Alana

Alana
chapter 5



Pagi itu Alana diantar Bapak Jeff kesekolah, sebenarnya sudah sekitar sepuluh bulan dia kembali dari luar kota,tapi baru kali ini ia sempat mengantar Alana kesekolah,belakangan ini mungkin ya...terlalu sibuk dengan urusan perusahaan.


Jika Bapak Jeff kembali dari luar kota sudah sepuluh bulan lamanya,maka selama itu pula lah usia pacaran Alana dan Harris.


Tidak ada bedanya,Alana yang masih tetap polos dan Harris yang tetap cuek,entah apa yang membuat hubungan mereka tetap adem ayem sampai sekarang,mungkin cinta atau rasa saling percaya yang kuat antara mereka.


Memang sih ada sedikit peningkatan,sekarang Harris sudah berani memanjakan Alana, meskipun kesannya masih agak kaku.


"Nanti Kamu pulang pakai taxi aja ya!!!" ucap Pak Jeff.


"Emang Ayah nggak bisa jemput Ana??" tanya Alana.


Bapak Jeff paham bagaimana perasaan anaknya itu,dia sendiri juga sadar bahwa dia terlalu sibuk bekerja,"Maafin Ayah,karena Ayah terlalu sibuk!!" tidak lupa Bapak Jeff mengacak acak rambut Alana.


"Duuuh ...Ayah..rambut Ana kan jadi berantakan!!" gerutu Alana sambil merapikan rambutnya kembali.


"Udah dulu,buruan masuk ntar telat lho!!".Sebelum sang Ayah masuk kedalam mobil Alana ingin meminta izin dahulu,"*Yah,Ana boleh nggak ntar pulangnya telat??".


"Mau kemana*??" Bapak Jeff memutar badannya dan kembali berdiri sejajar dengan Alana.


"Mau jalan bareng teman aja Yah" jawab Alana cepat."Boleh ya..Yah.." tidak lupa Alana merayu Ayahnya.


"Tapi jangan pulang terlalu sore ya.." ucap Pak Jeff.


"Iya Yah,makasih ya.." ucap Alana kegirangan langsung berlari masuk ke sekolahnya.Bapak Jeff hanya bisa senyum senyum sendiri melihat tingkah konyol anaknya itu.


Setelah punggung Alana lenyap dari pandangannya,ia pun memasuki mobil dan mengarahkan mobil itu, mungkin ke kantornya.


Sebenarnya Alana belum punya rencana saat pulang sekolah nanti, tapi jika Harris mengajaknya jalan dia sudah meminta izin,pastinya dia tidak akan dimarahi sampai dirumah.


Alana berniat menemui Harris kekelasnya,tapi disana Harris tidak ada,yang ada hanya Ravid dan Dela sedang berduaan dipojok kelas.



"Sorry Kak,ganggu!!" Alana cepat cepat berlari keluar kelas,tapi suara Ravid terdengar memanggilnya,"Alana sini sebentar!!".


"Ada apa Kak??" sahut Alana.


"Temanin Gue ke kantin!!" jawab Dela langsung menarik tangan Alana keluar kelas.


"Kak Dela mau beli apa pagi pagi gini??" tanya Alana.


"Gue nggak sempat sarapan tadi pagi!!" jawab Dela sambil memesan satu porsi nasi goreng,"Lo juga mau??" tawarnya.


Alana menolak dengan gelengan kepala,"*Nggak Kak,Aku udah sarapan tadi dirumah!!".


"Lo always ya, breakfast at home??".


"Iya Kak,Ayah sama Bunda Aku yang ngajarin*!!" begitu jawaban Alana saat ditanya soal sarapan oleh Dela.


"Orangtua Lo dokter ya??" pertanyaan Dela belum dijawab oleh Alana karena Alana menanya balik,"*Kakak kok tau??".


"Gue cuma asal nebak aja*!!".


"Hmmmm..Bunda Aku dokter Kak!!" ujar Alana.


"Dokter apa??" tanya Dela kembali.


"Dokter kejiwaan di Rumah Sakit Medica Kak!!" jawab Alana.


"OOO"gumam Dela sambil menggaruk garuk jidatnya,entah itu karena gatal atau sekedar gaya nya saja.


