
"Kok jantung gue kayak gini lagi rasanya mau copot padahalkan Alana belum juga nyampe" Seru Dimas dalam hati.
"Oy bro, kenapa tuh muka kayak tegang Amat?" Tegur Kelvin.
"Nggak kok, orang gue biasa aja" Elak Dimas.
"Bohong! gue nggak pernah liat ekspresi lo kyak gini selama gue temenan sama lo" Timpal Aldo.
"Iya Dim, selama beberapa tahun gue kenal lo. Gue juga nggak tau lo punya ekspresi kyak gini" Tambah Alfin.
"Nggak gue cuman takut aja gitu nggak berhasil" Bohongnya
Sambil menepuk pundak Dimas, Vano berkata "Tenang aja semua pasti berjalan sesuai rencana, iya nggak?" Tanya Vano kepa teman-temannya yang dibalas dengan anggukan kepala oleh yang lainnya.
Setelah mendengar penuturan teman-temannya Dimas sudah mulai kembali seperti biasa, kali ini mereka sedang mengecek apakah masih ada yang kurang atau salah hingga akhirnya Aldo angkat bicara "Gue jemput Alana dulu yah depan, kayaknya udah nyampe deh" Sahutnya sambil berjalan meninggalkan yang lainnya tanpa menunggu jawaban mereka.
Detak jantung Dimas mulai kembali tidak normal. Dirinya takut kalau acara penembakankan bakal gagal. Jujur saja Dimas tak ingin melihat Alana dengan laki-laki lain meskipun itu Ridho, yang jelas-jelas merupakan orang baik-baik.
"Semua stay ditempat masing-masing" Seru Kelvin sambil bertepuk tangan mengomandoi teman-temannya.
20 menit telah berlalu tapi Alana dan Aldo belum juga muncul. Hal ini membuat Dimas khawatir terbukti dengan dia yang bolak balik melihat jam dipergelangan tanganya.
Menyadari hal itu Kelvin menenangkan Dimas "Udah nggak usah khawatir kali aja Alana emang belum nyampe kan, makanya lama"
Dan betul saja, 5 Menit kemudian terlihat 2 orang yang sedang berjalan bersama mendekati tempat yang mereka siapkan. Meskipun dengan keadaan gelap tapi Dimas meyakini bahwa kedua orang itu adalah Aldo dan Dimas.
Aldo pun mulai memperlambat langkahnya dibelakang Alana melihat gadis itu tak curiga sedikitpun dia langsung berlari meninggalkan Alana sendirian.
"Kak, kak Dimasnya mana?" Seru Alana yang samar-samar dapat terdengar oleh mereka dari tempat persembunyian.
Dimas dapat melihat Alana sedang mengedarkan pandangannya, bahkan Alana berbalik kebelakang tempat Aldo tadi berdiri namun Aldo pun menghilang.
"Udah Dim, buruan keluar kasihan tuh Alana sendirian gelap gini, pasti takut dia" Pinta Aldo.
Sambil melihat jam dipergelangan tangannya yang kurang 2 menit lagi akan berganti hari Dimas dibantu Aldo dan Kelvin mulai menyalakan lilin ulang tahun yang sudah mereka siapakan.
Akhirnya Dimas mulai keluar dari tempat persembunyiannya sambil membawa kue ulang tahun lengkap dengan lilin yang menyala sehingga membuat tempat ini tak segelap tadi. Saat sudah merasa jarak mereka cukup dekat, Dimas mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Kini posisi mereka sudah berhadapan namun sayangnya Alana masih tetap diam dengan segala macam pikirannya. "Ntahlah mungkin dia syok" Pikir Dimas.
"Selamat ulang tahun Alana Sasmita Kusuma" Tutur Dimas masih dengan kue ulang tahun lengkap dengan lilin yang masih menyala.
"Ini ada apa sih?" Tanya Alana masih bingung.
"Ptfff... Dasar gadis ini masih aja polosnya nggak ilang-ilang" Pikir Dimas saat mendengar penuturan Alana
"Lo lupa yah sama ulang tahun sendiri" Tebak Dimas.
"Ya ampun gue bener-bener lupa kak" Seru Alana sambil mengecek tanggal yang ada diponselnya.
"Selamat ulang tahun Alana Sasmita Kusuma" Ulang Dimas.
"Terima kasih kak" Jawabnya sambil tersenyum manis.
"Sekarang lo buat permohonan terus tiup lilinnya" Seru Dimas sambil menyodorkan kue tar yang iya pegang tepat diwajah Alana.
Saat Alana sedang menutup mata Dimas berikan kode kepada teman-temannya untuk mulai menjalankan aksinya satu persatu.
Setelah membuat permohonan dan meniup lilin ulang tahun. Tiba-tiba taman yang awalnya remang-remang kini berubah menjadi terang benderang. Lilin-lilin menghiasi danau, balon warna-warni disekitar mereka, lampu berkerlap-kerlip dan tak lupa sebuah meja makan untuk dinner.
"Alana semakin cantik saat seperti ini. Duh gue jadi gue, jantung tolong bersahabat dikit dong" Pikir Dimas sambil melihat bagaimana Alana menengok kekanan dan kekiri dengan raut kagum tak lupa senyum manisnya "Huuhhh gue pasti bisa" Sambil menarik nafas dalam-dalam.
