Alana

Alana
chapter 21



Meminta maaf,adalah rencana Angga dipagi hari.Dia sudah menyiapkan sebuah bunga terindah untuk diberikan kepada Alana.Sebagai bentuk permintaan maafnya.


Sampai disekolah,Angga langsung mencari keberadaan Alana.Pagi itu Alana tidak ada di dalam kelas.


Setelah mendapat laporan dari teman sekelas.Angga menyusul Alana keruangan tari.


Angga menunggu di luar,hingga latihan tarinya selesai.Non member memang dilarang masuk ke ruang tari.


Alana keluar ketika jam istirahat.Angga sempat tertegun melihat Alana yang berpakaian tari.


Kecantikannya benar benar terlihat.


Angga mengeluarkan bunga dan memberikannya kepada Alana.Angga sudah berharap Alana akan menerima bunga itu.Namun Alana hanya membuang muka.


"Aku mau minta maaf!!" ucapnya membuka suara.


"Maaf,waktu istirahat Aku cuma sebentar!!".Alana menolak permintaan maaf Angga dengan mengalihkan pembicaraan.


"Kamu masih marah??".Pertanyaan Angga membuat emosi Alana sedikit naik.


"Kamu masih nanya?? setelah Kamu membuka luka lama itu??".



Angga terdiam.Alana juga terdiam.Dia tau tidak seharusnya dia bersikap seperti itu kepada Angga.Tapi mengingat luka itu sangat dalam.


"Pergi menjauh dari Aku!!" perintah Alana.


Tidak ingin kehilangan kesempatan,Angga memegang tangan Alana dan mengucapkan permohonan maaf dengan bersungguh-sungguh.


"*Aku minta maaf!!".


"Butuh waktu untuk memberi maaf*!!".


Alana melepaskan tangannya dari pegangan tangan Angga secara paksa.


"Tapi Aku benar benar minta maaf!!".Raut wajah Angga mengiba,berharap kali ini Alana akan memaafkannya.



Melihat Angga mengiba,Alana meneteskan air mata.Tapi bukan untuk menerima permintaan maaf Angga,Alana malah pergi.


Alana tidak sengaja bertemu dengan Ravid dan Dela saat akan memasuki kelas.


Satu hal yang harus dia lakukan.Menjaga sikap agar Dela tidak curiga.


Meskipun Alana sudah berusaha menjaga sikap,tetapi tatapan Ravid membuat Alana sedikit risih.


"Maaf Kak,Aku mau masuk kelas!!” ucap Alana permisi.


"Hari ini Lo nggak belajar kan??" tanya Dela.


Alana tersadar,betapa bodohnya dia dalam hal berbohong.Tentu saja Dela tau hari ini aktivitasnya penuh dengan menari karena dia memakai baju tari.


"Lo kenapa sih,akhir akhir ini jauh dari Gue??". Pertanyaan Dela benar benar membuat Alana kaget.


"Maaf Kak,seperti nya latihan menari sudah mau dimulai kembali!!" ucap Alana bergegas pergi.


"Mungkin memang benar dia sibuk dengan menari!!" jawab Ravid.


"Coba sepulang sekolah Kamu ajak dia bicara!!" usul Ravid pula.


"Hmm!!" sahut Dela menyetujui usulan dari Ravid.


\*\*\*\*


Seluruh jam pelajaran hari itu telah selesai.Seperti biasa Alana akan menunggu sopirnya datang menjemput.Hal itu digunakan Dela untuk mengajak Alana berbicara.


"Alana!!" panggil Dela.


Alana menoleh.Matanya seperti sedang mencari keberadaan seseorang,"*Kakak sendiri??".


"Iya.Ravid udah pulang duluan*!!" jawab Dela.


"Jangan sebut nama dia lagi Kak,didepan Aku!!" bathin Alana.


"Gue ada salah sama Lo??".


Alana kaget,dia tidak mengerti kenapa Dela tiba tiba bertanya seperti itu.


"Salah apa Kak??" tanya Alana balik.


"Belakang ini Lo itu seakan akan menjauh!!" .


"Nggak kok Kak!! Mungkin karena Aku sibuk belajar,sebentar lagi kan ujian!!" bantah Alana menepis prasangka Dela.


"Kalau gitu,Lo ikut kerumah Gue!!".Alana pun setuju dengan permintaan Dela.Diantar oleh supirnya sampai dirumah Dela.


Rumah Dela sederhana.Dia tinggal bersama Ayah dan Ibunya.Keadaan Ayah Dela sangat memprihatinkan,dia terduduk lemah diatas kursi roda.


Ayah Dela pernah menjadi rekan kerja Ayah Alana.Tapi sebuah tragedi kecelakaan membuat dia harus berhenti bekerja.Sekarang mencari nafkah adalah tanggung jawab Ibu Dela.Sesekali Dela juga membantu ibunya.


"Ini siapa Del??" tanya Ibu Dela yang menyadari kehadiran Alana sebagai orang asing.


Ayah Dela sebenarnya mengetahui siapa Alana,tapi dia tidak bisa berbicara."Anaknya Bapak Jeff Bu!!" jawab Dela.


Mendengar nama Jeff Smith,sontak Ibu Dela langsung berdiri dan mempersilahkan Alana untuk duduk.


"Silahkan duduk nak Alana!!".


Alana tersenyum menjawab sambutan dari Ibu Dela,lalu dia pun duduk di atas kursi yang lumayan sederhana.


"Mau ibu buatkan minuman apa nak??" tanya Ibu Dela.


"Nggak usah repot repot Bu!!" jawab Alana basa basi.


Akhirnya mereka pergi menuju meja makan,untuk makan siang bersama.


"Aku mau bicara hal penting sama Kakak!!".


send to Ravid.


\*\*\*\*\*