Alana

Alana
Chapter 3



Dikediaman Alana,tepatnya disebuah rumah berpagar besi,rumah itu memiliki dua tingkat ,desain yang sederhana namun elegan.


"Ana...nanti Kamu berangkatnya pakai Taxi ya!!" ujar Ibu Rinta dari arah meja makan.


Alana anak yang penurut dia akan menyetujui perkataan orangtuanya,baginya perkataan orang tua itu bukan perintah tapi merupakan suatu kewajiban yang harus dikerjakan,"Iya Bun!!".


"Habis sekolah Kamu dijemput sama Pak Amad!!!" ucap Bu Rinta sambil menikmati roti slai stroberi kesukaannya.Sementara itu Alana memilih untuk menikmati roti slai coklat, sebenarnya Alana tidak terlalu suka coklat,tapi dia tau pujaan hatinya menyukai coklat."*Emangnya Pak Amad sekarang kemana Bun?? kenapa nggak dia aja yang ngantarin Aku??".


"Pak Amad mau nganterin Bunda kerumah sakit*!!".


Bu Rinta sakit?? sakit apa?? ternyata tidak.Ya,Bu Rinta adalah dokter disalah satu rumah sakit ternama Indonesia,sebut saja Rumah Sakit Medica.


"Ayah kapan pulang sih Bun??Aku kangen sama Ayah.." rengek Alana manja.


Bapak Jeff Smith merupakan seorang pengusaha sukses,dia sudah tiga hari berada diluar kota,"Sekitar seminggu lagi" jawab Ibu Rinta.


Begitulah kehidupan seorang pengusaha,mereka harus rela meninggalkan anak dan istri demi mengurus pekerjaan,didalam hati mereka sebenarnya tidak tega,tetapi apa boleh buat??.


"Gimana sekolah baru Kamu??".


"Seru Bun,ada Kakak kelas Aku pas SMP juga!!" Alana menjawab dengan girang.


"Siapa??" tanya Bu Rinta penasaran.


"Kak Ravid sama Kak Harris Bun!!".


"Ravid pacarnya Dela??".Entah darimanakah Bu Rinta tau tentang Dela,padahal Alana tidak pernah menceritakan sosok Dela kepada Bundanya itu,"Bunda kenal sama Kak Dela??".


Bu Rinta mengambil nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaan putrinya itu,"Dia anak dari teman bisnis Ayah Kamu!!".


Keluarga Alana dan keluarga Dela pernah mengadakan pertemuan untuk membicarakan urusan pekerjaan beberapa tahun yang lalu.Tapi Alana lebih memilih untuk melihat acara pertandingan basket disekolahnya,apalagi pujaan hati juga ikut dalam pertandingan itu.


"Ana berangkat dulu ya Bun!! Assalamualaikum!!!" ucap Alana sambil melirik kearah jam tangannya dan bergegas keluar rumah untuk menuju ke sekolah.


\*\*\*\*


Seperti biasanya, pemandangan yang dilihat Alana adalah para siswi yang sudah berjejeran didepan gerbang sekolah seperti menunggu sang idola.Alana tidak ambil pusing,toh dia hanya tinggal lewat dan masuk ke kelas nya.


Tiba tiba saja dua orang cowok mendahului langkahnya,Alana yang menyadari kalau itu Harris dan Ravid mempercepat langkah kakinya.


"Kak Harris!!" panggil Alana.


"Apaan sih??" Harris berhenti sejenak sambil menoleh kebelakang.


"Mau bareng..." jawab Alana dengan nada sedikit manja.


"Lo itu sama Gue beda kelas!! jadi nggak usah sok sok an mau bareng Gue!!" tolak Harris dengan nada yang sedikit kasar.Bukannya tersinggung Alana malah makin mendekati Harris dan berniat merangkul tangannya,tetapi Harris menolak dan tanpa sengaja ia mendorong Alana kelantai."*Apaan sih Lo ah!!!".


