
Keesokan harinya Alana pergi kesekolah seperti biasa.Saat didalam kelas,dia merasa aneh dengan sikap Angga.Hari itu Angga terlihat berbeda,dia yang biasanya langsung akrab dengan Alana,tiba tiba saja merasa canggung.
"Angga!!" panggil Alana.
"Iya!" sahut Angga terkesan dingin.
"Kamu sakit??" sambil menghampiri Angga,tapi Angga malah membuang muka."*Kenapa sih??".
"Aku baik baik aja*!!".
Alana duduk kembali dikursinya dan mulai mendengarkan materi pelajaran yang dijelaskan oleh guru."*Sebenarnya dia kenapa sih??".
"Duh!! kenapa Aku tiba tiba merasa gugup ya,waktu didekat Alana?? aku bahkan nggak berani liat wajah dia.Gimana mau nembak nih,kalau gini*??" batin Angga.
Jam istirahat pun tiba.Alana berniat pergi ke kantin sendirian.Tidak mungkin dia mengajak Angga,jika sikap Angga beda begitu.
Ketika Alana melangkah meninggalkan tempat duduknya,Angga menarik tangannya."*Ikut Aku!!".
"Kemana*??" tanya Alana.
"Ikut aja dulu!!".
"Ok!! tapi kekantin dulu!!". Alana setuju asal perutnya diisi terlebih dahulu.
"Bentar doang kok! please!!" bujuk Angga sambil menyatukan kedua tangannya didepan Alana.
"Iya,iya!!".Akhirnya Alana mengikuti Angga yang membawanya keluar dari ruangan kelas.Posisinya sekarang Angga menggenggam tangannya.
"Kita mau kemana sih??" tanya Alana karena Angga membawanya kelantai atas."Ini kan lokal kelas 12??". Memang Angga tidak mengajaknya kedalam kelas,tapi lantai atas itu khusus untuk kelas 12.
Angga tidak menjawab pertanyaan Alana,dia tetap berjalan menaiki tangga.
Tanpa disengaja, Ravid yang sedang makan eskrim dengan Dela dikantin yang dekat dengan tangga,melihat Alana berduaan dengan Angga.
"Murid baru itu lagi!!".
"Kenapa sih Yang??" tanya Dela yang ikut melihat ke arah yang dilihat Ravid,tapi dia tidak melihat sesuatu yang berbeda.
"Murid baru itu pergi kelantai atas dengan Alana!!" jawab Ravid.
"Mungkin aja mereka ada perlu ke kelas 12!!" ucap Dela.
"Tapi ini aneh Yang!!".Ravid sedikit memperlambat intonasinya.
"Aneh kenapa??" tanya Dela tidak mengerti.
"Mereka berpegangan tangan!!".
"Namanya juga teman!!".Bagi Dela itu sudah biasa,tapi bagi Ravid itu tidak bisa dibiarkan.
"Kita susul mereka sekarang!!". Ravid meletakkan eskrimnya di atas meja dan langsung berdiri.
"Kita habisin eskrimnya dulu Yang!!" . cegah Dela.
Ravid kembali duduk dan mendesak Dela,"Harus sekarang dong!!".
"Kamu kenapa sih?? gitu amat??".
"Murid baru itu pasti bakal ngeracuni pikiran Alana!!".
"Sayang!! Alana itu juga harus bahagia!!.Jika kehadiran murid baru itu adalah yang terbaik,kita harus menerima dong!!". Dela mencoba menjelaskan tetapi Ravid malah emosi.
"Aku nggak terima!!".
Dela meletakkan mejanya di eskrim lalu berdiri,dia juga terlihat emosi."Kamu itu kenapa sih?? ada yang beda sama Kamu!!".
Menyadari Dela yang mulai marah,Ravid pun berdiri untuk menenangkannya."Bukan gitu maksud Aku!!".Tapi Dela malah kembali duduk.
"Kamu pasti punya perasaan yang beda sama Alana!!".
