
Alana yang mendapat perlakuan tersebut langsung tertunda karena dia sadar pipinya sekarang pasti merah seperti kepiting rebus. Sambil masih tertunduk Alana bergumam
"Kak Dimas kalau mau kek gitu bisa aba-aba dulu gak sih"
Mendengar ucapan polos dari Alana, Dimas langsung terkekeh karena mengerti maksudnya.
"Kamu mulai sekarang udah harus terbiasa soalnya mulai dari sekarang bakal lebih banyak kebahagiaan yang aku kasih kek kamu" Balas Dimas sambil menggerakkan jarinya mengangkat dagu Alana
"Udah jangan nunduk mulu, aku kan mau liat wajah cantik kamu" Tambah Dimas
Alana yang makin salting dengan perlakuan Dimas spontan memberikan laki-laki itu pukulan kecil yang dibalas Dimas dengan kekehan.
.
.
.
Saat ini Dimas sedang berada di depan ruang BEM. Dia yang hendak meninggalkan ruangan di hentikan oleh Jesi and the gank. Gadis itu sengaja berlari kecil kemudian terjatuh ke pelukan Dimas. Hingga terdengar dari kejauhan suara
"Hei wanita ular lo ngapain peluk-peluk ka Dimas" Teriak wanita tersebut
Dimas yang menyadari itu seketika menyingkirkan badan Jesi kemudian berbalik arah menghadap pemilik suara yang dia kenal. Ya itu suara Sinta
"Heh lo junior kurang ajar, berani yah lo sama gue" Balas Jesi taj terima
"Berani lah, lo pikir gue takut sama kating modelan kek lo. Minta dihargain tapi gatau ngehargain diri sendiri" Balas Sinta.
Saat kedua gadis itu sedang berdebat, Alana yang pada saat itu melihat kejadian Dimas dan Jesi pelukan langsung lari meninggalkan mereka semua.
"Bisa diam gak lo jes" Bentak Dimas
"Kamu kok bentak aku Dim, kan aku gak salah" Seru Jesi sambil bergelayut manja ditangan Dimas.
"Iya Dim, lo kek jadi bentak Jesi. Kan dia gak salah, cewek lo aja lebay ngeliat gitu doang langsung kabur, sok minta dikejar tau" Timpa Mitha
Dimas yang jengah dengan perlakuan Jesi langsung melepas tangannya dengan kasar.
"Heh gue tau yah akal busuk lu Jes, pasti tadi lo sengajakan pura-pura jatuh pas ngeliat Alana dari belakang" Seru Dimas dengan nada emosi
"Ngga Dim gue gak seng...." Protes Jesi yang dipotong Dimas
"Udah gue gak mau dengar penjelasan lo" Bentak Dimas kemudian meninggalkan tempat tersebut bergerak mencari Alana yang tidak tau keberadaannya.
Sepeninggal Dimas, Jesi yang ingin mengejar Dimas kemudian di halangi oleh Aldo dan teman-temannya.
"Eh eh mau kemana neng gelis" Seru Aldo sambil menghalangi jalan Jesi
"Ishhhh minggir gak kalian" Seru Jesi kesal melihat Dimas hampir hilang dari pandangannya
"Udah Jes lu ngapain ngejar Dimas, dia ga peduli ama lo. Gak capek aja ngejar orang yang gak suka ama lo, yang ada lo ngebuat Dimas makin ilfil sama kelakuan lo yang gak berkelas ini" Timpal Rendy
"Apa lo bilang" Seru Mitha gak terima sambil menunjuk Rendy
"Eitss eitss cakep-cakep kok galak" Timpal Alfian sambil menurunkan tangan Mitha
"Udah yuk cabut Dimas udah gatau kemana juga. Capek ngurusin cewek kek mereka gak ada yang beres" Celetuk Kelvin sambil menarik Sinta meninggalkan tempat tersebut sambil diikuti anak-anak yang lain.
Sepeninggal mereka semua emosi Jesi semakin membeludak
"Awas aja lo Alana, lo ga berhak ngambil apa yang seharusnya menjadi milik gue" Seru Jesi pada dirinya sendiri.
.
.
.
