Alana

Alana
Chapter 24



Dimas pun mengajak Alana meninggalkan tempat itu.


"Kak kita mau kemana?" Tanya Alana saat Dimas sudah melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan fakultas mereka


"Gue mau ngajak lo ngeliat sunset"


"Wah? Beneran nih kak"


"Iya"


Alana pun mengecek jam pada pergelangan tangannya


"Tapi kak, kan masih lama"


"Iya gue tau. Gue sengaja ngajakin lo sekarang biar kita bisa menikmati pemandangan laut sambil nunggu sunset. Lagian lo juga belum makan kan"


Alana benar-benar lupa soal perutnya. Kejadian tadi membuat rasa laparnya melayang seketika "Tapi gue nggak laper kak"


"Emang makan harus nunggu laper dulu?" Tanya Dimas berbalik sejenak kemudian kembali fokus ke jalanan


"Yah nggak juga sih kak tapikan" Omongan Alana tergantung karena Dimas memotongnya


"Gue nggak mau lo sakit jadi kita makan dulu baru ke pantai"


Keputusan Dimas memang tidak dapat ditolak buktinya mereka sekarang tengah berada di depan cafe yang tak jauh dari kampus. Namun tanpa disangka Alana melihat Ridho dan Ika tengah berjalan berdampingan keluar dari dalam cafe.


"Sepertinya mereka jalan berdua, tapi sejak kapan kok gue nggak tau" Pikir Alana dalam hati


Ada sedikit rasa sakit yang timbul setelah melihat pemandangan barusan bahkan mata Alana tak lepas dari mereka sampai mobil Ridho meninggalkan parkiran cafe. Dimas yang sadar mengikuti arah pandang wanita ini namun dirinya tetap tidak mengerti karena Dimas hanya melihat sebuah mobil meninggalkan parkiran cafe.


"Alana lo ngeliatin apa sih?" Putus Dimas, daripada bingung kan mending ditanyain


"Eh... Nggak papa kok kak" Jawab Alana tersadar


"Turun yuk" Lanjutnya mengalihkan pembicaraan.


Kedua insan ini kemudian berjalan memasuki cafe, tak lama seorang pelayan datang menghampiri mereka sambil menyerahkan menu makanan dan pergi setelah pesanan Alana Dimas selesai.


Sambil menunggu makan mereka berdua terdiam dengan pikiran masing-masing. Hingga pesanan mereka datang dan mereka berdua tersadar.


"Makan Al, nggak usah melamum" Perintah Dimas


"Iya kak"


Dimas sebenarnya sejak tadi ingin menanyai Alana hanya saja dirinya takut itu dapat membuat hatinya sakit. Otak dan hati Dimas saat ini sangat tidak sejalan, hingga akhirnya diputuskan untuk bertanya


"Al, gue denger lo deket yah sama Ridho" Tanya Dimas langsung


"Hah tau dari mana?" Tanya Alana polos. Tentu saja jawabannya barusan membuat Dimas semakin cemas


"Kata anak-anak. Emang kalian pacaran yah? "


"Uhukk uhukk" Pertanyaan Dimas barusan membuat Alana tersedak dengan makannya


"Ini minum dulu" Kata Dimas khawatir sambil menyerahkan minuman miliknya


"Lo nggak papa kan?" Tanyanya lagi yang hanya mendapat anggukan sebagai jawaban bahwa Alana baik-baik saja


"Maaf yah pertanyaan gue bikin lo jadi keselek. Lo nggak perlu jawab kok pertanyaannya gue tadi" Lanjutnya dengan rasa bersalah


"Nggak papa kok kak, gue sama Ridho juga nggak ada hubungan apapun. Kita cuman temen" Terang Alana jujur


Tentu saja jawaban Alana membuat senyum terukir di wajah Dimas. Rasa bahagia karena Alana belum menjadi milik siapa pun. Namun memang dasarnya Dimas yang sok cool tak akan menunjukkan perasaan bahagianya itu.


"Oh ya udah makan lagi" Jawabnya santai


"Kok respon kak Dimas biasa aja sih. Apa dia pura-pura nggak peduli atau dia emang bener-bener nggak peduli hubungan gue sama Ridho. Susah banget sih ditebaknya tadi buat gue baper sekarang malah nggak peduli" Alana membatin


"Yuk jalan!!! ntar ke sorean dijalan kita" Ajak Dimas setelah mereka selesai dengan makananya.


