
Alana masih merasakan getaran yang tidak menentu di dadanya,kini dadanya pun menjadi sesak.Pikirannya tak karuan.
Alana merasakan itu semua setelah sambungan telponnya dengan Harris tiba tiba saja terputus.Tidak ada lagi kabar dari Harris,hal itu membuat Alana semakin gelisah.
Semakin lama rasa itu semakin kuat,ada sedikit dahaga di tenggorokannya,tapi ia enggan untuk keluar kamar.Karena rasa dahaga itu tidak tertahan lagi,ia pun keluar kamar dan turun ke lantai bawah.
Alana pergi menuju dapur,dibukanya pintu kulkas lalu ia ambil sebotol minuman dingin.Saat Alana ingin menuangkan minuman itu kedalam gelas,tiba tiba gelas itu lepas dari genggamannya dan pecah dilantai.
"Kenapa tiba tiba perasaan Aku nggak enak??".Alana menempelkan telapak tangan didadanya,kini jantungnya berdetak semakin kencang.
Ibu Rinta datang menghampiri Alana,kebetulan saat itu Ibu Rinta keluar karena merasa haus juga,"Ada apa Ana??" sambil memegang pundak Alana.
Alana awalnya terkejut,"Eh!!".
Saat Alana menyadari itu Bu Rinta dia langsung memperbaiki raut wajahnya.
"Nggak apa apa Bun!!".
"Ini apa Ana ??" tanya Bu Rinta saat melihat ada pecahan kaca dilantai.
"Tadi...Ana...nggak sengaja mecahin gelas Bun!" jawab Alana terbata bata.
"Hmmm" Bu Rinta mengambil nafas sejenak," Ya udah, sekarang kamu masuk kamar dan tidur!! besok sekolah !!".
"Iya Bun !!".
Alana pun naik ke lantai atas dan kembali masuk kekamarnya.
Awalnya Alana kesulitan untuk tidur,perasaannya masih gelisah tak menentu.Tapi lama kelamaan rasa mengantuk datang mengusir perasaan itu.
Kini Alana telah lelap dalam tidurnya,tanpa ia sadari sesuatu yang mungkin akan menyayat hatinya telah terjadi diluar sana.
Tepatnya saat Alana dan Harris masih menelpon,disaat sambungan telpon itu tiba tiba terputus..
"Nggak akan terjadi apa apa kok!!".
Disaat itu kemudi Harris lepas kendali,mobil yang ia kendarai pun menabrak sebuah pohon ditepi jalan raya.
Kepala Harris terbentur kedepan,sesaat kemudian ia sudah tidak sadarkan diri.
Beberapa orang yang lewat di daerah itu pun menolongnya.Seseorang mencoba menghubungi pihak keluarga.
Ibu Lina dan Pak Herman sangat terkejut mendengar kabar Harris kecelakaan,saat itu juga mereka langsung bergegas menuju rumah sakit.
Sekitar satu jam diperjalanan,kini Ibu Rinta dan Pak Herman telah sampai dirumah sakit yang dimaksud,yaitu rumah sakit Medica.
Mereka berlari mencari ruangan ICU setelah mendapat informasi dari resepsionis.
"Bagaimana keadaan anak Saya Dokter??" tanya Ibu Lina saat Dokter keluar dari ruangan ICU.
Dokter menatap Ibu Lina dan Pak Herman secara bergantian,"Takdir itu sudah ada yang mengaturnya Bu!!".
"Maksud Dokter apa ??" kini tekanan suara Ibu Lina semakin meninggi, sementara itu Pak Herman lebih memilih diam di pojok sana,karena dia sudah mengerti apa yang dikatakan Dokter.
"Kami mohon maaf,tetapi pasien sudah tidak bisa terselamatkan!!".
**dug
dug
dug**
Seluruh dunianya terasa hancur,Ibu Lina menjerit,"Harris!!!".
Disaat itu juga ia langsung berlari memasuki ruangan ICU.
Pak Herman yang berdiri di pojokan,dia bukan diam.Malah sakit yang ia rasakan lebih dalam,karena ia menangis tanpa suara.
"Harris!! jangan tinggalkan Mama nak!!".
Ibu Lina menangis begitu keras,dia memeluk tubuh Harris begitu erat.
"Sebentar lagi Kamu naik kelas nak,dulu kamu berjanji akan menyerahkan rapor mu yang bagus kepada Mama!!".