Dilain sisi Dimas masih terus mencari Alana disekitaran kampus, tetapi sedari tadi dia tidak menemukan gadis itu. Dimas sudah mencoba menghubungi nya baik lewat telfon maupun chat tapi tak ada satupun balasan yang ia terima. Raut wajah frustasi terlihat jelas di wajah Dimas.
Seusai membersihkan seluruh badannya, Alana memeriksa handphone nya pasalnya sedari tadi banyak notif masuk.
Panggilan tak terjawab (100+)
Pesan belum terbaca (99+)
From : Kak Dimas 🖤
"Alana kamu di mana?"
"Alana"
"Sayang"
"Kamu di mana?"
"Tadi gak seperti yang kamu liat"
"Aku bisa jelasin"
Dan masih banyak pesan yang Alana malas baca. Gadis itu hanya membaca namun malas membalasnya. Dia memilih untuk tidur namun saat belum benar-benar terlelap terdengar suara ketukan dari luar.
"Tuk.. tuk.. tuk.."
" Al, mama tau kamu belum tidur" Teriak Mia dari luar kamar.
"Iya ma, masuk aja" Balas Alana tanpa bergerak meninggalkan kasurnya
"Al, kamu ada masalah?" Tanya Mia yang kini berada diujung kasur Alana. Alana hanya menggelengkan kepalanya.
"Kamu jangan bohong sama mama. Kalau gak ada kenapa Dimas bisa datang ke sini" Lanjut Mia sambil mengelus kepala anak semata wayangnya itu.
"Ma, boleh gak Kak Dimas disuruh pulang aja" Jawab Alana setengah memohon.
Mia yang mengerti maksud anaknya langsung menyetujuinya
"Ya udah Dimas kali ini biar mama suruh pulang dulu, tapi ingat yah apapun masalah nya harus diselesaikan baik-baik. Dalam hubungan itu gak boleh ngebiarin masalah berlarut-larut nanti bukannya baikan malah makin banyak masalahnya. Kata Mia sambil terus mengelus rambut Alana
"Tapi ma kali ini tuh Kak Dimas emang salah jadi wajar dong aku marah" Jawab Alana.
"Emang apa yang dilakuin Dimas sayang?" Tanya Mia lembut.
" Tadi kan aku ke ruang BEM buat ngajak Kak Dimas pulang bareng. Eh pas nyampe dia malah asik asikan pelukan sama Kak Jesi. Yah aku sebel dong" Cerita Alana sambil cemburut.
"Sayang, emang kamu udah denger penjelasan Dimas?" Tanya Mia yang dijawab gelengan kepala oleh Alana.
"Terus kenapa kamu bisa bilang mereka pelukan?" Tanya Mia lagi.
"Mahhh aku tuh ngeliat dengan mata kepala Alana sendiri. Ngga mungkin dong salah liat" Protes Alana
"Iya mama tau, tapi gini deh gimana kalau seandainya itu cuman gak sengaja dan momennya pas kamu dateng" Jelas Mia yang membuat Alana terdiam sejenak.
"Ahhhh tau ah mah, besok aja dipikirin sekarang Alana capek mau tidur aja" Pinta Alana
"Ya udah mama keluar tapi kamu harus mikirin ucapan mama barusan, Biar Dimas mama yang urusin" Kata Mia sambil berjalan meninggalkan Alana sendiri.
#Ruang Tamu
Dimas yang mendengar suara langkah kaki menuruni anak tangga spontan langsung melihat ke arah tersebut. Dari Tangga Mia langsung menggelengkan kepalanya tanda mengerti maksud tatapan Dimas. Kemudian sesampainya Mia di kursi tepat samping Dimas "Maaf yah nak Dimas, Tante udah bujuk Alana tapi emang dasarnya anaknya lagi batu. Kamu dateng kesini nya besok aja mungkin amarah Alana udah meredam"
"mungkin Alana cuman butuh waktu buat menenangkan diri" Tambah Wira
"Iya tante om gapapa emang salah Dimas juga. Dimas pamit yah" Jawab Dimas
Kemudian Dimas melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Alana menuju mobil yang ditemani Mia sampai depan rumah.