Alana

Alana
chapter 18



Tidak seperti biasanya,hari itu sepulang sekolah Alana langsung masuk kamarnya,bahkan ia lupa mengucapkan salam.Tentu saja Bu Rinta merasa aneh dengan sikap Alana yang seperti itu.


Dalam kamar Alana tidak mengganti pakaiannya,ia langsung berbaring d atas tempat tidur.Terkadang dengan posisi telungkup, terkadang miring,terkadang juga tengkurap.


"Masalah yang satu belum selesai,sekarang datang masalah baru!!".Pikirannya benar benar kalang kabut.


Terdengar suara handphone diatas meja disamping tempat tidurnya,"Siapa sih yang nelpon??". mengambil handphone.


Saat dia melihat layar handphone, amarahnya semakin menjadi jadi."Setelah membuka luka Aku,dia masih berani menghubungi Aku??".


Tidak hanya itu air mata Alana juga mulai berjatuhan.


Alana membuka galeri di handphonenya,disana masih tersimpan jelas kenangannya bersama Harris.


Pikiran Alana melayang,dia teringat bagaimana awal dia ketemu Harris sampai dia bisa menjadi pacar Harris.


Ingatan itu benar benar jelas,seperti benar benar nyata.Alana merasa dirinya masuk kedalam dunia masa lalu.


Saat itu di SMP Bunga Bakti sedang diadakan upacara penyambutan murid baru.Semua anggota OSIS diperkenankan menjadi pengurus upacara.


Semua murid baru ikut serta menjadi peserta upacara.Upacara itu benar benar membosankan, ceramah dari kepala sekolah sangat lama.Tidak ada satupun siswa yang boleh meninggalkan lapangan, pengawasannya benar benar ketat.


Alana merasa kepala agak pusing.Tapi dia tahan,karena dia tidak mau di cap sebagai murid nakal.Kepala sekolah berpidato tentang menghargai bendera merah putih.


Semakin lama,kepala Alana semakin pusing.Kali ini ia sudah tidak tahan lagi,Alana ambruk.


"Hei!! Lo kenapa??". Alana masih bisa mendengar sayu suara seseorang.


Dia seorang laki laki yang menangkap Alana ketika mau ambruk.


Alana tidak tau siapa dia,matanya tidak bisa melihat dengan jelas.


"Hei,Lo!! bawa dia ke UKS!!".Suara lelaki itu kembali terdengar,dia seperti memerintah seseorang.


"Maaf Kak,Gue nggak bisa!!" tolak orang yang diperintah itu.


"Dasar pemalas kalian semua!!!" umpatnya.Setelah itu,tanpa pikir panjang lelaki itu menggendong tubuh Alana keruangan UKS.


Tim UKS memberi hidung Alana minyak angin,merasa aneh dengan bau dihidungnya,Alana pun tersadar.


"Lo udah sadar??" tanya lelaki disamping Alana.


"Aku dimana??" tanya Alana balik.


"UKS.Tadi Lo itu pingsan.Lo tau nggak,Lo itu berat??".Lelaki itu pergi setelah Alana benar benar sadar.


Entah apa yang membuat Alana senyum senyum sendiri,bahkan setelah keluar dari UKS,dia masih senyum senyum sendiri.


Alana sudah dijemput oleh sopirnya,tapi dia masih belum masuk dalam mobil."Tunggu bentar Pak!!".


Alana kembali kedalam gerbang sekolah, matanya terlihat seperti mencari seseorang.


"Tunggu!!".


Teriakan Alana membuat seorang lelaki yang hendak keluar gerbang menghentikan langkahnya.Dia mencari sumber suara.Alana pun segera berlari menghampiri orang itu.


"Hmm..makasih lho yang tadi!!" ucap Alana.


"Iya,sama sama!!" jawab pria itu.


"Oh ya,Kamu kelas berapa??" tanya Alana.


Pria itu sedikit merasa risih saat ditanya oleh Alana,"*Kenapa nanya nanya kelas segala??".


"Biar tau manggil apa*!!" jawab Alana.


"Gue kelas 8!!".


Alana mengangguk mendengar ucapan lawan bicaranya itu.


Disaat pria itu mau pergi,Alana kembali menghentikan langkahnya,"Nama Kakak siapa??" sambil mengulurkan tangan,"*Nama Aku Alana!!".


"Nama Gue Harris*!!".Pria yang diketahui bernama Harris itu menjawab uluran tangan Alana.


"Ana!!".


Suara panggilan Bu Rinta dan suara ketukan pintu,membuat Alana tersadar dari lamunannya.


"Ana buka pintu!!".


Alan masih enggan untuk bangkit dari tempat tidurnya,"*Aku mau sendiri Bun!!".


"Tapi Bunda mau bicara sama Kamu.Buka ya*!!" bujuk Bu Rinta.


"Please Bun!! Tinggalin Aku sendiri!!" jerit Alana.


\*\*\*\*\*