"Kenapa Kak??" Dela terkejut oleh pertanyaan Alana,"*Eh,nggak!!kirain tadi dokter gizi!!".


"Katanya dulu Kak Dela ikut pertemuan keluarga antara keluarga kita*??" Alana mengajukan pertanyaan saat Dela mulai menyantap nasi gorengnya.


"Iya emang, kenapa??" kini mulut Dela tengah dipenuhi nasi goreng.


"Kok Kakak nggak tau profesi orangtuanya Aku?? lagian kita kan SMP juga satu sekolah??".Ya...begitulah sifat Alana, selalu ingin tau.


"Waktu itu Gue nggak terlalu serius banget!! lagian kita kan baru dekatnya sekarang!!" itu jawaban Dela.Tampaknya Alana sudah paham dan mulai bosan berbicara,untuk itu ia memilih diam sambil menunggu Dela selesai makan."Oooh gitu Kak".


Selesai makan Dela membayar semua tagihannya di kusir,setelah itu mereka berjalan menuju kelas masing masing.


"Gimana Lo sama Harris??" tanya Dela saat mereka mau berpisah.


Tentu saja Alana kaget karena tiba tiba saja Dela bertanya soal Harris,"Eh,baik Kak,Kenapa Kak??"


"Nggak apa apa!! syukur deh kalau kalian baik baik aja".


******


Ternyata Jenita tak bosan bosannya mengganggu Alana,kali ini ia bahkan nekat membawa kuah bakso dari kantin hanya untuk menyiram Alana,"*rasain tuh!! dasar cewek ganjen!!".


"Aku salah apa sih Kak??? hiks*" tanya Alana parau,tangisannya mulai keluar.


"Pakai nanya lagi!! nyadar diri dong!!" hujat Jenita.



"Kak Jenita jahat!!" teriak Alana disela sela tangisnya.


"Harris itu milik Gue!! jadi Lo harus jauh jauh dari dia!!". Meskipun Jenita mengancam tapi Alana tidak pernah mendengarnya,"*Tapi Kak Harris itu pacar Aku Kak!!".


"Berani ya Lo sama Gue??" Jenita mengurungkan niatnya untuk menjambak rambut Alana karena teriakan seseorang,"Woii!! mau Lo apain cewek Gue??".


"Lo apain dia ha!!" tanya Harris kasar,tubuh Jenita langsung gemetaran mengahadapi sikap Harris yang seperti itu."Dia yang mulai duluan!".


"Udah jelas jelas Gue liat Lo nyiram kuah bakso ke dia*!!" Harris itu tidak bodoh,bahkan ia lebih pintar dari perkiraan.


"Ris!! apa sih yang Kamu lihat dari dia?? kemana mana lebih cantikan Aku??" kini Jenita benar benar merasa sudah tidak tahan lagi.


Harris mengangkat dagu Jenita dan menatapnya tajam,"Lo cantik?? seharusnya Lo rajin ngaca!!" setelah menghina Jenita Harris bahkan melepaskan dagu Jenita dengan kasar.


"Awas aja Lo!!" hujat Jenita dalam hati.


Harris merasa tidak tega melihat Alana seperti itu,"Lo jangan nangis lagi!! ada Gue disini!!" sambil mendekap Alana kepelukannya.


"Kak Harris meluk Aku??"tanya Alana tidak percaya.


"Maaf Gue lupa!!" seketika itu juga Harris langsung melepaskan pelukannya."Ehm,baju Lo udah kotor,ganti baju gih keruang olahraga!" lanjutnya.


"Iya Kak!!" jawab Alana menurut dan langsung bergegas menuju ruang olahraga.


"Tunggu!!" panggil Harris,"*Pulang sekolah,Gue mau ngajak Lo kesuatu tempat!!".


"Kemana Kak*??" tanya Alana berbalik.


"Udah nanti aja!! ntar Lo masuk angin lagi!!" jawab Harris.


\*\*\*\*\*


"Kita mau kemana Kak??" tanya Alana saat Harris mengarahkan mobilnya kesebuah rumah mewah,"*Ini rumah siapa Kak??".


