Alana

Alana
chapter 6



Di SMA Kebangsaan tampak seorang pria sedang membagikan sebuah kertas undangan kepada teman temannya.Dari jauh sudah bisa diterka kalau itu undangan ulang tahun,biasa remaja milenial ngadain brithday party,biar kesannya gaul gitu.


"Jangan lupa besok hadir ke brithday party Gue!!".


"*Besok malam jam tujuh!!".


"Woiii!! Lo ultah bro*??" Ravid terkejut oleh kedatangan Harris karena Harris juga menepuk pundaknya agak sedikit keras,"Iya nih, jangan lupa datang besok malam jam tujuh!!" sambil menyerahkan undangan kepada Harris.


"Oh ya,Alana mana??" tidak lupa Ravid menanyakan keberadaan gadis polos yang menjadi adik kelasnya itu.


"Ngapain Lo nanya nanya pacar Gue??" Harris tampaknya tidak suka jika ada orang lain bertanya tentang Alana.


"Nanya doang kok!! Lo udah marah marah aja!!" ledek Ravid.


"Hai Kak!! Lagi ngapain??" sapa Alana.Kedatangan Alana yang tiba tiba ternyata membuat Harris agak sedikit kaget,"Lo itu udah kayak Jailangkung ya,ada dimana mana terus!!".


"Kak Harris gitu sih!!" Alana langsung memasang wajah cemberutnya,seketika Harris pun langsung mencubit pipinya,"*Sakit Kak!!".


"Ehm,ehm, jadi posisi Gue apa nih?? Baygon atau tiga roda*??" tanya Ravid yang menyadari kehadirannya hanya sebagai istilah obat nyamuk.


"Kak Ravid ada ada aja!!" Alana mulai terlihat malu malu.


"Ini ada undangan buat kamu,datang ya besok malam!!" Ravid menyerahkan undangan ulang tahunnya kepada Alana lalu pergi meninggalkan dua insan yang sedang berada dipuncak bucinnya itu.


"*Makasih Kak!!".


"Gue mau latihan!! besok malam Gue jemput Lo!! ingat jam tujuh harus stand by!! dandan yang cantik tapi jangan berlebihan*!!" perintah Harris.


Alana langsung senyum senyum sendiri mendengar aturan dari pacarnya itu,"Ngapain Lo senyum senyum kayak orang gila??" tanya Harris yang merasa aneh dengan tingkah Alana.


"Kak Harris aneh sih?? " tampaknya Alana belum mengerti alasan seorang cowok melarang ceweknya berdandan berlebihan.


"Pacar Gue emang benar benar polos ya??" tidak lupa Harris mengusap lembut rambut Alana.


"Emang kenapa Kak??".


"*Ntar Lo dilirik cowok lain ******!!".


"Kak Harris cemburu ya*??" pertanyaan Alana membuat Harris menggaruk garuk kepalanya"Pede Lo tinggi banget!!" lalu pergi meninggalkan Alana.


"Meskipun Kak Harris itu terkenal judes,entah kepada Aku merasa sangat bahagia didekat dia??" bathin Alana.


**kring


kring


kring**


Bel tanda usai sekolah telah berbunyi,kini Alana telah berada di luar gerbang sekolah menunggu kedatangan sopirnya.


"Mau bareng Lo??" Alana sedikit terkejut saat melihat Harris didalam mobilnya.


"Nggak usah Kak!!" tolak Alana.


"Lo yakin nih??" sepertinya Harris khawatir dengan keselamatan Alana.


"Aku baik baik aja Kak!! sebentar lagi sopir Aku pasti datang kok!!" ucap Alana meyakinkan.


"tapi feeling Gue nggak enak nih!!" Harris mulai gelisah dan keluar dari mobilnya.


"Kak Harris pulang aja dulu!!". Meskipun Harris khawatir dengan keselamatan Alana tapi tampaknya dia punya urusan lain yang penting,urusan itu membuatnya tidak bisa menemani sang pacar menunggu sopirnya.


"*Benaran nggak apa apa nih?? Kalau gitu gue duluan ya??".


"Iya Kak*!!" jawab Alana.


Baru dua menit Harris pergi Alana langsung diserang oleh Jenita and the geng.