"Mbak bill nya dong" Teriak Alana memanggil seorang pelayan


"Permisi ini bill nya" Seru pelayan itu sambil memperlihatkan total harga yang harus dibayarnya


Setelah melihat Alana langsung saja membuka dompetnya dan menarik beberapa lembar uang seratus ribu namun saat hendak membayar, Alana didului Dimas yang langsung menyerahkan uangnya dan meminta pelayanan itu pergi serta tak perlu memberikan kembalian.


"Loh kok kak Dimas yang bayar sih? Kan gue jadi nggak enak dibayarin" Protes Alana


"Udah nggak papa. Lagian yang ngajakin makan gue bukan lo" Terang Dimas


.


.


.


Saat diperjalanan tiba-tiba dering ponsel Alana menggema lagu milik Tiara - Gemintang Hatiku menghentikan pembicaraan antara Dimas dan Alana.


Setelah mengecek ternyata nama Ridho terpampang dilayar ponselnya. Sejujurnya terbersit ragu untuk mengangkat telfon itu, namun panggilan berikutnya membuat Dimas angkat bicara


"Udah Al, diangkat aja siapa tau penting kan" Jawabnya berusaha santai, tentu saja Dimas tak boleh egois karna selama dia pergi Ridho selalu ngejagain Alana bahkan 24 jam stand by. Itu hal yang dia dengar dari Aldo.


"Iya gue nggak papa kok do"


"...................."


"Nggak, lo nggak perlu jemput gue di kampus. Gue juga udah dijalan kok"


"...................."


"Nggak perlu Ridho gue baik-baik aja. Lo pulang aja yah"


"...................."


"Gue...." Kali ini omongan Alana tergantung, dirinya menatap Dimas sejenak kemudian


"Gue bareng kak Dimas*"


"...................."


Setelah mengetahui Alana masih bersama Dimas, Ridho mengakhiri panggilannya. Alana sekarang mulai merasa bersalah, Seharusnya tadi dia berbohong namun hal itu tak kuasa ia lakukan.


"Ridho nyariin lo yah" Tebak Dimas berusaha mengerti omongan mereka


"Iya kak" Jawabnya sambil mengangguk


"Loh kok jadi murung gitu"


"Nggak kok kak. Cuman nggak enak aja tadi mestinya gue kasih tau Ridho biar nggak usah jauh-jauh jemput gue"


"Pengorbanan Ridho segitunya banget yah" Sindir Dimas yang terkesan cuek padahal aslinya sedang cemburu


"Apaan sih kak" Jawab Alana sambil mengalihkan wajahnya ke arah jendela


Perjalanan mereka kali ini cukup lenggang hingga mereka tiba lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Dimas yang menyadari bahwa Alana tertidur tentu saja langsung membangunkan gadis ini.


"Al, bangun yuk udah nyampe" Seru Dimas sambil menggoyangkan lengan Alana


"Uunghhh" Erang Alana membalikkan badannya namun tak berterlihat tanda-tanda gadis ini akan tersadar


Ntah apa yang merasuki Dimas, tangannya meraih rambut yang menutupi wajah Alana. Dimas terpesona melihat wajah damai milik Alana. Senyum tipis terpampang jelas diwajah Dimas bahkan tanpa sadar sebuah kecupan mendarat didahi wanita ini.


Alana yang merasa ada sesuatu mendarat di dahinya mulai membuka matanya


"Unghhhh, kita udah nyampe yah kak?" Tanya Alana


"Untung aja nggak ketahuan" Pikir Dimas


"Eh iya Al" Jawabnya canggung


"Kita main ke pinggir pantai yuk" Ajak Dimas memecah kecanggungannya


"Nggak ah kak. Ntar basah lagi" Tolak Alana


"Yah nggak papa kan"


"Ih enak aja, kita kan nggak ada bawa pakaian ganti"


"Kalau soal itu gampang kok"


"Nggak pokoknya gue nggak mau kak"


"Oke gue aja yang basah pengen renang soalnya tapi lo temenin gue yah"


"Temenin gimana?"


"Lo cukup dipinggir pantai aja"


"Oke deh"


Mereka berdua pun berjalan, tak butuh waktu lama mereka telah sampai dengan berjalan beriringan hingga ke pinggir pantai.


.


.


.


.


**Ada yang pengen drama nggak?


Soalnya gue lagi suka keributan nih 😁


hihihi jangan salahin gue yah guys


oh iya jangan lupa tinggalin komentar dan like kalian yah, dukungan kalian sangat berarti buat gue


See you🙋🙋🙋**