
#MalamMinggu
"Ting, ting" Bunyi notifikasi masukc
Gadis itu lantas melihat pesan yang diterima, ternyata itu pesan dari Ridho.
"Tumben dia ngajak gue keluar" Pikirnya setelah membaca pesan singkat yang dikirimi Ridho.
To : Ridho
"Oke, gue siap-siap dulu"
Setelah 30 menit berlalu terdengar bunyi klakson mobil di depan rumahnya, yang dia tebak pasti mobil Ridho. Akhirnya dia berjalan keluar tak lupa berpamitan terlebih dahulu.
"Jadi kita mau kemana?" Tanya gadis itu setelah memasuki mobil hitam milik Ridho.
"Muter-muter, nyari makan atau terserah lo mau kemana. Gue cuman butuh teman cerita sekarang, kan lo sendiri yang bilang gue boleh cerita kalau ada apa-apa" Terang Ridho langsung sambil melajukan mobilnya.
Dia memang sangat butuh teman cerita untuk mengobati lukanya saat ini, walaupun obat sebenarnya adalah Alana tapi hal itu tidak mungkin lagi dia lakukan. Mengingat Alana sudah menjadi kekasih Dimas dan dia adalah lelaki gentle yang gak mungkin merusak hubungan orang lain, terutama orang yang sangat ia sayangi.
Ia yang mengerti maksud Ridho langsung menganggukkan kepalanya kemudian
"Ya udah kita cari makan dulu, gue belum makan malam. Gabisa mikir kalau laper" Jelas gadis itu.
.
.
.
Setelah selesai makan Ridho pun melajukan mobilnya keliling kota tanpa tujuan, karena menurutnya lebih baik mereka mengobrol seperti ini. Mengingat sekarang malam minggu, otomatis semua tempat rame dengan orang yang sedang berpacaran. Sedangkan dia butuh tempat tenang untuk mengobrol.
Cukup lama mereka berdua terdiam akhirnya gadis itu angkat suara
"Sebenarnya lo ngajak gue buat nemenin lu diem doang atau mau cerita sih" Protesnya yang bosan dengan kebisuan ini.
"Ceritalah, ngapain juga capek-capek ngajak lo. Mending gue tidur dikamar" Jawabnya
"Ya udah kalau gitu kenapa lu belum ngomong, gue bosen diem kek gini dari tadi. Udah cerita aja nunggu apa lagi sih!" Pintanya sambil melirik ke arah Ridho, dari raut wajah dia tau kalau Ridho sedang bingung harus mulai dari mana.
"Ini pasti berhubungan dengan Alana" Tebaknya
"Kok lo tau sih" Balas Ridho
"Kan udah jelas kelakuan lo selama ini yang ngejatuhin Alana. Lo sakit hati tapi gk bisa ngelakuin apa-apa karena Alana bahagia sama Ka Dimas, benerkan?" Tebaknya lagi.
"Kok lu tau isi hati gue ka" Serunya bingung, padahal dia berusaha nutupin itu semua tapi kenapa tidak bisa ditutupin dari Ika.
Yap bener banget orang yang saat ini sedang bersama Ridho adalah Ika, teman Ridho sekaligus sahabat Alana. Kenapa saat seperti ini Ridho mencari Ika? Tentu saja karna yang mengerti dirinya saat ini adalah gadis itu.
"Tau lah kan gue merhatiin kelakuan kalian di kampus. Lo kenapa jauhin Alana sih?" Tanya Ika langsung.
"Lo kan tau perasaan gue ke Alana gimana, menurut lu gue kuat gitu ngeliat dia bareng yang lain. Tapi gue juga gk bisa ngerusak kebahagiaan dia, gue musti gimana ka" Jelas Ridho mengeluarkan keluh-kesah yang selama ini dia simpan sendiri, karna gk mau merepotkan yang lain dan takut Alana merasa bersalah kalau mengetahui hal ini.
"Gue ngindarin dia juga bukan karena benci, tapi gue gk mau Alana tetep deket ama gue karena merasa punya utang budi atau gk enakan. Lu ngertikan maksud gue" Lanjutnya.
