
Malam harinya Alana tidak bisa tidur, dibenaknya kini selalu terbayang bayang bagaimana Harris tersenyum manis kepada nya tadi siang.
"Duuuh..Kak Harris ,Kakak bikin jantung aku pengen meledak aja!!" gerutu Alana sendiri diatas tempat tidurnya.
Alana begitu luar biasa bahagia,ternyata selama ini pria yang diidam-idamkan mempunyai perasaan yang sama,"Eh,tapi apa iya,Kak Harris cinta sama Aku??" tiba tiba saja segelintir perasaan ragu muncul d benaknya,"Nggak penting!! yang penting sekarang aku pacaran sama Kak Harris!!" Alana memukul mukul pipinya sendiri."Aaaa!!! Alana Kamu bisa gila gara gara dia!!" Alana juga sempat meloncat loncat diatas kasur saking senangnya.
Siang tadi Harris sempat menjagak Alana kesuatu tempat.Ya...tidak romantis sih,tapi Alana suka,mau gimanapun Harris itu bukan tipe cowok yang romantis,jadi apapun yang dilakukan Harris akan membuat Alana bahagia,baginya berpacaran dengan Harris sudah lebih dari cukup.
"*Kita mau kemana Kak??".
"Ketempat yang biasa dikunjungi orang pacaran*!!" kini Harris mulai menyetir dan mobil pun mulai berjalan.
Alana masih terlihat gugup satu mobil dengan Harris,apalagi status mereka sekarang....pacaran.
"Gitu amat!!" sindir Harris.
"Eh Kak,ada apa Kak??" Alana kaget karena Harris menyadari kegugupannya.
"Lo gugup dekat dekat sama Gue??" Alana segera membantah pemikiran Harris yang seperti itu,"Nggak kok Kak,Aku biasa aja" untuk menyakinkan Harris Alana mengeluarkan senyum khasnya,dia terlihat sangat cute,Harris hanya bisa nyengir melihat kelakuan pacarnya itu."Alana...Alana...Lo itu polos,tapi udah berhasil mengotak atik hati Gue!!" batinnya sembari memegang jidatnya dengan tangan kiri.
"Kak Harris kita mau kemana sih??" lagi lagi Alana menanyakan pertanyaan yang sama,Harris merasakan telinga seakan akan mau pecah,"*Lo bawel banget sih!!".
"Iiih kok Kak Harris gitu*??"Alana mengeluarkan nada nada seperti orang ngambek.
Harris yang terkenal jutek ternyata juga bisa gemas melihat tingkah Alana,"Percaya aja sama pacarnya" mengacak acak rambut Alana.
"Rambut Aku kan jadi berantakan Kak.." rengek Alana segera membereskan rambutnya.Harris kembali terlihat gemas karena ulah Alana yang memajukan bibirnya.
"Ikut Gue!!" ajak Harris menggenggam tangan Alana.
Mereka kemana?? sebuah taman?? oh romantisnya.
Hmmmm...ternyata Harris hanya mengajak Alana kesebuah jalan raya.
"Kita berhenti disini mau ngapain Kak??" tanya Alana melihat kiri kanan.
"Ini tempat tujuan kita!!" jawab Harris santai.
"Ngapain kita disini Kak??" Alana benar benar tidak percaya Harris akan membawanya ketempat seperti itu.
"Kak Harris memang benar benar tidak romantis!!" umpat Alana sendiri.Apa yang akan mereka lihat disini?? yang ada cuma kendaraan yang berlalu lalang.
Alana terlihat sudah mulai bosan,ingin rasanya ia pulang dan tidur dirumah,tapi ia tidak berani mengatakan,takut jika nanti Harris marah.
"Berdiri!!trus Lo jalan kesana!!" Harris menunjuk salah satu tiang rambu lalu lintas,bukan hanya itu Harris juga membuat Alana tersentak kaget.
Disaat Alana sudah berdiri dan mulai melangkah tiba tiba ada seseorang yang merangkulnya dari belakang."*Kak Harris??".
"Kenapa?? Nggak boleh ya,rangkul cewek sendiri*??" tanya Harris.
"Bukan gitu Kak,Aku cuma kaget aja" bantah Alana memutar kepalanya kebelakang,kini pandangan mereka saling bertemu.
"Lo cantik!!" puji Harris.
**deg
deg
deg**
"Kak Harris serius???" sambil menatap mata Harris.
"Serius lah,emang Lo orangnya cantik kok!!" jawab Harris yakin."*Eh lihat kejalan tuh!! ntar Lo jatuh!!".
"Kalau Aku jatuh Kakak juga jatuh,kita kan lagi rangkulan!!" ucapan Alana sukses membuat Harris tertawa,"Hahahaha,pintar juga nih anak*!!".
****
"Langsung masuk rumah ya...jangan kemana mana dulu!!" tegas Harris didepan gerbang rumah Alana.
"Iya Kak,khawatir banget!!" ledek Alana.
"Cish,siapa juga yang mau khawatirin Lo??" bantah Harris.
"Ya,udah kalau Kak Harris nggak khawatir,ntar aku nggak usah jaga diri!!"ancam Alana.