"Kak Harris..".Ravid merasa tidak tega melihat Alana yang tersungkur dilantai,"Kamu nggak apa apa*??" tanya Ravid membantu Alana berdiri.Sementara itu Harris sudah pergi duluan entah kemana.


"Nggak apa apa kok Kak!" jawab Alana.


"Harris benar benar keterlaluan!!" geram Ravid mengepal tinjunya.


"Aku mohon Kak..jangan marahi Kak Harris!!" pinta Alana.


"Maaf Ana,Aku nggak bisa janji!!" kini Ravid telah meninggalkan Alana dan pergi entah kemana mungkin saja mencari Harris.


Alana yang masih berdiri ditempat yang sama,bingung mau pergi kemana,padahal dia berada di sana untuk menuntut ilmu,tentu saja sekarang dia harus ke kelas nya, tapi mungkin peristiwa tadi membuatnya sedikit tidak bisa berpikir.


Saat Alana masih dalam keadaan kebingungan tiba tiba saja Jenita muncul dihadapannya,ditambah lagi perkataan Jenita membuat membuat Alana semakin down,"Eh cewek murahan!! Lo berhenti ya,buat godain Harris!" bahkan Jenita sampai mendorong kening Alana dengan telunjuknya.


"Kak Jenita,jangan hina aku gitu dong..hiks!!" Alana merasakan sakit yang luar biasa saat dibilang perempuan murahan.


"*Eh Lo ngaca dong!! Gue aja yang udah cantik nggak pernah diladeni sama Harris,apalagi Lo yang...cantik aja lebih cantikan Gue kemana mana!!".


"Benar juga kata Kak Jenita,nggak mungkin Kak Harris bisa suka sama Aku,mulai sekarang Aku akan berusaha move on*!!" berusaha tersenyum padahal ingin menangis.


\*\*\*\*


Ternyata Ravid menyusul Harris ke kelas,setelah beberapa menit mencari Harris kesana kesini akhirnya Ravid menemukan Harris yang sedang duduk di kursinya.


Tanpa basa basi Ravid langsung saja membentak Harris,"*Lo itu apa apaan sih??".


"Lo yang apa apaan,datang bentak bentak Gue*!!!" Harris yang tak mau kalah membentak Ravid balik.


"*Lo kasarin Alana sampai segitunya!".


"Kalau Gue kasar kenapa?? Lo kasihan sama dia*?? ??" tanya Harris geram.


"*Harris!!".


"Gue tau Lo itu suka sama dia,makanya Lo itu selalu aja bantuin dia*!!" Harris mengeluarkan semua keluh kesah yang selama ini ingin diungkapkannya.


"Lo bodoh apa ha?? Gue udah punya Dela!!" Ravid menyangkal dia benar benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Harris.


"Bukan berarti Lo nggak bisa suka sama cewek lain!!" imbuh Harris.


Ravid yang kini sudah emosi akhirnya mengatakan apa yang seharusnya sudah menjadi sebuah rahasia," Alana itu cinta sama Lo sejak tiga tahun yang lalu!!".


**deg


deg


Jantung Harris langsung bergetar hebat saat mendengar kata kata Ravid,tubuhnya seketika lemas dan dia pun terduduk lesu di kursinya.


"Alana itu cinta sama Lo sejak tiga tahun yang lalu!!" Harris masih merasa kurang percaya terhadap apa yang didengarnya,"*Lo serius Vid??".


"iya,kemaren Gue bawa Alana karena Gue pengen nanya nanya soal perasaan dia ke Lo*!!" jawab Ravid.


Saat itu juga Harris bangkit dari kursinya dan berlari keluar kelas untuk mencari Alana.


Harris melihat Alana sedang memegang gagang pintu,sepertinya Alana ingin masuk kelas,Harris tidak ingin membuang waktu lagi,ditariknya tangan Alana kesebuah tempat,tepatnya sebuah lorong antar kelas.