"Gue paham maksud lo baik, tapi bukannya kayak gini lu jadi nyiksa diri sendiri yah? Tanya Ika yang ditanggapi dengan kerutan dahi tanda Ridho bingung apa yang dikatakan gadis ini.
"Iya nyiksa diri sendiri karena lo bakal terus-terusan sakit hati, melihat mereka dari jauh. Lo gk bakal bisa iklasin Alana. Do yang lu lakukan saat ini hanya merelakan tapi tidak mengiklaskan" Jelasnya lagi.
"Loh bedanya dimana?" Tanya Ridho.
"Gini merelakan bukan berarti mengiklaskan tapi mengiklaskan sudah tentu merelakan. Ada yang berbeda dari kedua hal ini, dimana tingkat kesulitannya juga beda. Hampir semua orang bisa merelakan tapi gk semua bisa mengiklaskan" Ika terdiam sebentar kemudian mengambil minuman yang tadi dia minum, maklum ngomong banyak buat tenggorokan kering.
"Tapi dengan begini Alana bakal baik-baik saja, dan gk perlu mikirin perasaan gue" Sahut Ridho yang masih beranggapan apa yg dilakukannya benar.
Dengan spontan Ika menggelengkan kepalanya
"Lo salah besar, yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Alana terlihat murung saat lo terus-terusan menghindar, dia sedih kehilangan sosok lo yang selalu menemani dia selama ini. Walaupun memang hatinya buat Ka Dimas tapi lo tetep sahabat yang dia sayangi" Jawabnya.
"Jadi gue harus gimana?" Tanyanya untuk kesekian kali sambil mengacak rambutnya.
"Yah lu kembali jadi Ridho yang Alana kenal, kembali jadi sahabat kita. Gue tau ini gak mudah tapi lambat laun lo bakal belajar mengiklaskan Alana" Jelas Ika lagi.
Ridho tak menanggapi penjelasan Ika yang terakhir. Dirinya hanya memarkirkan mobilnya tepat di pinggir jalan, kemudian terdiam sejenak mencerna semua yang disampaikan Ika. Terlihat Ridho yang menganggukkan kepala seperti mulai mengerti dan tau harus berbuat apa.
"Oke gue paham maksud omongan lo tadi. Mulai besok gua bakal balik jadi Ridho yang kalian kenal, tapi gak janji bakal sama persis" Putus Ridho.
"Iya gpp, dengan lo mau aja gue udah bersyukur banget" Seru Ika senang.
"Makasih ya Ka, lo emang paling mengerti gue. Cowok yang bakal dapetin lo pasti beruntung" Seru Ridho sambil melajukan kembali mobilnya membelah jalanan yang cukup padat bahkan macet walaupun tidak parah.
Tanpa merespon Ika hanya tersenyum hangat kemudian menatap kearah jalanan yang sangat ramai dengan pasangan saling bercengkrama hingga akhirnya Ridho mengajak Ika untuk membeli es cream disalah satu outlet makanan cepat saji via drive true.
"Eh Do kita ganti tempat aja yuk, gue maunya es cream outlet alpa" Seru Ika tiba-tiba.
Ridho yang mendengar itu tentu saja dibuat bingung pasalnya tadi Ika setuju namun sekarang berubah. Apalagi tempatnya sudah didepan mata, bakal repot kalau harus putar balik.
"Loh kok jadi berubah" Tanya Ridho dengan nada sedikit protes.
"Gpp bosen aja makan es cream disini, lagian kita kan gak buru-buru. Yah mau yah" Pinta Ika sambil memohon.
Akhirnya mau tidak mau Ridho menyetujui permintaan itu meskipun terasa ada yang ganjal. Tapi dia tidak bisa protes soalnya Ika saat ini kan menemani dan mendengarkan ceritanya, otomatis dia juga harus mau menuruti permintaan Ika.
.
.
.
.
.
#Gimana nih emang merelakan dan mengiklaskan itu hal yang berbeda yah?
Tulis pendapat kalian di kolom komentar, jangan lupa like untuk meninggalkan jejak.
See You guys🙋🙋🙋