"Kenapa Lo nggak bareng aja sama Harris!!" pertanyaan Jenita lebih kepada kesan membentak.Alana gemetaran,ia tidak hanya diserang oleh bentakan dari Jenita,tapi rambutnya juga dijambak oleh teman Jenita.


"*Kak sakit Kak!! hiks...hiks...".


"Hahaha dasar cengeng Lo!! hiks...hiks*..." hujat teman Jenita sembari menirukan ekspresi Alana yang sedang menangis.


"Pakai cara apa lagi Gue harus memperingatkan Lo buat jauhin Harris!!" lagi lagi Jenita membentak Alana yang membuatnya gemetaran karena takut.


"Jambak terus rambutnya!!" teman Jenita mengangguk dan langsung menarik rambut Alana dengan kasar,"Sakit Kak!!" jerit Alana.


"Lama lama rambut kalian Gue Jambak!!" ancam Harris dari belakang.


"Bukannya Kamu tadi udah pulang??" tanya Jenita kaget.


"Trus Gue harus biarin pacar Gue sendiri gitu??" tanya Harris.


"Lo pergi dari sini,atau rambut Lo Gue Jambak!!" bentakan Harris langsung membuat Jenita takut setengah mati,ia menarik tangan temannya dan berlari pergi dari sana.


"Lo nggak apa apa??" tanya Harris memeriksa kondisi Alana.


"Nggak apa apa Kak!!" jawab Alana menghentikan tangisnya.


"Gue antar ya??" tawar Harris.


"Nggak usah Kak!! sopir Aku udah datang!" tolak Alana karena tepat saat itu sopirnya datang dengan mobilnya.


"Hati hati ya..." ucap Harris melambaikan tangan saat Alana telah berada didalam mobilnya.


"Hati hati juga Kak!!" Alana membalas lambaian tangan Harris sebelum mobilnya berjalan.


 


\\


 


"Benar kemaren kamu dikerjain teman Kamu disekolah??" tanya Bu Rinta.


"Bunda tau darimana??" tanya Alana balik.


"Ana!!".


"Iya Bun!!" jawab Alana tertunduk,mau bagaimanapun Bu Rinta melarang untuk bertanya balik seperti barusan.


"Mulai sekarang Kamu keluar ditemani bodyguard!!" perintah ibu Rinta,tapi ditolak secara halus oleh Alana"*Nggak usah Bun!!".


"Jangan membantah Ana!!".


"Ana nggak ngebantah Bun!! Ana bisa kok jaga diri*!!" ujar Alana.


Alana membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur sejenak,melepaskan rasa lelah karena beraktivitas seharian penuh tadi disekolah.


"Tuh anak udah mandi belum ya??" fikir Harris.


"Iya,Halo Kak!!" jawab Alana masih dengan mata tertutup.


"Lo ngapain??" tanya Harris.


"Tidur Kak!!" Alana terlihat santai tapi Harris sedikit gelisah,"Ini udah jam berapa?? jangan bilang Lo belum mandi??".


Alana segera mengembalikan pemikirannya,ketika ia melihat kearah jam beker ia benar benar terkejut,"Udah jam enam!! Aku mandi dulu ya Kak!!".Alana langsung mematikan handphonenya dan berlari masuk kamar mandi.


Setelah Alana siap dia pun turun kelantai bawah untuk meminta izin kepada Bu Rinta.


"Mau kemana?? kok rapi bener??" tanya Bu Rinta melihat kearah Alana,dia juga merasa aneh tidak seperti biasanya Alana berpenampilan anggun seperti itu.


"Ana mau pergi ke pesta ulang tahun teman Bun!!" jawab Alana.


Bu Rinta mengizinkan Alana tapi masih dengan syarat tadi siang,"Kalau kamu mau pergi kamu harus ditemani bodyguard!!".


"Nggak usah Bun!! Aku bisa jaga diri sendiri kok !!" Alana nyatanya tidak suka jika harus membawa pengawal kemanapun ia pergi.


"Kenapa sih Kamu itu selalu aja ngotot??" sekarang Bu Rinta sudah kehabisan akal atas penolakan penolakan Alana.


"Karena Aku yakin,Kak Harris pasti bisa lagian Aku dengan baik Bun!!" bathin Alana.


