


"*Aku bisa pulang sendiri!!".


"Maaf jika kejadian tadi membuat Kamu nggak nyaman*!!" sesal Angga.


"Mendingan mulai sekarang Kamu jauh jauh dari Aku!!".Setelah memberi peringatan Alana memasuki mobilnya.


Angga masih terdiam didepan gerbang sekolah.Hatinya benar benar hancur,tidak hanya ditolak,namun dia juga dijauhi oleh orang yang dia cintai.


"Nggak pulang Mas??" tegur satpam sekolah.


"Iya Pak!!".


Angga melangkah ke arah mobilnya diparkir,dia mengeluarkan kunci mobil dan membuka pintunya.Setelah itu Angga pun masuk mobil dan menyetir mobil untuk menuju rumahnya.


Dari dalam mobil sampai dirumah Angga tetap saja murung.


"Kok murung gitu??" tanya Bu Yanti yang menyadari raut wajah Angga.


"Tante udah pulang??".Angga berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Yang nanya nggak dijawab dulu??" sindir Bu Yanti.


"Siapa yang murung sih Tan??".Angga berpura pura tidak mengerti.Tapi Bu Yanti bukan orang bodoh,"*Raut wajah Kamu beda!!".


"Kamu galau ya?? habis putus cinta*??" goda Bu Yanti.


"Putus cinta apanya Tan?? pacar aja Aku nggak punya!!" elak Angga.


"Oh iya, keponakan Tante kan jomblo..ha..ha..ha!!" ejek Bu Yanti sambil tertawa.


"*Udah ya Tan,Aku pengen istirahat!!".


"Eits!!" Bu Yanti menghemat langkah Angga,"Kamu kenapa sih??".


"Aku habis ditolak Tan*!!".


Bu Yanti benar benar kaget,saking kagetnya dia tidak sadar jika Angga sudah pergi ke kamarnya.


"Siapa sih yang berani menolak keponakan Yanti Miller??".


Angga menutup pintu kamarnya.Dia takut jika sewaktu waktu Bu Yanti masuk.Untuk sekarang ini dia hanya ingin sendiri.


Diambilnya sebuah notebook dan dia searching di internet alasan cowok ditolak cewek.


Setelah menemukan berbagai alasan,Angga tidak menemukan alasan yang tepat.Yaitu alasan yang sesuai dengan dirinya dan Alana.Angga terus mencari,hingga ia menemukan sebuah alasan yang mungkin masuk akal.Perempuan menyimpan lelaki lain di hatinya.


\*\*\*\*