"Bukan gitu!!" bantah Ravid kembali duduk disamping Dela.
"Aku cuma nggak mau aja liat Alana jalan dengan cowok lain!!".
"Maksudnya??".
"Gimana eskrimnya,enak??" tanya Ravid mengalihkan pembicaraan.
"Nggak usah mengalihkan pembicaraan!!". Sepertinya Dela benar benar sudah emosi.Ravid menggenggam tangan Dela dan memberinya pengertian,"Kamu tau sendiri gimana hubungan Aku sama Harris.Dia udah kayak saudara Aku.Memang Alana itu berhak bahagia,tapi nggak secepat itu juga dia bisa ngelupain Harris!!".
"Apa iya,Ravid kayak gitu dengan alasan Harris??" fikir Dela."Tapi...mungkin juga sih!!".
\*\*\*\*
Ternyata Angga membawa Alana ke balkon sekolah.
"Kita ngapain kesini??" tanya Alana.
Angga tidak menjawab,ia mengeluarkan sebuah kain merah kecil dari dalam sakunya,"Aku tutup mata Kamu ya??" lalu menutup mata Alana.
"Kok ditutup segala?? ini sebenarnya ada apa??". Alana benar benar sudah penasaran.
"Dalam hitungan kesepuluh,Kamu buka penutup mata Kamu!!".
Angga mulai menghitung,dan disaat hitungan kesepuluh Alana membuka penutup mata.Dia melihat balon balon beterbangan,juga ada sebuah spanduk dengan fotonya.Di spanduk itu bertuliskan kata I LOVE YOU.
Mata Alana begitu takjud melihat kejutan yang disiapkan Angga.Tapi dia masih belum mengerti maksud semuanya.
"Ini maksudnya apa sih??" tanya Alana.
Angga pun merendahkan badannya,hingga posisi seperti berlutut didepan Alana.Lalu ia pun menggenggam tangan Alana.
"Alana!! Aku jatuh cinta sama Kamu!!". Pengungkapan Angga benar benar membuat Alana terkejut,"*Apa??".
"Aku sudah jatuh cinta sama Kamu sejak pertama kali kita ketemu*!!" Angga menghentikan ucapannya sejenak lalu,"*Kamu mau jadi pacar Aku??".
"Lo mau nggak jadi pacar Gue*??".Tiba tiba Alana teringat ketika Harris dulu menyatakan perasaanya.
Alana menarik tangganya,hingga genggaman tangan Angga terlepas.
"Lo mau nggak jadi pacar Gue??" bayangan itu semakin jelas di kepala Alana.
Alana memegang kepalanya,dan menjerit,"Pergi!!".Air matanya pun mulai keluar.
"Alana!! jawab Aku!!".Angga kembali menggenggam tangan Alana,kali ini dengan posisi berdiri.
"Kamu mau nggak jadi pacar Aku??".
"Alana itu hanya mencintai sahabat Gue!!".Angga dan Alana dikejutkan oleh suara Ravid yang secara tiba tiba ada disana.
"Alana!! jangan liat kearah dia!!".Angga tidak mau perhatian Alana teralihkan,"Kamu mau nggak jadi pacar Aku??".
Alana yang awalnya melihat kearah Ravid pun mengubah pandangannya kearah Angga,lalu menjawab,"Maaf Aku nggak bisa!!".
Secara spontan genggaman tangan Angga terlepas,dia menjadi lesu.
"Tapi kenapa??" tanya Angga ketika Alana melangkah pergi.
Alana menghentikan langkahnya,"Karena Aku belum biasa melupakan kak Harris!!" jawabnya tanpa memutar badan,dia tetap membelakangi Angga.Lalu pergi setelah menjawab pertanyaan itu.Ravid pun mengikuti Alana pergi meninggalkan balkon.
Angga yang masih berada di balkon benar benar sedih.Dia tersandar di dinding dan terduduk.
Baru kali ini cintanya ditolak seorang cewek.Dan itu pun membuat dia benar benar hancur.