
Alana berlari menuruni tangga,air matanya berjatuhan.Tujuannya tidak tentu arah,baginya yang terpenting berlari dan terus berlari.
Ravid terus mengikutinya dari belakang, sesekali memanggil, tapi Alana tidak menjawab.
"Alana!!" panggil Ravid saat langkah Alana terhenti diruangan musik.
"Kak Ravid??".Alana tidak sadar jika Ravid mengikutinya dari tadi.
"Udah!nggak usah nangis lagi!!" bujuk Ravid menenangkan Alana.
"Gimana Aku nggak nangis Kak?? pria itu mengingatkan Aku kepada Kak Harris!! dia membuka luka Aku Kak!!" dengan suara yang parau,bahkan Alana tidak bisa melanjutkan perkataannya.Tangisnya pun semakin deras.
"Kalau gitu,Kamu nggak usah dekat dekat lagi sama dia!!".Ravid tidak hanya memberi Alana peringatan tetapi memeluknya.Tentu saja Alana merasa risih dan menolak,"*Nggak usah peluk peluk juga Kak!!".
"Aku cuma mau nenangin Kamu!!".Ravid mencoba memberi pengertian kepada Alana,tetapi Alana tetap saja menolak."Pikirin Kak Dela Kak*!!".
"Dela lagi Dela lagi!! pikirkan diri Kamu sendiri!!" bentakan Ravid benar benar membuat Alana kaget.
"Kak Ravid kenapa sih?? Kak Dela itu pacar Kakak!!".
"Dia nggak bakal salah paham,jika Aku hanya sama Kamu!!" bantah Ravid.
"Cewek mana yang nggak salah paham jika cowoknya berduaan sama cewek lain!!".Intonasi bicara Alana sudah meninggi.
"Nggak bakal Alana!!".Ravid pun memperlambat pembicaraannya.
"Kak Ravid kenapa sih??".Alana benar benar tidak mengerti dengan perubahan sikap Ravid belakangan ini.
"Aku nggak apa apa.Masih seperti biasa!!" jawab Ravid ketus.
"Kakak bohong!!".
"Aku nggak bohong!!".
"Kalau Kakak terus kayak gini,mending nggak usah temuin Aku lagi!!" ancam Alana lalu melangkah pergi meninggalkan Ravid.
Ravid tidak ingin Alana menjauh,dia pun mengejar dan memegang pergelangan tangan Alana."Ok!! Aku ngaku kalau Aku bohong!!".
Mendengar pernyataan Ravid,Alana pun melangkah mundur supaya posisinya bisa sejajar dengan Ravid.
"Kamu merasa aneh dengan sikap Aku belakangan ini kan??" tanya Ravid.
"Itu karena Kamu nggak peka!!". Bukannya menjawab,Ravid malah menuduh Alana tidak peka terhadapnya.
"*Kenapa harus Aku Kak??".
"Kamu tau,Aku suka sama Kamu*!!!".
**deg...
deg...
deg**..
Alana benar benar tidak menyangka,Ravid akan mengeluarkan kata kata itu.Dia berfikir jika itu hanya mimpi,tetapi semua itu benar benar nyata.
"Kak Ravid apa apaan sih??".
"Asal Kamu tau,Aku lebih dulu mencintai Kamu daripada Harris!!".
"Kak Ravid egois!!" jerit Alana.
"Iya.Aku memang egois.Aku egois karena melerakan perasaan Aku demi kebahagiaan sahabat Aku!!".
Alana kembali terkejut dengan pengakuan Ravid,ingin rasanya ia pergi menjauhi Ravid saat itu juga.Namun itu semua hanya akan memperpanjang masalah.
"Pikirin Kak Dela Kak!!".Alana melembutkan nada bicaranya,supaya Ravid bisa berpikir jernih.Dia yakin saat itu Ravid sedang emosi.
"Dela itu hanya pelarian!!".
Hati Alana benar benar sakit.Luka tentang pria yang membuka lukanya masih belum sembuh, sekarang luka lain malah datang.Apalagi sekarang dia merasa,bahwa dirinya telah menjadi perusak hubungan Ravid dan Dela.
"Aku mohon Kak,lupain Aku!! kembali ke Kak Dela!! karena Aku yakin,Kak Ravid sebenarnya mencintai dia!!". Alana kembali melangkah meninggalkan Ravid.
"Aku akan berusaha.Tapi jangan salahkan Aku jika perasaan Aku ke Kamu nggak bisa hilang!!".
Setelah Ravid selesai berbicara Alana pun melanjutkan langkahnya.
\*\*\*