"Sabar Ma!!".Pak Herman menyusul Ibu Lina kedalaman ruangan dan berusaha menenangkannya.
"Kenapa Pa?? kenapa harus Harris yang pergi duluan??" tanya Ibu Lina histeris.
"Istighfar Ma!! itu berarti Allah sayang sama Harris!!".Pak Herman mencoba menepis segala prasangka buruk istrinya.
Ibu Lina sadar setelah memandangi tubuh anaknya,ia ingat akan kematian,"Astagfirullah..." sambil menempelkan telapak tangan didadanya.
"Ya Allah,terimalah anakku disisimu,ampunilah dia jika dia berbuat dosa!!".
"Harris itu anak yang baik Ma!!" ucap Pak Herman berusaha menghentikan tangisnya Bu Lina.
Dipagi hari,tepatnya dikediaman Alana.Matahari sudah mulai bangkit,disaat itu Alana sudah siap
untuk berangkat kesekolah.
Tentunya dia harus sarapan terlebih dahulu,lalu Alana pun turun kelantai bawah menuju meja makan.
Alana melihat Ayah dan Bundanya sedang menonton berita di televisi.Awalnya Alana tidak peduli karena ia lebih suka menonton sinetron daripada berita.Tetapi entah kenapa tiba tiba saja rasa ingin tau nya begitu kuat.
"Kira kira Ayah sama Bunda lagi nonton berita apa ya??" gumam Alana sambil melangkah menuju tempat televisi.
Alana begitu terkejut melihat apa yang diberitakan di televisi.
"Sekitar jam 11 malam terjadi kecelakaan di daerah ini....korban dilarikan kerumah sakit,sampai sekarang belum ada informasi dari pihak rumah sakit yang menyatakan kondisi korban".
Tanpa menghiraukan panggilan orangtuanya,Alana terus berlari keluar rumah dan memanggil taxi yang kebetulan lewat.
"Ana!! sarapan dulu!!" panggil Ibu Rinta.
Panggilan itu tidak terjawab,karena kini Alana telah berada didalam taxi.
Air mata nya perlahan mulai keluar,hanya satu yang ia harapkan didalam hati,"Semoga Kak Harris baik baik aja!!".
Alana tidak sabar untuk segera sampai dirumah sakit,ia ingin sekali mengetahui kondisi sang pacar.
Alana pergi menuju meja resepsionis,tetapi ia urungkan niatnya untuk bertanya,karena ia melihat orangtuanya Harris.
"Tante!! gimana kondisi Kak Harris Tante??" tanya Alana menghampiri Ibu Lina dan Pak Herman.
"Sabar sayang!! ini sudah takdir!!" Ibu Lina langsung memeluk Alana kepelukannya,tentu saja Alana mereka aneh dengan sikapnya itu,"Apa yang terjadi Tante?? dimana Kak Harris??".
"Harris sudah pergi !!" jawab Pak Herman.
"Kak Harris pergi kemana Tante??".Alana lebih memilih bertanya kepada Ibu Lina,karena dia tidak begitu mengenal Pak Herman.
"Dia pergi untuk selamanya sayang!!" kali ini Bu Lina yang menjawab pertanyaan Alana.
Alana langsung masuk keruangan ICU setelah Ibu Lina memberitahu dimana Harris.
Alana terpaku,ia diam sejenak melihat apa yang ada didepan matanya.
Ya...dia melihat seseorang yang terbujur kaku,tidak ada lagi gerakan sedikit pun dari tubuh orang itu.Hatinya begitu sakit menerima kenyataan bahwa orang yang terbujur kaku itu adalah lelaki yang sangat ia cintai.
Alana kembali berlari menghampiri tubuh Harris,ia menjerit dan menggoncang goncangkan tubuh Harris seperti membangunkan orang tidur,"Kak Harris!! bangun!!".
"Kak Harris janji bakal ngenalin Aku ke Papa Kakak,tapi kenapa Kakak harus pergi sebelum Kakak menepati janji itu??".
Ibu Lina dan Pak Herman menyusul Alana kedalam ruangan ICU.Lalu Ibu Lina pun memegang pundak Alana dengan lembut,berusaha mencoba menenangkannya,"Sabar sayang!! Tante tau bagaimana perasaan Kamu!!.
"Ini mimpi kan Tante ??".Ya..itulah yang sangat diharapkan Alana saat itu."Tante juga berharap begitu,tapi ini benar benar nyata!!".