Suasana hening sejenak,Alana benar benar berharap mendapatkan izin dari sang Bunda,"Kamu boleh pergi,tapi pulang sebelum Ayah kamu balik!!" akhirnya Bu Rinta memberikan izinnya.


"Baik Bun!! Assalamualaikum!!" sambil mencium punggung tangan Bu Rinta.


"Waalaikumsalam!".


Alana kaget saat dia membuka pintu Harris sudah berada didepan rumahnya dengan mata yang tidak berkedip.


"Udah lama Kak??" menyadarkan lamunan Harris,"Eh baru aja !!".


"Kak Harris liatin Aku gitu amat,Aku cantik ya Kak ??" goda Alana.


"Biasa aja!!" jawab Harris ketus.


"Ih,Kak Harris sih ! !".


"Lo benar benar cantik Alana,Gue aja nggak bisa berhenti mandangin Lo!! " bathin Harris.


"Ayo Kak!!" ajak Alana.


"Emangnya kita mau kemana??".


"Kepesta ulang tahun Kak Ravid!!" jawab Alana.


"Siapa juga yang mau bareng sama Lo??" pancing Harris,Alana langsung memasang wajah cemberutnya yang sudah menjadi khas nya itu,"Bercanda Kak Harris nggak lucu!!".



Dengan susah payah Harris menahan tawanya melihat kelakuan lucu Alana,"Buruan masuk!!".


"Masuk kemana Kak *??" tanya Alana kebingungan.


"Masuk mobil lah,Lo mau Gue tinggal??" Harris benar benar ahli dalam membangkitkan semangat Alana.


"Aku boleh nanya Kak??" Alana memulai pembicaraan saat didalam mobil.


"Nanya apa??" Harris memperbaiki posisi duduknya supaya bisa melihat wajah Alana.


"Kakak kok suka bercanda sih??".


"Gue itu paling benci yang namanya bercanda!!" jawab Harris.


"Tapi Kakak suka bercanda Lo sama Aku??" goda Alana.


"Siapa juga yang suka bercanda sama Lo??".


"Eh" suasana hening sejenak.


"Lo cantik!!".Deg...jantung Alana berdetak dengan sangat cepat.


Sekitar dua puluh menit diperjalanan,Alana dan Harris sampai dirumah Ravid.


Rumah Ravid sangat megah,pagarnya luar biasa tinggi dan warna rumahnya juga terkesan elegant,keluarga Ravid sepertinya sangat suka merawat bunga,itu menambahkan pemandangan yang sejuk bagi rumahnya.


Alana langsung menarik tangan Harris kedekat meja kue,dari tampilannya saja kue itu sudah terlihat lezat.


"Gue mau pergi ke Ravid,Lo ikut nggak??" ajak Harris.


"Kakak duluan aja!" tolak Alana .


"Awas Lo ngilang!!" ancam Harris,Alana terlalu sibuk menikmati kue yang begitu lezat,"Perhatian banget!!!".


"Cish!! geer Lo!!".


Harris meninggalkan Alana yang masih asik menikmati kue dan pergi bergabung dengan Ravid,disana juga telah berkumpul tamu tamu undangan,baik itu teman teman Ravid dari SMA Kebangsaan maupun teman temannya dari sekolah lain.Tidak lupa Dela yang merupakan pacar Ravid berdiri disamping Ravid.



"Happy birthday bro!!" ucap Harris.


"Thanks!! cewek Lo mana??.Harris menunjuk kearah meja kue,"Tuh!!".


"Alana sini !" panggil Dela.


"Iya Kak" jawab Alana berlari kearah Dela dan teman teman,"Selamat ulang tahun Kak!!" ucap Alana sambil menyalami Ravid.


"Aku suapin kamu ya sayang??".Ravid begitu romantis dia menyuapkan Dela sepotong kue yang ada di dalam piring kecil.


"Suapin Aku juga dong Kak!!" .Mungkin Alana iri dengan keromantisan Ravid dan Dela malam itu.


"Ogah mah Gue nyuapin Lo!!" ketus Harris.Alana pun langsung menundukkan pandangannya,ia sadar antara Harris dengan Ravid itu tidak sama.


"Buka mulutnya dong sayang!!" ucap Harris sambil menyodorkan sepotong kue kemulut Alana.


 


\