
Semua pasang mata kini tengah melihat kearah sepasang pasangan baru kampus, yang pastinya bakal jadi bahan gosip mereka pagi ini.
"Kak bisa nggak jangan pegang tangan gini malu tau diliatian orang-orang" Bisik Alana yang masih dapat didengar Dimas.
Yah pasangan itu adalah Dimas dan Alana. Selayaknya pasangan pada umumnya mereka berjalan sambil berpegangan tangan. Namun kalau biasanya ada pasangan baru mereka nggak bakal perduli, lain ceritanya dengan Dimas. Tentu saja siapapun yang bersamanya bakal jadi sorotan publik. Apalagi sekarang sudah sampai ke tahap pacaran. Kalian ingatkan waktu Dimas nolongin Alana untuk pertama kalinya dari Jesi, Alana udah jadi bahan gosip seantoro kampus dengan banyak kata-kata nyinyir yang menusuk hati. Dan sekarang Alana nggak bisa deh memprediksi akan jadi apa dia.
"Udah biarin aja mereka" Balasnya acuh dan makin mempererat tautan tangan mereka.
"Tapi kak" Seru Alana mulai tidak nyaman. Pasalnya sepanjang jalan dia mendengar banyak yang mengatai dirinya mulai dari yang enak sampai yang nggak enak banget didenger.
"Wah mereka serasi yah, cantik dan ganteng"
"Halah palingan juga si Alana make pelet buat godain kak Dimas"
"Sok cantik banget sih jadi cewek"
"emang Alana cantik, Dimasnya aja gajen deketin Alana"
Dan masih banyak lagi kata-kata yang sangat tidak enak dia terima pagi ini.
"Udah kamu nggak usah dengerin kata mereka. Mereka cuman syirik sama kamu karna bisa milikin aku dan mereka nggak" Serunya menenangkan Alana sambil menunjukkan senyum manisnya.
"Eh salah yah, aku yang beruntung milikin kamu" Lanjutnya lagi.
Bibir Alana tertutup rapat, dan pipinya merah merona. Bagaimana tidak untuk pertama kalinya Dimas pakai aku kamu ke dia. Alana benar-benar nggak nyangka apa yang diharapkan terjadi. Betul kata Dimas dia nggak perlu takut lagi dengan kata anak-anak yang lain. Toh dia hanya perlu memikirkan pandangan Dimas tentangnya. Soal mereka itu nggak penting, anggap aja angin lalu yang bakal memperkokoh hubungan mereka.
"Al, kamu kok diam aja dari tadi. Aku ngajakin kamu ngomong loh" Tegur Dimas sambil melambaikan tangannya didepan muka Alana.
"Ah itu kak ki.. kita make aku kamu gitu?" Tanyanya malu.
"Hahaha jadi kamu mikirin itu dari tadi?" Tanya Dimas tertawa melihat ekspresi Alana. Alana hanya mengangguk tanda membenarkan pernyataan Dimas.
"Ya iyalah sayang kita kan udah jadian masa pake lo gue sih" Lanjutnya mengehentikan tawanya dan mengelus rambut Alana.
Alana tak bisa menyembunyikan wajahnya. Dia sangat malu dan bahagia disaat yang bersamaan. Malu karna Dimas memperlakukannya seperti ini didepan semua orang dan bahagia karna Dimas memanggilnya sayang yang otomatis menunjukkan bahwa dia adalah milik Alana.
"Ya udah kamu masuk gih"
"Masuk kemana kak"
Tanpa menjawab Dimas langsung membalikkan badan Alana.
"Ntar chat aku kalau udah keluar yah. kamu baik-baik, jangan nakal"
"Iya"
Sebelum Dimas pergi dia mengacak rambut Alana terlebih dahulu sebelum lari meninggalkan tempat itu. Tau dia bakal diamukin Alana kalau masih berada disana.
"Ihh, Kak Dimas nyebelin banget" Gerutunya sambil membenarkan rambutnya kemudian memasuki ruangan kelasnya untuk menunggu kedatangan dosennya.
.
.
.
.
Amanda Rawles - Alana Sasmita Kusuma
Jefri Nichol - Dimas Anugrah Herman
**Nih buat kalian yang minta visualnya gue kasih mereka.
Oh iya mungkin kalian bertanya-tanya kenapa gue make mere berdua yah kan.
Oke jadi gini kalau kalian udah pernah nonton film "Dear Nathan" pasti tau dong mereka berdua cocok benget dan gue cuman berharap suatu saat mereka bisa main bareng lagi, mungkin lewat cerita gue ini (Halu hehehe 😆)
Eits, tapi bukan cuman karena itu yah. Gue juga milih mereka karena kalian tau dong Amanda karakter nya cocok dengan Alana yang cewek cantik, polos, dan pintar. Dan kalau Nichol karekternya cocok sama Dimas yang cowok cool, pintar, ganteng, plus romantis.
Duh sumpah gue belum move on sama mereka berdua.
So ini dia, jadi buat kalian yang ngebayangin Alana dan Dimas nggak sama kayak gue it's oke. Kalian bebas kok banyangin siapa aja yang menurut kalian cocok.
See You ❤❤❤🙋**