Jawaban itu membuat Alana tersadar bahwa ini bukan dunia mimpi,sekarang ia berada di dunia nyata.
"Sebaiknya jenazah Harris segera kita bawa ketempat pemakaman!!".Pak Herman memberi instruksi setelah mendapat kode dari Bu Lina.Tapi Alana menghentikan intruksi itu sejenak,"Tunggu Om!! izinkan Aku memeluk Kak Harris untuk terakhir kalinya!!".
Alana memeluk tubuh Harris dengan sangat erat,seperti tidak akan dilepaskan lagi,"Aku mencintai Kak Harris,bahkan sekarang saat Kak Harris telah pergi,perasaan itu tidak akan pernah berubah!!".
\*
Di SMA Kebangsaan,tepatnya dikelas Alana yaitu kelas 10 IPA 3.
Penghuni kelas merasa aneh,karena tiba tiba hari itu Bu Yanti masuk kekelas mereka.Bu Yanti tidak sendirian,tapi dia bersama seorang pria.Pria itu terlihat jauh lebih muda daripada Bu Yanti.
"Pagi anak anak!!" sapa Bu Yanti.
"Pagi Bu!!" jawab warga kelas.
"Jadi begini,Bu Yanti masuk kelas kita karena ia ingin mengantarkan keponakannya masuk
kelas,kebetulan yang baru pindah kesekolah kita ini !! " jelas wali kelas sekaligus menjawab rasa penasaran murid murid dikelas.
"Ayo segera perkenalkan diri Kamu!!" perintah Bu Yanti setengah berbisik kepada pria itu.
"Selamat pagi semua!!" sapanya.
"Pagi!!" balas warga kelas.
"Perkenalkan nama Saya Angga Miller,kalian bisa panggil Angga!!" ucap Pria bernama Angga memperkenalkan diri.
"Hmmm...salam kenal semua,semoga kita bisa menjadi teman!!" lanjutnya mengakhiri perkenalan itu.
"Alana tidak hadir ya??" tanya wali kelas setelah melihat sejenak kearah tempat duduk Alana.
"Tidak Bu!!" jawab salah satu siswa.
"Apa kabarnya?? apakah dia sakit??" tanya wali kelas lagi.
"Tidak tau Bu!!". Tampaknya hanya satu orang siswa yang bersedia menjawab pertanyaan wali kelas,siswa siswa lain sibuk membicarakan Angga si murid baru itu.
Yang membicarakannya tentu saja murid perempuan,murid laki laki sih bersikap bodoh amat.
"Wah...murid baru itu ganteng juga ya...!!".
"*Dia seperti blasteran!!".
"Seperti nya Aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama*!!".
Kurang lebih seperti itulah percakapan percapan diantara siswa perempuan.
"Oh ya, Angga,Kamu duduk disana!!" ucap Bu Lina menunjuk salah satu kursi disebelah tempat duduk Alana.
"Saya duduk disamping kursi kosong Bu??" tanya Angga sedikit bercanda yang membuat semua warga kelas tertawa.
"Bukan!! disana tempat duduknya Alana!!" jawab wali kelas.
\*\*\*\*
Alana ikut serta mendampingi keluarga Harris dalam sesi penguburannya.
Disana Alana masih menangis,namun tangisan itu sudah tidak sekuat tadi pagi,karena Ibu Lina selalu setia memberinya semangat.
Setelah sesi penguburan itu selesai,semua orang berdiri mengelilingi makam untuk mendoakan armarhum Harris.
Setelah berdoa selesai dan orang orang mulai pergi meninggalkan tempat pemakaman itu,Alana duduk bersimpuh sambil memeluk nisan Harris.
"*Kakak yang tenang ya disana!!".
"Aku janji nggak akan ada yang gantiin posisi Kak Harris selamanya*!!".
Ibu Lina ikut menurunkan badannya supaya sejajar dengan Alana,"Hari sudah mulai siang,ayo kita pulang!!" ajaknya.
"Tapi Aku masih mau nemanin Kak Harris,Tante!!" tolak Alana.
"Harris akan menangis diatas sana jika dia melihat gadis yang dia cintai menangis!!".Alana melihat Pak Herman setelah mendengar ucapan Bu Lina,lalu Pak Herman pun mengangguk.
"Ayo Tante!! kita pulang!!".
Bu Lina pun menggandeng tangan Alana meninggalkan tempat pemakaman itu.
\*\*\*\*