
Siang itu Alana dan teman temannya pergi ke aula untuk mengikuti pelajaran olahraga.
Materi pelajaran mereka kali ini tentang bola basket.Siswa dituntut bisa memasukkan bola kedalam ring minimal satu kali.
Satu per satu siswa mulai mencoba.Ada yang melakukannya dengan mudah,karena sudah terbiasa bermain basket.Tapi ada juga yang kesulitan,termasuk Alana.
Setelah mencoba beberapa kali,Alana tetap gagal memasukkan bola kedalam ring.Dia terus berusaha, keringatnya mulai keluar.Sementara itu teman temannya banyak yang sudah pergi ke kantin.
Alana duduk sebentar untuk melepas lelah.Tanpa sengaja dia melihat Angga sedang duduk diatas kursi sambil memegang bola,lengkap dengan pakaian olahraga.
Ternyata Angga juga melihat Alana,diapun menghampirinya.
"Kamu ngapain disini??" tanya Angga.
"Main basket!!" jawab Alana.
"Kamu ikutan ekskul basket??".
"*Nggak!! ini cuma materi pembelajaran aja!!".
"Kok sendirian aja*??".
"Teman teman Aku udah selesai,sementara Aku,sampai sekarang masih belum bisa!!".Alana mencoba menjelaskan situasinya kepada Angga,dia memasang wajah memelas.Tetapi Angga malah tertawa.
Tentu saja Alana merasa heran dengan sikap Angga,"Kok ketawa sih??".
"Hahaha..sini Aku ajarin!!" ucap Angga menarik tangan Alana dan kembali membawanya ketengah aula.
Alana memang tidak ada bakat sedikitpun bermain basket,berulang kali Angga mengajari hasilnya tetap gagal.Tetapi Angga tetap semangat mengajari Alana,bahkan dia juga membangkitkan semangat Alana saat mulai lelah.Berkat kegigihannya itu Alana berhasil menuntaskan materi pelajarannya.
"Hore!!" teriak Alana kegirangan,sontak diapun memeluk Angga.
"Maaf,tadi Aku terlalu senang!!" ucapkan kemudian sambil melepaskan pelukannya.
"Nggk apa apa kok!!" jawab Angga tersenyum bahagia.Tapi dia tidak ingin Alana tau kesenangannya,untuk dia dia pun berusaha seperti semuanya baik baik saja.
Alana mengajak Angga makan dikantin sebagai bentuk terima kasih.
Mereka pun pergi ke kantin bersama,kali ini makanan kesukaan Angga yang dipesan,yaitu nasi goreng pedas.
"Gimana,enak nggak??" tanya Angga.Padahal dia sudah melihat Alana menahan pedas.
"Enak!! tapi pedas!!" jawab Alana sambil meraih gelas minumannya dan langsung minum sebanyak mungkin.
"Kalau minum ntar pedas!!".Ucapan Angga membuat Alana kaget.Dia sama sekali tidak tau,karena dia tidak pernah memakan makanan pedas.
"Emang iya??" tanyanya sambil menahan malu saat Angga mulai tertawa karena kegoblokannya.
Alana tersenyum mendengar perkataan Angga.
"Buruan makan!! ntar keburu dingin,nggak enak!!" ucap Angga.Lalu suasana dimeja makan itu pun hening,karena mereka lebih fokus pada makanan masing masing.
Setelah selesai makan mereka kembali kekelas untuk melanjutkan pelajaran seperti biasanya.
\*\*\*\*
Saat pulang sekolah Alana diantar oleh Angga.Jika berangkat dia bersama Angga,tentu saja pulangnya juga bersama.
Angga mengantarkan Alana sampai dirumah.Setelah Alana masuk kedalam rumah,Angga pun pergi.
"Angga itu baik juga ya??" ucap Bu Rinta.
"Iya Bun!!" jawab Alana.
"Bunda lihat kalian juga cocok!!".
Apa apaan ini?? kenapa tiba tiba Bu Rinta bicara soal kecocokan?? biasanya dia selalu bilang tidak suka ,jika Alana dekat dengan lelaki lebih dari teman.
"*Bunda tau sendiri,Aku udah punya pengisi hati!!".
"Itu kalau dia masih ada*!!".
Ucapan Bu Rinta sedikit membuat Alana sedih,dia pun langsung pergi kekamarnya.
Sementara itu Angga sedang galau memikirkan Alana dirumahnya.
Dia tidak tau apa yang terjadi dengan perasaannya,dia merasakan hal yang luar biasa saat didekat Alana.
Angga menghentikan kerjaannya menggalau saat pembantunya memanggil untuk makan siang.
"Tuan muda!! makan siang dulu!!".
"Iya Bu!!" sahut Angga buru buru menuju meja makan.
Angga duduk dimeja makan,dan mengambil makanan secukupnya.Kemudian makan sendirian,karena Bu Yanti sedang keluar kota.
Habis makan Angga kembali ke kamarnya,untuk melanjutkan pekerjaannya,yaitu memikirkan Alana.
Angga terus mondar mandir sambil memikirkan Alana.Sesaat kemudian dia mengambil kunci mobil dan pergi keluar.
Setibanya didepan rumah Alana,Angga merasa bimbang untuk mengetuk pintu.Setelah mondar mandir,dia pun langsung pergi.
Tepat disaat Angga pergi,Alana membukakan pintu.
"Kayaknya ada orang yang datang?? tapi siapa??" fikir Alana.
"Mungkin perasaan Aku aja!!" gumamnya masuk kembali ke dalam rumah dan menutup pintu.