"Gue fikir karena udah menyukai Gue selama tiga tahun,Lo udah tau rumah Gue*" ucap Harris.


"Ini rumah Kak Harris??"Alana mendongak tidak percaya,"*Tapi kita ngapain kesini Kak??".


"Ini tempat tujuan kita*!!" .


"Ngapain??" tanya Alana.


"Ketemu nyokap Gue!!" jawab Harris simpel lalu menggandeng tangan Alana masuk kedalam rumahnya.


"Ini siapa Ris??" tanya Bu Lina agak sedikit aneh anaknya membawa gadis kerumah.


"Dia pacar Aku Ma!!" jawab Harris.


"*Dulu katanya Kamu juga punya pacar,tapi nggak mau kenalin ke Mama,sekarang tumben??".


"Kali ini Aku serius Ma*...." . Keseriusan seperti apa ini?? kenapa Harris begitu cepat memperkenalkan Alana kepada Ibunya.


"Silahkan duduk!!" tidak lupa Bu Lina mempersilahkan Alana untuk duduk.


"*Oh,makasih Tante!!".


"Benar Kamu pacarnya Harris*??".


"Iya...iya.. Tante!" jawab Alana terbata bata.


"Nama Kamu siapa??" bahkan Harris ternyata lupa memperkenalkan nama pacarnya kepada ibu Lina,"Alana Tante??" jawab Alana.


"Kamu bisa masak??" itu merupakan suatu pertanyaan yang wajib dikeluarkan oleh seorang Ibu kepada calon menantunya.


"In sya Allah bisa Tante!!" Alana menjawab mantap karena dirumah ia biasa menolong Bu Rinta memasak.


"Bisa bantuin Tante masak??".


"Bisa Tante!!" angguk Alana tanda menyetujui permintaan Bu Lina.


"Gue mau keatas dulu,Lo bantuin Mama masak dulu aja!!" ucap Harris.


"*Iya kak!!".


"Kamu benaran cinta sama Harris*??" tanya Bu Lina saat mereka tengah diperjalanan kearah dapur.


"Benar Tante!!" kini mereka sudah sampai didapur,Alana mengambil pisau dan sebuah wortel.


"*Tante lihat kalian serasi!!".


"Tante bisa aja*!!" bantah Alana yang tengah asik memotong wortelnya.Jujur sebenarnya ia sangat senang,mungkinkah ini pertanda bahwa hubungan mereka sudah diberi restu??.


Tapi basa basi sangatlah diperlukan Alana saat ini.


"Hmmm...masak apa tuh?? wangi banget??" ternyata Harris sudah selesai mengganti pakaian dan turun kebawah.


"Kita makan dulu Kak!!" ajak Alana menyuguhkan masakannya diatas meja makan.


Harris duduk di kursi nya seperti biasa lalu mengambil makanan diatas meja secukupnya.



"Hmmm...enak!!" puji Harris.


"Yang masak pacar Kamu!!" ucapan dari Bu Lina membuat Alana sedikit merasa malu,"*Aku cuma bantuin Tante aja kok Kak!!".


"Papa mana Ma*??" kini Harris mengalihkan pembicaraan sejenak,karena ia tidak melihat keberadaan sang Ayah dirumah.


"Baru aja berangkat keluar negeri!!" jawab Bu Lina.


"Padahal Aku juga pengen ngenalin Alana sama Papa" gumam Harris,"Berapa lama Ma??" tanyanya.


"Ya...sekitar satu bulanan lah" jawab Bu Lina sambil mengangkat kedua alisnya.


"Lo tenang aja ya!! Gue janji bakal kenalin Lo sama Papa!!" ucap Harris meyakinkan Alana.


"Iya Kak!!".


Alana melihat jam tangannya setelah selesai makan,"*Udah sore Kak,Aku pulang dulu!!".


"Antarin Alana nya Ris*!!" perintah Bu Lina.


"Iya Ma!!" sahut Harris menurut.


Saat Alana sudah berdiri dan bersiap siap untuk pulang,Harris malah menarik tangan Alana kembali duduk.


"Kenapa Kak??" tanya Alana kaget.


"Oh nggak!! ayo Gue antar pulang!!" jawab Harris.