"Ya jelas lah Gue khawatir sama Lo!! Lo kan pacar Gue Alana!!!" ujar Harris meyakinkan Alana,tapi Alana malah bertanya yang bukan bukan,"Kita pacaran ya Kak??" seketika wajah Harris berubah muram.
Alana tidak mau Harris salah paham,secara cepat dia menyatakan apa maksud pertanyaannya itu,"*Aku cuma takut kalau Kak Harris bercanda".
"Gue serius!! Lo udah jadi pacar Gue!! jadi Lo harus jaga jarak sama cowok lain*!!" begitulah peringatan yang diberikan Harris kepada Alana.
"Aku mau dekat sama siapa sih Kak?? Kak Harris tuh yang punya banyak penggemar!!" sindir Alana terang terangan.
"Itu mah mereka,Gue mah ogah ogah dekat sama cewek!!" jawab Harris.
"Kalau sama aku Kak??" Alana benar benar anak yang bawel,tapi entah kenapa Harris tidak ingin marah dengan sikapnya itu.
"Kecuali cewek Gue!!".
Alana melihat mobil Harris lenyap dari pandangannya,setelah itu ia menutup gerbang dan masuk kedalam rumahnya.
"Kok pulangnya nggak sama Pak Amad??" Alana sedikit kaget melihat Bu Rinta sudah berada dirumah,padahal hari masih siang,"Eh,Bunda udah pulang??".
Bu Rinta melihat Alana dan memberikan sebuah isyarat dengan gelengan kepala.Bu Rinta memang selalu mengajarkan anaknya itu untuk bersikap sopan,apabila ada orang bertanya harus dijawab,bukan malah bertanya balik.
"Eh,anu Bun...tadi Ana belajar sama teman!!" jawab Alana berbohong.Ia tahu kalau berbohong itu tidak benar,namun ia belum siap berkata jujur.
"Belajar sama teman? atau jalan sama pacar??" pertanyaan Bu Rinta membuat Alana kaget,mungkinkah Bu Rinta tau semuanya?? tapi darimana?? atau jangan jangan dia membuntuti Alana??.
"Bunda apaan sih?? jalan sama pacar apanya Bun?? pacarnya aja aku nggak punya!! jawab Alana.
"Hmmmm...ya udah, sekarang kamu ganti baju gih!!" .Bu Rinta maupun Pak Jeff tidak pernah melarang Alana berpacaran,hanya saja belum memberi izin,mereka ingin mencari lelaki yang tepat yang bisa menjaga putri semata wayang mereka itu.
Alana memasuki kamar,dan berganti pakaian.Setelah itu ia merapikan buku buku yang ada didalam tasnya lalu menata tapi diatas rak rak buku.Satu lagi hal yang diajarkan Bu Rinta kepada Alana yaitu tentang kerapian,Bu Rinta pernah mengatakan jika kita rapi maka orang orang akan senang berteman dengan kita.
Setelah semua bukunya tapi Alana segera turun kelantai bawah,disana ia menemukan sang Bunda sedang menata makanan di atas meja makan.
"Eh Ana..makan dulu yuk!" ajak Bu Rinta menyadari kedatangan anaknya,"*Bunda udah siapin makanan!!".
"Makasih Bun*!!" sambil mengambil sepiring nasi,dan lauk pauk serta sayur secukupnya.
Bu Rinta sudah terbiasa makan menu sehat dan seimbang sejak remaja,kebiasaan itu pun juga dilakukan Alana.Pantas saja Alana memiliki bentuk tubuh yang bagus.
Dulu ia pernah ditawari oleh teman Bundanya untuk masuk sekolah model saja,karena dengan bekal tubuh yang bagus dan wajah cantik pastinya Alana bisa menjadi seorang model terkenal.Tapi saat itu Alana sedang dilanda asmara,ia pun menolak tawaran tersebut.
"Habis makan kamu belajar ya.." ucap Bu Rinta.
"Iya Bun!!" jawab Alana sambil mengunyah makanan di mulutnya.
\*\*\*\*
"Kira kira tuh cewek lagi ngapain ya??".
Harris mengambil handphonenya dan menekan suatu nomor lalu juga menekan tombol call.
"Halo Kak!" Alana sempat dibuat kaget melihat panggilan dari Harris.
"Lo lagi ngapain??"tanya Harris.
"*Tiduran Kak!!".
"Kalau Kakak lagi ngapain*??".
"Mikirin Lo!!" lagi lagi Harris meluncurkan gombalannya kepada Alana.
"Kak Harris gombal ih!!" ledek Alana.
"Gue serius lagi mikirin Lo!! Emang Lo nggak mikirin Gue gitu??" tanya Harris.
"Nggak usah dipikirin pun,Kak Harris selalu muncul di otak aku!!".
"Lo jangan panggil Gue Kakak lagi dong???" Harris ingin Alana berbicara secara informal padanya.
"Nggak sopan Kak!!" tolak Alana.
"*Lo itu sekarang pacar Gue!!".
"Meskipun Aku udah jadi pacar Kak Harris,tapi Kak Harris itu tetap kakak kelas Aku*!!" ujar Alana.
"Terserah Lo deh!!" jawab Harris pasrah,"Lo tidur ya...udah malam".
"Iya Kak,Kak Harris juga tidur".
"Selamat malam Kak Harris.." ucap Alana.
"Selamat malam.." balas Haris sambil menutup teleponnya.