"Kak Harris??" tanya Alana kaget.


"Benaran Lo suka sama Gue??" Harris ternyata to the points juga orangnya.


Alana membelalakkan matanya,ia benar benar kaget mendengar pertanyaan Harris,"Duuh..Aku jawab apa nih?? lagian kalau aku jujur Kak Harris juga nggak mungkin suka sama aku!!" bathin Alana.


"Kok bengong?? jawab Gue dong!!".


"Eh,ngg...ngg..nggak kok Kak!!" jawab Alana terbata bata,"*Emang siapa sih yang bilang sama Kakak??".


"Lo nggak usah bohong*!!" bentak Harris tapi tidak terlalu kasar.


"Lo benaran suka sama Gue??" tanyanya sekali lagi.


"Iya Kak!!" Alana terpaksa jujur wajah nya memerah menahan malu,kini ia hanya bisa menundukkan kepalanya.


"*Lo mau nggak jadi pacar Gue??".


**deg


deg


Lagi lagi Harris membuat jantung Alana berdetak kencang,tapi dia berusaha tenang,apalagi dia merasa tidak yakin dengan ucapan Harris itu,"Kak Harris bercanda sih!!" ucap Alana berusaha mengeluarkan senyumnya yang terpaksa.


"Gue serius Alana!!" memang diwajah Harris tidak ada kesan bercanda sedikit pun,dia benar benar serius.


"Lo mau nggak jadi pacar Gue??" kali ini Harris bahkan berani menatap Alana wajah Alana.


"Iya ,Aku mau Kak!!" jawab Alana cepat,dia juga ingin cepat cepat menjauh dari Harris karena rasanya jantungnya mau meledak jika lama lama didekat Harris,tapi niatnya itu gagal karena Harris mencegahnya,"*Mau kemana Lo??".


"Mau ke kelas Kak*" jawab Alana sedikit gugup.


"Keluarin handphone Lo!!" perintah Harris yang membuat Alana bingung,"*Buat apa Kak??".


"Gue tau ini moment paling bahagia dihidup Lo!! Gue juga tau Lo pasti pengen liat foto Gue setiap malam sebelum tidur*!!" ucap Harris asal,tapi membuat Alana ingin tenang saking bahagianya.


Alana segera mengeluarkan handphone dari sakunya,lalu handphone itu langsung diambil Harris dan menekan aplikasi kamera.


Awalnya mereka berfoto dengan keadaan berjauhan,tapi Harris merasa aneh dia pun menyuruh Alana untuk berdekatan,"Foto sama cowok sendiri kok jaraknya segitu banget!!".


Alana segera mendekat ke Harris dan berfose dengan gaya imut,Harris melihat sejenak kearah Alana lalu melakukan hal yang sama.


cekret....



****


Setelah sekolah usai Alana berniat menunggu sopirnya di depan gerbang sekolah,padahal dia harus menunggu dengan waktu yang cukup lama.


"Lo biasa diantar jemput sama sopir Lo kan??" tanya Harris dari belakang Alana.


"Iya Kak!!" jawab Alana seadanya.


"Mau bareng sama Gue??" tawar Harris yang sukses membuat Alana kembali kaget.


"Hmmmm...boleh Kak!!" Alana tau sekarang dia dan Harris sudah berpacaran,tidak ada juga gunanya menolak tawaran Harris.


"Biasanya Lo dijemput jam berapa??" tanya Harris saat mereka sudah didalam mobil.


"Jam duaan Kak!!".


"Sekarang masih jam sebelas,berarti masih ada sekitar tiga jam lagi" gumam Harris sambil melihat jam tangannya,"Mau pergi jalan jalan dulu??" ajaknya.


"*Mau pergi kemana Kak??".


"Ya.. tempat yang biasa dikunjungi oleh orang pacaran*!!" kini Harris mulai menyetir mobil pun mulai berjalan.


****