"Dinner bareng gue?" Tawar Dimas sambil mempersilahkan Alana untuk duduk disalah satu kursi yang dia tarik
Alana hanya membalas dengan senyuman. Dia berjalan mendekati Dimas dan duduk ditempat yang disiapkan Dimas. Kemudian Dimas juga ikut duduk di hadapan Alana.
"Kak Dimas kok bisa tau ulang tahun gue?" Tanya Alana penasaran.
"Gue tau semua tentang lo Alana" Jawab Dimas langsung. Yang berhasil membuat senyum dari wajah Alana tak habis-habisnya.
"Al, Tolong dong mukanya jangan kek gitu. Makin grogi nih gue, mana jantung gue rasanya mau copot" Protes Dimas dalam hati.
"Gue juga serius Alana" Jawab Dimas dengan yakin.
Sekarang sudah saatnya misi berikutnya, Dimas kembali memberikan kode kepada mereka. Untuk mulai memainkan musik yang sedari tadi mereka pilih bersama.
Dari ekspresinya, Dimas dapat menangkap Alana benar-benar salah tingkah dengan segala perlakuan yang iya terima. Sekarang lantunan musik romantis dengan mengiringin mereka berdua.
"Oke sekarang waktunya gue ngajak dia dansa. Nggak boleh ada salah sedikit pun"
Dimas akhirnya berdiri dari posisinya sambil berjalan mendekati Alana "Dansa with me?" Tawar Dimas yang sebenarnya membuat detak jantungnya sendiri tak karuan. Alana menyikan ajakan Dimas dengan memberikan tangannya untuk menyambut tangan Dimas
Kini jarak diantara mereka berdua semakin menepis. Bahkan detak jantung keduanya dapat terdengar. Dengan dihiasi kerlap-kerlip bintang yang seperti ikut berbahagia untuk mereka berdua. Kini dapat terlihat kebahagian dari wajah mereka berdua.
"Alana, tutup mata lo bentar" Pinta Dimas mengakhiri dansa mereka.
"Iya kak" Jawab Alana sambil menutup matanya.
Dari posisinya Dimas meminta Vano membawakan bunga yang tadi dia bawa. Dan tak butuh waktu lama Vano yang mengerti dengan kode yang diberikan Dimas, langsung berlari membawakan sebuket bunga mawar merah segar. Kemudian Vano berlari kembali ke posisi awal
"Buka mata lo" Seru Dimas yang diikuti Alana.
Kini betapa terkejutnya Alana karena melihat Dimas yang sedang berlutut dihadapannya sambil memegang sebuket bunga mawar merah. Bahkan detak jantung Alana semakin tak karuan.
Sebelum Alana mulai mempertanyakan kelakuannya, Dimas langsung membuka suaranya "Alana Will You Be My Girlfriend?" Tanya Dimas sekali ucap dengan tampang sangat yakin dan menyembunyikan segala kegugupan yang sebenarnya sedari tadi dia tahan. Apalagi sekarang rasa gugupnya semakin besar. Dimas takut Alana tak menerimanya.
Alana yang saat itu sangat terkejut menutup wajahnya untuk menyembunyikan keterkejutannya yang sebenarnya tak berhasil.
Meras tak mendapat jawaban Dimas mengulang pertanyaannya lagi "Will You Be My Girlfriend?"
Mendengar pertanyaan kedua yang dilontarkan Dimas. Alana tersadar dan akhirnya mulai berbicara "Iya gue mau kak" sambil mengambil bunga yang Dimas berikan
Satu kalimat barusan berhasil membuat Dimas sangat bahagia. Lihat saja tingkah lakunya saat ini dia sangat senang sambil berdiri dia berkata "Yes yes yes makasih Al" Sambil memeluk Alana tiba-tiba.
Alana yang diberikan perlakuan seperti itu hanya bisa terdiam karena terkejut. Dengan masih berpelukan tiba-tiba petasan mulai meluncur ke udara. Menampilkan pemandangan yang sangat indah dan itu bukan hanya satu tapi banyak sekali. Petasan yang saling bertaut-tautan membuat mereka melepaskan pelukannya dan mandang kearah langit malam itu.
"Terima kasih kak, udah nyiapin surprise terniat buat gue" Seru nya sambil berbalik sebentar ke Dimas kemudian kembali melihat ke langit.
Dimas yang mendengar itu pun ikut tersenyum. Tanpa banyak bicara dia langsung meraih tangan Alana dan digenggamnya erat.
Meskipun sedikit terkejut tetapi Alana membiarkan tanganya digenggam. Toh mereka juga sudah resmi pacaran kan.
Dimas melirik kearah Alana yang saat itu sedang menikmati pemandangan dengan wajah terkagum-kagum dan senyum sumringah terlihat jelas dari wajah gadis cantik itu. Gadis yang selama ini tak bisa Dimas lupakan. Gadis yang selalu Dimas rindukan bahkan saat dia sedang diluar negeri. Gadis yang selalu membuat hatinya mati untuk wanita lain. Gadis yang berhasil mengembalikan Dimas yang ceria seperti dulu.
.
.
.
.
.
"**Gimana udah sesuai dengan ekspektasi kalian belum?"
Yuk tinggalin komentar kalian dibawah. Oh iya jangan lupa juga like sebanyak-banyaknya kalau kalian suka.
Gue udah baca komentar kalian yang minta cerita ini di up cepat, gue pribadi minta maaf sebesar-besarnya sama kalian.
Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi kalian yang menjalankannya.
Taqabalallahu Minnaa Waa Minkum.
Mohon Maaf Lahir & Batin 🙏**